SOLOBALAPAN, SOLO — Skenario papan bawah Super League 2025/2026 semakin menyajikan drama tingkat tinggi menjelang pekan pamungkas.
Keberhasilan Persis Solo menundukkan Dewa United 1-0, yang disusul tumbangnya Madura United di tangan PSIM Yogyakarta sehari setelahnya, membuat asa Laskar Sambernyawa lolos dari lubang jarum degradasi kembali menyala hebat.
Menatap laga pamungkas krusial kontra Persita Tangerang pada Sabtu (23/5/2026), gelandang muda Persis Solo, Zanadin Fariz, menegaskan bahwa seluruh penggawa Sambernyawa siap menyajikan pertarungan habis-habisan demi menjaga martabat sepak bola Kota Bengawan.
Hitung-hitungan Nasib di Pekan Terakhir
Hingga Senin (18/5/2026), kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini baru memastikan dua tim yang resmi turun kasta, yakni Semen Padang dan PSBS Biak.
Satu slot tersisa kini menjadi taruhan hidup-mati antara Persis Solo dan Madura United yang hanya terpaut 1 angka saja di klasemen sementara.
Baca Juga: Persis Solo Ditantang Kutukan Persita, Milomir Seslija Sebut Saatnya Pecahkan Rekor Buruk!
Untuk bisa bertahan di kasta tertinggi musim depan, Persis Solo wajib memenuhi skenario berikut:
-
Wajib Menang atas Persita Tangerang di pekan ke-34.
-
Berharap Madura United Gagal Menang (seri atau kalah) saat bersua PSM Makassar di hari yang sama.
Garansi "Fight Total" dari Ucil
Zanadin Fariz, yang akrab disapa Ucil, memastikan bahwa suasana ruang ganti tim asuhan Milomir Seslija saat ini sedang dalam kondisi moral tertinggi.
Kemenangan dramatis di Manahan pekan lalu menjadi suntikan psikologis yang luar biasa.
"Kami sebagai pemain semua pasti fight untuk pertandingan besok lawan Persita. Apalagi itu partai penting bagi tim, bagi Persis Solo untuk tetap bertahan di Liga 1. Jadi pastinya kami akan habis-habisan," tegas pemain berusia 22 tahun tersebut dengan penuh optimisme.
Gelandang lincah ini tidak menampik bahwa tekanan yang dihadapi tim sangat besar. Namun, kebahagiaan dan motivasi pasca-menang dari Dewa United berhasil mengubah tekanan tersebut menjadi energi positif.
"Ya, pastinya senang sih," kenang Zanadin sambil tertawa mengingat atmosfer ruang ganti akhir pekan lalu.
Menanti Mukjizat Akhir Musim
Manajemen dan tim kepelatihan Coach Milo kini fokus menjaga kebugaran fisik serta kedalaman taktik anak asuhnya.
Menghadapi Persita yang terkenal kerap menyulitkan di laga kandang, kolektivitas dan determinasi tinggi sejak menit awal menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
Seluruh elemen suporter, mulai dari Pasoepati hingga penikmat sepak bola Solo, kini merapatkan barisan guna memberikan dukungan spiritual total.
Pekan depan akan menjadi saksi sejarah, apakah Laskar Sambernyawa mampu mencetak keajaiban comeback luar biasa untuk tetap eksis di Super League musim depan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo