SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo harus puas membawa pulang satu poin setelah ditahan imbang 2-2 oleh tim promosi, PSBS Biak, dalam laga pekan ketiga BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (23/8) sore.
Bek sayap Jordy Tutuarima tampil sebagai penyelamat Laskar Sambernyawa dari kekalahan.
Meskipun menjadi pahlawan, pemain berdarah Belanda-Indonesia ini justru merasa kecewa. Ia secara terbuka menyatakan bahwa hasil imbang ini terasa seperti sebuah kekalahan bagi timnya.
Jalannya Laga: Drama Saling Balas Gol
Persis Solo sebenarnya mengawali pertandingan dengan sangat baik.
Laga baru berjalan delapan menit, Sho Yamamoto berhasil membuka keunggulan lewat tendangan kerasnya, membawa Persis memimpin 0-1.
Namun, PSBS Biak yang tampil ngotot berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-32 melalui gol Ruyery Alfonso.
Di babak kedua, Badai Pasifik bahkan berbalik unggul 2-1 setelah Luquinhas sukses mengeksekusi hadiah penalti pada menit ke-68.
Tertinggal, Persis meningkatkan serangan. Pada menit ke-78, Jordy Tutuarima berhasil mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan situasi bola mati, dan skor 2-2 bertahan hingga laga usai.
'Hasil Seri Ini Rasanya Seperti Kekalahan'
Dalam sesi konferensi pers pasca-laga, Jordy Tutuarima tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Meskipun golnya menyelamatkan tim, ia merasa Persis seharusnya bisa meraih hasil yang lebih baik.
"Sulit untuk bermain agresif ketika kita sudah kebobolan gol... Hasil imbang ini rasanya seperti kekalahan karena kita sempat mengontrol pertandingan dalam beberapa momen," ujar Jordy.
Pemain berusia 32 tahun ini bertekad untuk segera bangkit dan mempersiapkan diri lebih baik untuk pertandingan selanjutnya.
Tertahan di Papan Tengah
Hasil imbang ini membuat Persis Solo tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 4 poin dari tiga pertandingan (1 menang, 1 imbang, 1 kalah).
Skuad asuhan Peter de Roo kini dihadapkan pada tugas berat untuk kembali ke jalur kemenangan pada pekan keempat. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo