Klop dengan Gaya Ricky Nelson, Juan Mera Sebut Adaptasi di Persis Solo Sangat Mudah!

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 12:44 WIB
Gelandang anyar klub Pegadaian Championship Persis Solo Juan Mera. (persissolo.id)
Gelandang anyar klub Pegadaian Championship Persis Solo Juan Mera. (persissolo.id)

 

SOLOBALAPAN.COM – Gelandang asing anyar Persis Solo, Juan Mera, mengaku tak membutuhkan waktu lama untuk menyatu dengan gaya permainan yang diterapkan pelatih kepala, Ricky Nelson.

Pemain berpaspor Spanyol itu menilai filosofi sepak bola yang diusung juru taktik Laskar Sambernyawa sangat sejalan dengan karakter permainannya.

Meski baru kurang dari sepekan mengikuti pemusatan latihan bersama tim, Juan Mera sudah bisa meresapi identitas permainan yang ingin dibangun oleh sang head coach.

Menurutnya, Ricky Nelson menginginkan Persis tampil proaktif melalui penguasaan bola (ball possession) sekaligus menerapkan tekanan tinggi (high press) sejak di area pertahanan lawan.

"Bagi saya, sangat mudah untuk beradaptasi dengan pelatih ini karena filosofinya adalah memainkan sepak bola yang sebenarnya dan menerapkan high press," ujar Juan Mera saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).

Pemain berusia 32 tahun tersebut menilai pendekatan taktis ini merupakan modal yang sangat pas untuk membentuk tim yang disegani.

Selain dituntut dominan dalam menguasai si kulit bundar, para pemain Persis juga diwajibkan bekerja keras merebut kembali bola secepat mungkin ketika kehilangan penguasaan.

"Saya pikir itu adalah filosofi yang sangat bagus untuk memahami sepak bola modern, dan pelatih kami sangat berkualitas," lanjut mantan pilar kompetisi Eropa tersebut.

Atmosfer Hangat Percepat Proses Adaptasi

Cepatnya proses adaptasi pesepak bola asal Matador ini tak lepas dari rekam jejak pengalamannya berlaga di kompetisi Indonesia maupun Eropa.

Faktor pendukung lainnya adalah sambutan hangat dari seluruh elemen tim sejak hari pertama ia menginjakkan kaki di Kota Bengkulu.

"Teman-teman di sini sangat baik. Sejak hari pertama saya tiba, mereka banyak membantu memberikan semua fasilitas, baik di dalam maupun luar lapangan," ungkapnya.

Mera menambahkan, tensi latihan yang digembleng oleh tim pelatih terbilang cukup tinggi. Kendati menguras fisik, seluruh penggawa Laskar Sambernyawa melahap seluruh porsi latihan dengan kedisiplinan penuh.

"Kami bekerja keras di lapangan. Kami berlari, menekan lawan, dan mengalirkan bola dengan cepat," tegas Mera.

Baca Juga: Ricky Nelson Dituduh Pelatih Minim Pengalaman oleh Suporter Persis Solo, Ini Jawaban Menohok Asisten Pelatih Nurcholis Majid

Cium Aroma Cita-Cita Promosi ke Liga 1

Melihat tingginya intensitas dan tingginya semangat membara di dalam skuad, Juan Mera optimistis Persis Solo memiliki modal kuat untuk mengarungi Liga 2 Championship 2026/2027.

Baginya, kunci utama keberhasilan tim terletak pada kesamaan visi dari seluruh pemain dan jajaran pelatih.

"Saya yakin kami akan bertarung habis-habisan untuk promosi musim ini. Saya bisa merasakan sendiri di dalam lapangan bahwa semua orang mengayuh ke arah tujuan yang sama," pungkasnya mantap.

Dengan mulusnya proses adaptasi pemain anyar serta filosofi pressing tinggi yang kian terasah, Ricky Nelson kini mengantongi fondasi kokoh untuk meracik Persis Solo menjadi tim yang tangguh demi merebut kembali tiket ke kasta tertinggi Liga 1. (jalu/dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : Radar Solo
Ricky Nelson Juan Mera persis solo laskar sambernyawa