SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Persis Solo resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Milomir Seslija setelah berakhirnya kompetisi musim 2025/2026. Pengumuman tersebut disampaikan manajemen Laskar Sambernyawa melalui akun media sosial resmi klub pada Minggu (7/6/2026) malam.
Keputusan ini menjadi langkah awal evaluasi dan perombakan besar yang dilakukan manajemen setelah Persis gagal mempertahankan posisinya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia dan harus terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Pada klasemen akhir Super League 2025/2026, Persis Solo finis di posisi ke-16 dengan koleksi 34 poin. Jumlah tersebut sebenarnya sama dengan perolehan poin PSM Makassar yang berada satu tingkat di atasnya.
Baca Juga: Prihatin Video Viral Rusa Makan Sampah, Pemkot Solo Kaji Penangkaran yang Lebih Layak di Sriwedari
Namun, Laskar Sambernyawa kalah dalam perhitungan head-to-head sehingga harus menerima kenyataan turun kasta. Hasil tersebut mengakhiri kiprah Persis di kompetisi level tertinggi setelah beberapa musim terakhir menjadi salah satu kontestan Liga 1.
Milomir Seslija atau yang akrab disapa Milo bergabung dengan Persis pada putaran kedua musim untuk menggantikan Peter de Roo. Saat itu, manajemen berharap pelatih asal Bosnia dan Herzegovina tersebut mampu mengangkat performa tim yang terpuruk pada paruh pertama kompetisi.
Sebelum kedatangan Milo, Persis hanya mampu mengumpulkan lima poin dari 10 pertandingan di bawah arahan Peter de Roo. Catatan tersebut diperoleh dari satu kemenangan, dua hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Performa Meningkat, Namun Belum Mampu Selamatkan Persis
Kehadiran Milo sempat memberikan dampak positif terhadap performa tim. Dari 21 pertandingan yang dipimpinnya, Persis berhasil meraih tujuh kemenangan, enam hasil imbang, dan delapan kekalahan.
Total 27 poin yang diraih membuat Milo mencatat rata-rata 1,29 poin per pertandingan, jauh lebih baik dibandingkan capaian tim pada awal musim.
Meski demikian, peningkatan performa tersebut belum cukup untuk membawa Persis keluar dari zona degradasi. Hingga kompetisi berakhir, Persis tetap gagal mengamankan posisi di kasta tertinggi.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di media sosial klub, manajemen menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan Milo selama menangani tim.
“PERSIS resmi mengumumkan akhir kerja sama dengan Milomir Seslija sebagai Pelatih Kepala,” tulis manajemen klub.
“Segenap elemen klub mengucapkan terima kasih atas segala komitmen dan kerja keras selama menjadi bagian dari keluarga Laskar Sambernyawa,” lanjut pernyataan tersebut.
Asisten Pelatih Juga Dilepas
Tidak hanya berpisah dengan Milomir Seslija, Persis Solo juga mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan asisten pelatih Milos Durovic.
Kepergian kedua sosok tersebut diperkirakan baru menjadi tahap awal dari proses restrukturisasi yang akan dilakukan manajemen menjelang kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Manajemen Persis diprediksi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi tim, termasuk jajaran pelatih dan pemain, guna membangun kekuatan baru dengan target kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
Berakhirnya kerja sama dengan Milo menandai dimulainya babak baru bagi Persis Solo. Setelah gagal bertahan di Super League, Laskar Sambernyawa kini dihadapkan pada tantangan besar untuk segera bangkit dan bersaing di Liga 2 demi mewujudkan target kembali ke level tertinggi sepak bola Indonesia. (hj/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto