SOLOBALAPAN.COM - Pendukung PSIM Jogja, baik Brajamusti maupun The Maident, mulai memberikan ucapan selamat untuk tim kesayangan mereka yang berhasil promosi ke Liga 1.
Salah satu ungkapan yang viral di media sosial adalah “Kulonuwun Surakarta”, sebuah salam yang menyambut pertandingan final Liga 2 2024/2025, yang akan dilaksanakan di Stadion Manahan, Solo, pada 26 Februari mendatang.
Perlu diketahui, laga final antara PSIM Jogja dan Bhayangkara Presisi FC yang sebelumnya direncanakan digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, terpaksa dipindahkan ke Stadion Manahan, Solo.
Keputusan ini telah dikonfirmasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta yang bertanggung jawab atas pengelolaan stadion.
Dalam sebuah unggahan Instagram, akun @brajamusti_yk memposting permohonan izin dengan kalimat "Mohon izin juara di Manahan" dan menandai beberapa elemen pendukung Persis Solo yang juga menantikan pertandingan tersebut.
Presiden DPP Pasoepati, Agoes Warsoep, menyampaikan ucapan selamat kepada Brajamusti dan The Maident atas promosi PSIM ke Liga 1.
Dia juga berharap agar PSIM dan Persis Solo dapat bertemu dalam pertandingan Liga 1 musim depan.
"Selamat untuk teman-teman Brajamusti dan Maident. Derby Mataram akan sangat dinantikan. Kami berharap Persis segera keluar dari zona degradasi, kami akan tetap optimistis dan mendukung apapun kondisinya.
Semoga juga aturan larangan away bisa segera dicabut musim depan," ujar Agoes saat diwawancarai oleh Jawa Pos Radar Solo.
Selain itu, perwakilan Ultras 1923, Beto, juga tidak ketinggalan memberikan selamat kepada PSIM Jogja dan seluruh pendukungnya atas pencapaian besar ini.
Beto berharap Derby Mataram yang akan berlangsung di Liga 1 musim depan bisa menjadi ujian menarik bagi kedua tim.
"Derby Mataram musim depan akan menjadi ujian pertama setelah Mataram Is Love atau Mataram Islah muncul pasca insiden Kanjuruhan," ujar Beto.
Namun, meski memberikan ucapan selamat, Beto juga menyampaikan bahwa bagi sebagian suporter Persis Solo, perayaan PSIM Jogja yang diperkirakan akan meraih juara Liga 2 musim ini terasa agak hambar.
"Kebahagiaan yang akan dirasakan oleh mereka menjadi sebuah anomali bagi kami, karena kondisi Persis Solo yang sedang dalam perhatian dan keprihatinan suporter bola Solo," tambahnya.
Beto menegaskan bahwa ini bukanlah sebuah penolakan terhadap kebahagiaan PSIM, melainkan ungkapan perasaan yang berbeda dengan apa yang sedang dialami oleh suporter Persis Solo saat ini.
Perbedaan perasaan antara suporter PSIM dan Persis Solo mencerminkan rivalitas yang semakin intens, terutama dengan adanya kemungkinan pertandingan Derby Mataram di Liga 1 musim depan.
Harapan kedua belah pihak adalah agar masing-masing tim bisa berkembang, dan persaingan mereka membawa dampak positif bagi kualitas sepak bola Indonesia. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo