Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Jelang Derby Mataram Persis Solo vs PSIM, Peter de Roo Justru Dinonaktifkan? Ini Kata Kapten Sambernyawa

Mannisa Elfira • Rabu, 5 November 2025 | 22:44 WIB
Peter de Roo pelatih Persis Solo.
Peter de Roo pelatih Persis Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Tuntutan suporter Persis Solo agar Peter de Roo mundur dari kursi pelatih tampaknya telah dikabulkan.

Sebuah video yang beredar di kalangan suporter pada Senin (3/11/2025) malam, memperlihatkan momen krusial saat kapten tim, Eky Taufik, diduga membocorkan status sang pelatih.

Dalam video tersebut, Eky Taufik, didampingi Media Officer Bryan Barcelona, terdengar jelas memberikan pernyataan kepada perwakilan suporter yang hadir di lapangan latihan.

"Coach Peter juga sudah dinonaktifkan," demikian sepenggal ucapan Eky dalam video yang langsung viral tersebut.

Kabar ini meledak hanya lima hari menjelang laga super krusial dan penuh gengsi: Derby Mataram melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Manahan, Sabtu (8/11/2025) mendatang.

Suporter 'Geruduk' Latihan, Malah Dapat Kabar Baik

Bocoran ini terungkap saat sejumlah elemen suporter, termasuk DPP Pasoepati, Garis Keras Sambernyawa, dan Surakartans, mendatangi Lapangan Mudal, Boyolali, tempat tim berlatih.

Presiden DPP Pasoepati, Arif Djodi Purnomo, membenarkan bahwa kedatangan mereka awalnya adalah untuk melancarkan protes keras kepada Peter de Roo.

"Kami hadir di lapangan Mudal Boyolali untuk memberikan support ke pemain dan berencana protes ke pelatih," beber Djodi kepada Jawa Pos Radar Solo.

Namun, niat protes itu urung dilakukan.

"Akan tetapi ketika sampai di lapangan, kami mendapat kabar ini (penonaktifan Peter de Roo) dari Mas Eky dan Mas Bona (Bryan Barcelona), dan akan segera dirilis oleh official Persis," lanjutnya.

Buntut 9 Laga Tanpa Kemenangan

Desakan #PeterOut memang sudah menggema sejak lama.

Puncaknya terjadi setelah Persis Solo dipermalukan Malut United di kandang, dan kembali kalah dari Persebaya Surabaya akhir pekan lalu.

Kekalahan tersebut memperpanjang rekor puasa kemenangan Persis menjadi sembilan pertandingan beruntun dan membenamkan tim di peringkat ke-17 zona degradasi.

Bagi suporter, kabar dinonaktifkannya Peter de Roo adalah sebuah kemenangan.

"Andai kata penonaktifan ini benar, Djodi mengaku bersyukur atas langkah yang diambil Persis Solo. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi bukti bahwa suara suporter akhirnya didengar," tulis Jawa Pos Radar Solo.

Lalu, Siapa Pelatih di Derby Mataram?

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Persis Solo belum memberikan pernyataan resmi mengenai pencopotan Peter de Roo maupun siapa yang akan menjadi pelatih kepala sementara (caretaker).

Kekosongan pelatih di H-5 laga terpenting musim ini menjadi sebuah krisis baru.

Suporter kini hanya bisa berharap siapa pun yang akan memimpin tim di Derby Mataram nanti adalah sosok yang mau mendengarkan masukan.

"Siapapun yang akan menjadi pelatih sementara Persis besok, kami berharap pelatih mau mendengarkan masukan, baik dari pemain maupun dari pihak suporter.

Serta bisa membangun chemistry di dalam tim agar Persis tidak lagi terkesan tim anti kritik," tegas Djodi. (nis/did)

 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#sambernyawa #psim #dinonaktifkan #persis solo #Peter de Roo #derby mataram