SOLOBALAPAN.COM - Dua kekalahan menyakitkan yang terjadi di menit-menit akhir pertandingan menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar bagi pelatih Persis Solo, Peter de Roo.
Jelang laga kandang krusial melawan Arema FC, ia secara khusus mengevaluasi "penyakit" gagal fokus yang membuat timnya kehilangan poin berharga.
Rentetan hasil buruk ini membuat Laskar Sambernyawa kini terjerembab di posisi juru kunci atau peringkat ke-18 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.
Dua Kali Terhukum di Injury Time
Masalah ini menjadi sorotan tajam setelah terjadi dalam dua laga terakhir secara beruntun:
-
vs Persijap Jepara (13 September): Kalah 1-2 akibat gol penalti lawan pada menit ke-90+13.
-
vs Borneo FC (22 September): Kalah 0-1 setelah kebobolan gol di masa injury time.
Pola kebobolan di penghujung laga ini menunjukkan adanya masalah konsentrasi yang kronis di dalam tim.
Evaluasi Tegas dari Peter de Roo
Peter de Roo menegaskan bahwa timnya harus segera berbenah.
Menurutnya, kehilangan fokus di menit-menit krusial adalah hal yang tidak bisa ditoleransi.
“Dalam sepak bola, kita tidak boleh mengabaikan menit-menit akhir laga. Semua gol last minute itu datang karena fokus yang berkurang, dan ini akan kita perbaiki,” ujar de Roo.
Ia menekankan pentingnya menjaga konsentrasi hingga wasit benar-benar meniup peluit panjang.
Misi Wajib Menang Lawan Arema FC
Laga melawan Arema FC di Stadion Manahan akhir pekan ini menjadi sangat krusial.
Dengan koleksi hanya 4 poin dari enam laga, kemenangan menjadi harga mati bagi Persis Solo untuk bisa keluar dari zona degradasi dan mengembalikan kepercayaan diri tim.
Publik dan para suporter kini menantikan apakah evaluasi dari Peter de Roo akan membuahkan hasil, atau "penyakit menit akhir" ini akan kembali menghantui Laskar Sambernyawa. (did)