SOLOBALAPAN.COM – Lini pertahanan Persis Solo kini resmi menjadi sorotan utama.
Hingga pekan ke-12 BRI Super League 2025/2026, gawang Laskar Sambernyawa telah dijebol sebanyak 22 kali.
Angka ini menempatkan Persis sebagai tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di kompetisi sejauh ini.
Ironisnya, dalam laga terakhir Derby Mataram melawan PSIM Yogyakarta (8/11) lalu, Persis kembali kebobolan dua gol mudah meskipun sang lawan hanya menciptakan dua peluang matang sepanjang laga.
'Kami Tidak Memberikan Banyak Peluang, tapi Tetap Kebobolan'
Bek andalan Persis Solo asal Belanda, Xandro Schenk, akhirnya buka suara mengenai rapuhnya pertahanan tim.
Ia mengakui bahwa lini belakang perlu berbenah serius, namun ia juga merasa faktor ketidakberuntungan atau "sial" turut berperan.
"Ya tentu saja dalam beberapa situasi kami perlu bertahan lebih baik. Tapi kadang juga memang agak sial atau tidak beruntung," ujar Schenk.
Ia mencontohkan laga melawan PSIM. Persis sebenarnya tampil dominan dengan 19 tembakan (5 on target), sementara PSIM hanya punya 2 peluang dan keduanya langsung berbuah gol.
"Kalau melihat pertandingan melawan PSIM, saya rasa kami tidak memberikan banyak peluang, tapi tetap saja kebobolan dua gol," keluhnya.
Soroti Kualitas Lawan dan Gagal Clean Sheet
Dua gol PSIM malam itu memang tercipta akibat kesalahan individu (blunder kiper Gianluca Pandeynuwu) dan gol berkualitas dari Ze Valente (tendangan jarak jauh).
"Kalau lihat golnya, ada yang tembakannya mungkin dari jarak 25 meter atau lebih. Itu kualitas dari lawan juga. Tapi tentu saja, kami harus bisa memperbaiki hal ini ke depan,” tambah Schenk.
Yang lebih mengkhawatirkan, dari 12 laga yang sudah dijalani, Persis Solo belum pernah sekalipun mencatatkan clean sheet (tidak kebobolan).
"Saya tahu kami adalah salah satu tim yang paling banyak kebobolan di liga. Jadi kami harus bisa meningkatkan pertahanan dalam permainan kami,” tegasnya.
Tetap Ambil Sisi Positif
Meski statistik pertahanan sangat buruk, Schenk tetap mencoba mengambil sisi positif dari hasil imbang 2-2 melawan PSIM.
Comeback dramatis di menit akhir berkat gol Kodai Tanaka dan Cleylton Santos berhasil memutus tren tiga kekalahan beruntun Persis Solo.
"Kalau melihat kami tertinggal di babak pertama, tentu tidak puas. Tapi secara keseluruhan, kami menunjukkan karakter... Saya pribadi memuji perjuangan rekan-rekan di lapangan,” tutupnya. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo