Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

“Kami Sudah All Out!” Pasoepati Kecewa Persis Solo Terdegradasi ke Liga 2

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:19 WIB
Pasoepati meluapkan kekecewaan dan mendesak owner serta manajemen Persis Solo membuka suara. (Hernindya Jalu/solobalapan.com)
Pasoepati meluapkan kekecewaan dan mendesak owner serta manajemen Persis Solo membuka suara. (Hernindya Jalu/solobalapan.com)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Perjalanan Persis Solo di Super League 2025/2026 berakhir dengan kekecewaan mendalam.

Meski mampu menutup musim dengan kemenangan, Laskar Sambernyawa tetap gagal bertahan dan dipastikan terdegradasi ke Liga 2.

Pada pekan terakhir yang digelar di Banten International Stadium, Sabtu (23/5/2026), Persis Solo sukses menaklukkan Persita Tangerang dengan skor 3-1. Namun hasil tersebut tidak cukup menyelamatkan posisi mereka di klasemen.

Baca Juga: SIM Digital Resmi Diluncurkan Polisi, Boleh Cuma Tunjukkan Lewat Hape?

Di pertandingan lain, Madura United berhasil mengalahkan PSM Makassar 2-0. Hasil itu membuat Persis Solo harus turun kasta setelah kalah head to head dari PSM Makassar meski sama-sama mengoleksi 34 poin.

Kepastian degradasi langsung memicu kekecewaan mendalam dari suporter Persis Solo yang menggelar nonton bareng di Stadion Manahan. Nyanyian bernada protes kepada manajemen menggema usai laga berakhir.

Suporter Kecewa, Minta Manajemen Berbenah Total

Salah satu suporter Persis Solo, Edo, mengaku kecewa berat dengan hasil akhir musim ini. Meski begitu, ia menyatakan tetap menerima kenyataan jika Persis harus bermain di Liga 2 musim depan, asalkan manajemen melakukan pembenahan secara menyeluruh.

“Saya sebagai suporter tetap menerima. Tidak masalah berada di Liga 2, asalkan manajemen mau berbenah total dan tim bisa kembali lagi ke Liga 1 dalam waktu singkat, cukup satu musim saja di Liga 2,” ujar Edo.

Menurutnya, pembenahan harus dimulai dari internal manajemen agar klub kembali sehat dan kompetitif. Ia juga meminta perekrutan pemain dilakukan lebih selektif.

Baca Juga: Menang 3-1 Tapi Tetap Turun Kasta! Nasib Tragis Persis Solo, Kemenangan atas Persita Berujung Sia-Sia

“Suporter sebenarnya tidak banyak menuntut. Yang penting manajemennya sehat dan bersih. Dalam pembelian pemain juga harus lebih selektif,” lanjutnya.

Edo turut menyoroti keputusan manajemen yang melakukan perombakan besar pada paruh musim. Ia menilai langkah tersebut tidak efektif karena pemain dan pelatih baru membutuhkan waktu adaptasi.

“Menurut saya, merombak skuad di tengah musim itu tidak efektif. Pemain baru dan pelatih baru tentu butuh adaptasi, sementara target tim sudah terlalu jauh tertinggal,” katanya.

Kekecewaan serupa disampaikan Wildan, suporter lain yang hadir di Stadion Manahan. Ia menilai manajemen tidak belajar dari kesalahan sejak putaran pertama kompetisi.

Baca Juga: Mobil Listrik Makin Diminati? Data Gaikindo Kuartal Pertama 2026 Tunjukkan Fakta Ini

“Kekecewaan terhadap manajemen sebenarnya sudah ada sejak awal putaran musim. Menurut saya, tidak ada pembelajaran dari kesalahan. Memang di putaran kedua ada sedikit perbaikan, tetapi semuanya sudah terlambat,” ujar Wildan.

Wildan juga menyinggung persoalan di luar lapangan, termasuk isu pembayaran lapangan yang menurutnya belum diselesaikan secara jelas oleh manajemen.

“Kami ingin sepak bola yang sehat. Kalau manajemennya masih seperti ini, meskipun tim berada di bawah, ya memang harus menerima turun kasta,” katanya.

Pasoepati Soroti Komunikasi Internal Klub

Kekecewaan juga datang dari Presiden DPP Pasoepati, Arif Djodi Purnomo. Ia menilai degradasi Persis Solo tidak lepas dari buruknya komunikasi di internal kepemilikan klub dan manajemen.

“Jujur kami sangat kecewa dengan manajemen. Sebenarnya kurang apa lagi? Kami mengetahui ada komunikasi yang kurang baik antar-owner, tetapi jangan sampai hal itu mengorbankan kecintaan suporter terhadap Persis Solo,” ujar Djodi.

Menurutnya, suporter selama ini sudah memberikan dukungan penuh kepada Persis Solo, baik saat kandang maupun tandang. Namun perjuangan itu justru berujung pada hasil mengecewakan.

Baca Juga: Pertama Kali Melintas di Solo, Bhikkhu Thudong Disambut Mangkunegara X

“Kami sudah all out. Ke mana pun Persis bermain kami selalu siap mendukung. Tetapi semangat kami dibalas dengan kekecewaan yang sangat besar musim ini. Kami berharap bisa aman dari degradasi, tetapi faktanya Persis justru turun ke Liga 2,” katanya.

Djodi juga meminta para owner Persis Solo membuka ruang komunikasi dengan suporter agar persoalan internal klub dapat diketahui secara jelas.

“Saya pribadi meminta para owner untuk duduk bersama dengan suporter. Sebenarnya ada masalah apa di internal klub? Selama ini komunikasi hanya terjalin dengan Mas Kaesang, padahal owner Persis ada tiga orang. Yang lainnya ke mana?” ucapnya.

Ia menegaskan suporter juga menjadi bagian penting dalam pemasukan klub, terutama dari sektor penjualan tiket pertandingan. Karena itu, suporter dinilai berhak mengetahui kondisi sebenarnya di internal Persis Solo.

Djodi turut menyoroti arah manajemen yang dinilai lebih memahami sisi industri dibanding pembangunan sepak bola secara teknis. Ia juga mempertanyakan komitmen direksi terkait rencana pembenahan yang sebelumnya pernah disampaikan kepada publik.

Baca Juga: Ruko di Solo Baru Jadi Markas Penipuan Internasional, Tetangga Mengira Kantor Biasa

“Kami berharap para owner bisa menjembatani pertemuan antara suporter dan manajemen. Kami ingin berbicara dari hati ke hati untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi di dalam klub,” tandasnya.

Meski kecewa berat dengan hasil musim ini, Djodi memastikan loyalitas Pasoepati terhadap Persis Solo tidak akan berubah dan tetap mendukung Laskar Sambernyawa dalam kondisi apa pun. (hj/an)

 

Editor : Andi Aris Widiyanto
#persis solo degradasi liga 2 #nobar stadion manahan #madura united #persita tangerang #persis solo