SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo harus mengakui keunggulan tamunya, Persija Jakarta, setelah dibantai 0-3 dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu (16/8/2025) malam.
Kekalahan ini menjadi kekecewaan besar bagi Laskar Sambernyawa -sebutan Persis Solo- yang bermain di kandang sendiri.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, duel antara sesama tim pendiri PSSI ini sudah berlangsung panas.
Kedua tim saling jual beli serangan di hadapan 13.000 pasang mata.
Namun, petaka datang saat pemain andalan Persis, Kodai Tanaka, harus ditarik keluar di menit ke-31 karena cedera.
Sebelumnya, Kodai hampir saja mencetak gol andai sundulannya tidak membentur tiang gawang.
Kehilangan Kodai membuat pelatih Persis, Peter De Roo, terpaksa memasukkan Irfan Jauhari.
Setelah itu, roda permainan didominasi oleh tim tamu. Gustavo Franca membuka keunggulan Persija Jakarta lewat gol di penghujung babak pertama.
Gol ini tercipta setelah tepisan kiper M. Riyandi dari tendangan sudut jatuh ke kaki Franca, yang langsung membawa Persija unggul 0-1 pada menit 45+1’.
Usai turun minum, Maxwell Souza menggandakan keunggulan menjadi 0-2 di menit ke-62.
Pesta gol Macan Kemayoran ditutup oleh Eksel Runtukahu, yang membuat skor akhir menjadi 0-3.
Persis sempat mencetak gol lewat Althaf Indie pada menit ke-86, namun dianulir oleh VAR karena dianggap offside terlebih dahulu.
Dengan hasil ini, Persis Solo turun ke peringkat enam klasemen sementara dengan koleksi tiga poin dari satu kemenangan dan satu kekalahan.
Sementara itu, Persija Jakarta mantap di puncak klasemen dengan torehan enam poin penuh dari dua kemenangan.
Komentar Pelatih Persis Solo Peter De Roo
Usai laga, Peter De Roo tak bisa menutupi rasa kecewanya. Menurut pelatih asal Belanda itu, secara kualitas Persija tidak jauh berbeda dengan timnya.
"Tapi kami memang kalah karena kesalahan kita sendiri. Di babak pertama tadi kita punya banyak momentum, namun belum sempurna dari positioning. Ini harus diperbaiki di pertandingan selanjutnya," ucapnya.
Di babak kedua, dinamika permainan berubah setelah timnya kebobolan di penghujung babak pertama.
"Sekali lagi saya menekankan untuk fokus kepada hal yang bisa kami kontrol. Kami harus belajar untuk bisa keluar dari tekanan-tekanan di atas lapangan. Tadi bisa dilihat 15-20 menit terakhir, kami bermain tidak terlalu cerdas," paparnya.
"Secara singkat menurut saya hasilnya mengecewakan. Seharusnya kami bisa mendapatkan hal yang lebih pantas untuk pertandingan hari ini," tegasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram