SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo akhirnya mendapat angin segar di sektor pertahanan setelah sempat dilanda badai cedera dan sanksi kartu.
Musim ini, bongkar pasang di lini belakang menjadi tantangan tersendiri bagi tim berjuluk Laskar Sambernyawa.
Masalah dimulai sejak putaran pertama, ketika bek tengah Ricardo Lima harus menepi panjang akibat cedera ACL yang ia alami dalam laga kontra Semen Padang, 29 September 2024 lalu.
Untuk menutup kekosongan tersebut, Persis mendatangkan Cleylton Santos di bursa transfer paruh musim.
Namun debut Cleylton tak berjalan mulus. Ia langsung diganjar kartu merah saat melawan PSM Makassar di Stadion Manahan (13 Januari), membuatnya absen tiga laga berikutnya.
Masalah bertambah ketika Eduardo Kunde, pilar penting lainnya di jantung pertahanan, mengalami cedera pangkal paha.
Ia absen sejak pertandingan melawan Malut United pada 12 April. Beruntung, kini Kunde telah pulih dan siap merumput kembali.
Situasi ini memaksa pelatih Ong Kim Swee (OKS) memutar otak. Beberapa pemain ditempatkan di luar posisi natural mereka.
Nama-nama seperti Eky Taufik dan Sutanto Tan bahkan sempat diplot sebagai bek tengah darurat.
"Eky dan Sutanto bisa menjadi solusi sementara. Saat diturunkan, mereka menunjukkan performa yang cukup solid," ujar OKS.
Ia mengakui bahwa sektor belakang memang paling terdampak, baik karena cedera maupun akumulasi kartu. Meski begitu, ia tetap memercayai kemampuan anak-anak asuhnya.
"Saya harap siapa pun yang diturunkan, entah itu Eky, Sutanto, Kunde, atau Cleylton, bisa menjalankan tugas dengan maksimal. Fokus kami memperbaiki rekor kandang, terutama di Manahan," tambahnya.
Persis Solo akan menjalani laga krusial menghadapi Persita Tangerang sore ini.
Tiga pertandingan kandang terakhir mereka berakhir tanpa kemenangan, sebuah catatan yang menjadi perhatian serius tim pelatih.
"Kita perlu perbaiki rekor tersebut. Saya percaya jika para pemain menunjukkan mentalitas positif seperti saat menang atas Barito Putera pekan lalu, hasil baik akan menyusul," tegas pelatih asal Malaysia itu. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo