SOLOBALAPAN.COM, SOLO - Stadion Manahan kembali menjadi saksi bisu keterpurukan Persis Solo.
Kekalahan memalukan 1-3 dari Persita Tangerang, Minggu (4/1), membuat Laskar Sambernyawa kian terbenam di dasar klasemen sementara Super League 2025/2026.
Pelatih Kepala Persis Solo, Milomir Seslija, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Rencana permainan (game plan) yang disusunnya hancur berantakan akibat banjir kesalahan yang dilakukan para pemain sendiri.
Kebobolan Gol "Hafalan"
Milo—sapaan akrabnya—sorot tajam lini pertahanan yang gagal mengantisipasi situasi bola mati.
Padahal, skema tersebut sudah "dikuliti" habis-habisan saat sesi latihan.
"Kami tidak bisa mengeksekusi rencana dengan baik. Gol pertama dari situasi sepak pojok sebenarnya sudah kami antisipasi dalam latihan, tetapi reaksi pemain kurang baik," keluh Milo usai laga.
Tak hanya itu, gol kedua dan ketiga lawan juga disebut murni karena kelengahan pemain dalam membaca pergerakan musuh.
"Sejujurnya, kami terlalu banyak melakukan kesalahan sehingga rencana permainan tidak berjalan," tegas pelatih asal Bosnia tersebut.
Hat-trick Kekalahan Milo
Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Milo sejak kembali dipercaya menahkodai Persis.
Dalam tiga laga terakhir (vs Dewa United, Persik Kediri, dan Persita), Laskar Sambernyawa selalu tumbang alias nol poin.
Hingga pekan ke-16, Persis baru mengoleksi 7 poin dari hasil 1 kemenangan, 4 imbang, dan 11 kekalahan.
Statistik yang sangat mengkhawatirkan bagi tim yang ingin bertahan di kasta tertinggi.
Isyarat Rombak Tim
Melihat kondisi tim yang kritis, Milo menegaskan perlunya langkah drastis. Ia mengisyaratkan akan ada perubahan komposisi pemain dan menuntut anak asuhnya melakukan evaluasi diri secara serius.
"Kami harus melakukan banyak perubahan dan meningkatkan kualitas tim. Meski kami bekerja keras di latihan, rencana belum bisa berjalan dengan baik. Namun, kami akan terus berjuang dan berusaha bangkit," pungkasnya. (nik/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo