SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Hasil imbang tanpa gol saat menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Sabtu malam (9/5/2026), benar-benar menempatkan Persis Solo dalam situasi yang sangat kritis.
Satu poin tambahan tidak cukup untuk membuat napas Laskar Sambernyawa lega, karena nasib mereka kini justru bergantung pada hasil pertandingan tim lain.
Persis Solo saat ini tertahan di zona merah dan tertinggal empat poin dari Madura United yang berada di atasnya. Ironisnya, pintu bagi Persis untuk bertahan di kasta tertinggi bisa saja tertutup rapat malam ini jika skenario di pertandingan lain tidak berpihak pada mereka.
Bergantung pada Hasil Madura United
Skenario degradasi Persis Solo bisa terkunci lebih cepat hari ini, Minggu (10/5/2026).
Jika Madura United berhasil memenangkan pertandingan melawan Bhayangkara FC, maka selisih poin antara Madura dan Persis akan melebar menjadi tujuh angka.
Baca Juga: Nasib Persis Solo Jadi Sorotan, Bernardo Tavares Dorong Liga Indonesia Tambah Turnamen
Dengan hanya menyisakan dua laga sisa (maksimal 6 poin), selisih tujuh poin tersebut secara matematis tidak mungkin lagi dikejar oleh Persis.
Jika hal itu terjadi, Persis Solo dipastikan akan menyusul Semen Padang dan PSBS Biak yang sudah lebih dulu dipastikan turun kasta.
Luka Dumancic: Pemain Sudah Berjuang Maksimal
Mewakili rekan-rekannya, bek Persis Solo, Luka Dumancic, mengungkapkan kekecewaannya namun tetap mengapresiasi kerja keras tim.
Menurutnya, dominasi permainan di babak kedua gagal membuahkan hasil karena faktor keberuntungan dan penyelesaian akhir yang sulit.
"Pemain sudah melakukan segalanya. Secara keseluruhan kami lebih mendominasi di babak kedua, namun kami kurang beruntung karena tidak bisa mencetak gol," ujar Luka Dumancic.
Meski posisi tim sedang terjepit, Luka tetap optimis dan meminta seluruh suporter Persis Solo untuk tidak kehilangan harapan.
"Kami akan lebih berjuang hingga akhir karena kita punya peluang untuk bertahan. Saya harap semua pihak terus percaya pada kami," tambahnya.
Penilaian Bernardo Tavares dan Milomir Seslija
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai hasil imbang ini cukup adil mengingat tingginya intensitas pertandingan.
Ia mengakui timnya sempat mendominasi di awal laga namun terkendala cedera pemain di babak kedua.
Di sisi lain, pelatih Persis, Milomir Seslija (Milo), menyayangkan sikap pemainnya yang terlalu terburu-buru dalam mengejar gol kemenangan.
Meski begitu, Milo menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah hingga peluit akhir pekan ke-34 dibunyikan.
Kini, seluruh mata pendukung Laskar Sambernyawa tertuju pada laga Madura United.
Harapan mereka adalah Madura United terpeleset, sehingga nafas perjuangan Persis Solo masih bisa berlanjut di dua laga sisa melawan Dewa United dan Persita Tangerang.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo