SOLOBALAPAN, SOLO — Dinamika di papan bawah Super League 2025/2026 kian mendebarkan. Sedikitnya sepuluh tim di papan bawah masih harus berjuang ekstra keras untuk menjauh dari ancaman degradasi, termasuk Persis Solo.
Laskar Sambernyawa kini menatap lima laga sisa sebagai pertandingan hidup mati demi mempertahankan posisi di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Kemenangan tipis 2-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Manahan pada Rabu (22/4/2026) menjadi modal berharga bagi Andrei Alba dan kawan-kawan.
Meski selisih poin di zona merah terbilang sangat tipis, tambahan tiga poin tersebut memberikan napas baru bagi perjuangan tim kebanggaan wong Solo ini.
Manajemen Yakin Persis Mampu Lewati Tekanan
Komisaris PT Persis Solo Saestu, Adityo Rimbo, menegaskan bahwa pihak manajemen tetap menaruh kepercayaan tinggi kepada seluruh elemen tim.
Menghadiri acara nonton bareng bersama suporter, Rimbo mengajak seluruh pihak untuk menjaga optimisme di tengah persaingan yang kian sengit.
"Intinya kita tetap optimis, kita harus optimis bahwa Persis bakal bisa stay di Liga 1, pasti itu. Mohon doanya teman-teman semuanya," ujar Adityo Rimbo.
Menurutnya, hasil positif kontra Bhayangkara bukan sekadar soal angka di klasemen, melainkan suntikan moral krusial bagi pemain untuk menghadapi jadwal berat di depan mata.
Persiapan Matang Menuju GBK
Fokus utama Laskar Sambernyawa kini tertuju pada laga tandang kontra Persija Jakarta yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (27/4/2026).
Rimbo bahkan turun langsung memantau sesi latihan resmi di Manahan guna memastikan staf kepelatihan dan pemain dalam kondisi siap tempur 100 persen.
Manajemen menargetkan poin maksimal dalam laga tersebut untuk memperlebar jarak dari kejaran tim-tim di bawahnya.
Terlebih, tim mendapatkan kabar baik mengenai potensi kembalinya striker andalan, Roman Paparyha, yang diharapkan bisa menambah daya dobrak di lini depan saat menghadapi Macan Kemayoran.
Lima Laga Final di Akhir Musim
Perjuangan Persis Solo di penghujung musim ini dipastikan tidak mudah karena akan menghadapi tim-tim tangguh secara berturut-turut:
-
Persija Jakarta (27 April)
-
Malut United (2 Mei)
-
Persebaya Surabaya (9 Mei)
-
Dewa United (16 Mei)
-
Persita Tangerang (23 Mei)
Meski mengakui tantangan yang dihadapi sangat berat, Rimbo menegaskan dirinya sangat yakin Persis Solo akan mampu melewati tekanan ini.
Pertandingan melawan Persija Jakarta akan menjadi titik balik penting; kemenangan akan menjaga asa bertahan, sementara bagi Persija, poin penuh dibutuhkan untuk tetap berada di jalur perburuan gelar juara.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo