SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Persis Solo mulai menyusun fondasi skuad untuk menghadapi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
Setelah terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Laskar Sambernyawa resmi mempertahankan dua pemain di sektor pertahanan, yakni Dodi Alexvan Djin dan sang kapten Eky Taufik.
Keputusan tersebut menjadi sinyal awal keseriusan manajemen dalam membangun tim yang kompetitif demi mewujudkan target kembali promosi ke kasta tertinggi pada musim depan.
Dodi Alexvan Djin Jadi Pemain Pertama yang Dipastikan Bertahan
Persis Solo lebih dulu mengumumkan kepastian bertahannya Dodi Alexvan Djin melalui akun Instagram resmi klub pada Kamis (9/7/2026).
"Dodi Alexvan Djin masih melanjutkan perjalanannya untuk tetap berseragam Laskar Sambernyawa. Mari kembali berjuang bersama untuk Surakarta!" tulis akun resmi Persis Solo.
Bertahannya bek kanan muda tersebut sebenarnya sudah diprediksi. Sebelumnya, Owner Badres Management, Muhammad Badres, mengungkapkan proses negosiasi dengan manajemen Persis berjalan positif.
"Alhamdulillah sudah ada beberapa yang deal," ujar Badres.
Meski demikian, ia mengakui proses mempertahankan pemain tidak mudah karena sejumlah klub lain juga mencoba memboyong pemain-pemain Persis dengan tawaran yang lebih menggiurkan.
Baca Juga: Respons OTT KPK di Sukoharjo, Wali Kota Solo Ajak Masyarakat Awasi Pengelolaan Anggaran
"Beberapa nama sebenarnya juga menjadi incaran tim lain, bahkan ada yang memberikan penawaran dengan nilai lebih tinggi," katanya.
Pada musim Super League 2025/2026, Dodi memang belum menjadi pilihan utama. Namun dari 12 penampilan atau 538 menit bermain, pemain muda tersebut tetap mampu memberikan kontribusi positif dengan membantu tim mencatatkan tiga clean sheet.
Sang Kapten Tetap Memimpin Laskar Sambernyawa
Sehari setelah pengumuman Dodi, Persis kembali memberikan kabar menggembirakan bagi para pendukungnya. Klub memastikan Eky Taufik tetap mengenakan seragam merah kebanggaan Kota Solo.
"Still fighting for the Red. Eky Taufik pernah menjadi bagian dari tim yang membawa Laskar Sambernyawa kembali ke kasta tertinggi. Ulang kembali musim ini, Capt!" tulis Persis melalui media sosial resminya.
Keputusan mempertahankan Eky menunjukkan bahwa manajemen masih membutuhkan sosok pemimpin berpengalaman di ruang ganti maupun di lapangan.
Bek asal Sragen itu diproyeksikan menjadi mentor bagi para pemain muda yang akan menjadi tulang punggung Persis pada Championship musim depan.
Pilar Penting Sejak Era Liga 2
Eky Taufik bukan nama baru bagi publik Stadion Manahan. Sejak bergabung pada musim 2020/2021, ia menjadi bagian penting dalam perjalanan kebangkitan Persis Solo.
Pemain berusia 34 tahun tersebut ikut mengantarkan Laskar Sambernyawa meraih gelar Liga 2 2021 sekaligus membawa klub promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Selama memperkuat Persis, Eky telah mencatatkan statistik impresif:
-
107 pertandingan
-
6.928 menit bermain
-
4 gol
-
3 assist
-
23 kartu kuning
-
1 kartu merah
Catatan tersebut menegaskan perannya sebagai salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad Persis.
Modal Awal untuk Kembali ke Liga Teratas
Dengan bertahannya Dodi Alexvan Djin dan Eky Taufik, Persis Solo mulai membangun kerangka tim yang memadukan energi pemain muda dan pengalaman pemain senior.
Manajemen berharap kombinasi tersebut mampu menjadi modal penting bagi Laskar Sambernyawa untuk bangkit dari keterpurukan musim lalu dan kembali bersaing memperebutkan tiket promosi menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (hj/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto