SOLOBALAPAN, SURAKARTA - Kemenangan telak Persis Solo atas Bali United di Stadion Manahan pada Kamis (12/3/2026) malam menyisakan cerita dramatis yang sempat membuat publik sepak bola Solo tegang.
Penjaga gawang utama Laskar Sambernyawa, Muhammad Riyandi, mengalami insiden horor yang menyebabkannya pingsan di tengah lapangan.
Riyandi dilaporkan mengalami tongue swallowing atau lidah tertelan setelah terlibat benturan keras saat berupaya menghalau bola.
Kesiapasiagaan tim medis dalam memberikan pertolongan pertama menjadi kunci krusial dalam menyelamatkan nyawa sang kiper di masa kritis tersebut.
Kronologi Cedera Muhammad Riyandi
Insiden bermula ketika Riyandi melompat untuk meninju bola, namun ia kehilangan keseimbangan setelah berbenturan dengan Jens Raven dan Alex Van Djin.
Riyandi terjatuh dengan posisi pundak dan leher menghantam permukaan lapangan terlebih dahulu.
Benturan keras pada area vital tersebut membuat kiper berusia 26 tahun itu tak sadarkan diri selama kurang lebih satu hingga dua menit dengan kondisi mulut tertutup rapat.
Dokter tim Persis Solo, dr. Iwan Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa saat pingsan, terdapat dugaan kuat Riyandi mengalami kondisi lidah tertelan.
"Setelah dibebaskan jalan napasnya, Riyandi bisa membuka mata dan berkomunikasi dengan baik. Kemudian kita pasangkan oksigen dan dilarikan ke RS JIH untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas dr. Iwan.
Beruntung, hasil observasi menunjukkan Riyandi hanya mengalami ketegangan otot leher dan sudah diperbolehkan rawat jalan.
Mengenal Apa Itu Tongue Swallowing
Istilah tongue swallowing atau lidah tertelan sebenarnya adalah kondisi di mana pangkal lidah jatuh ke arah belakang dan menutup saluran pernapasan.
Hal ini biasanya terjadi saat seseorang kehilangan kesadaran secara mendadak akibat benturan keras di kepala atau leher.
Kondisi ini membuat otot-otot di sekitar lidah menjadi sangat lemas sehingga menghalangi aliran udara menuju paru-paru.
Dalam dunia sepak bola yang penuh dengan kontak fisik, risiko ini tergolong nyata.
Cedera saat duel udara atau jatuh dalam posisi tidak ideal dapat memicu otot lidah menutup jalur napas.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kekurangan oksigen yang fatal pada organ vital.
Penanganan Darurat di Lapangan
Tindakan cepat dan tepat sangat diperlukan dalam menangani tongue swallowing. Berikut adalah langkah-langkah medis darurat yang umum dilakukan untuk membuka kembali jalan napas:
| Teknik Penanganan | Cara Melakukan | Tujuan |
| Head-Tilt & Chin-Lift | Menengadahkan kepala dan mengangkat dagu korban. | Menggeser posisi pangkal lidah agar tidak menutupi tenggorokan. |
| Jaw Thrust | Mendorong rahang bawah ke arah depan. | Membuka jalan napas tanpa menggerakkan leher (aman jika ada risiko cedera tulang belakang). |
| Pemberian Oksigen | Menggunakan masker oksigen setelah sadar. | Memastikan asupan oksigen ke otak dan jantung kembali normal. |
Biodata Singkat Muhammad Riyandi
Berikut adalah profil singkat kiper andalan Persis Solo yang terlibat dalam insiden tersebut:
-
Nama Lengkap: Muhammad Riyandi
-
Tempat, Tanggal Lahir: Bogor, 3 Januari 2000
-
Klub: Persis Solo
-
Posisi: Penjaga Gawang (Goalkeeper)
-
Status Kesehatan: Pemulihan dari ketegangan otot leher (Rawat Jalan).
Insiden yang dialami Riyandi menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen sepak bola mengenai pentingnya protokol medis yang ketat di setiap pertandingan.
Edukasi mengenai penanganan lidah tertelan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pemain dan staf pelatih agar mampu merespons situasi darurat dengan lebih tenang.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo