SOLOBALAPAN.COM - Persis Solo kembali menghadapi masalah disiplin yang menghantui mereka sepanjang musim ini.
Setelah mendapat peringatan dari pelatih Ong Kim Swee, masalah kartu merah tetap menjadi persoalan yang sulit diatasi oleh Laskar Sambernyawa.
Pada laga melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan, Minggu (26/1/2025), yang berakhir dengan skor 3-3, Persis Solo kembali harus kehilangan seorang pemain akibat kartu merah.
Kali ini, giliran Rizky Dwi Febrianto yang harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Bek asal Borneo FC tersebut diganjar dua kartu kuning pada menit ke-14 dan 83', yang membuatnya diusir oleh wasit.
Ini menjadi kartu merah keenam bagi Persis Solo dalam delapan pertandingan terakhir.
Hanya pada dua laga melawan Arema FC dan Dewa United mereka terhindar dari hukuman kartu merah.
Sebelumnya, kartu merah juga menghantui Persis Solo melalui sejumlah pemain, antara lain Giovani Numberi yang diusir saat melawan Persita Tangerang (8/12/2024), Ramadhan Sananta saat melawan PSBS Biak (16/12/2024).
Tak hanya itu, empat kartu merah berturut-turut yang diterima oleh Sutanto Tan, Cleylton Santos, dan Jordy Tutuarima dalam pertandingan melawan Persib Bandung (29/12), PSM Makassar (13/1), dan PSIS Semarang (20/1).
Kartu merah yang terus menghujani tim ini sangat merugikan.
Terutama karena dalam pertandingan melawan Persija Jakarta, mereka hanya mampu bermain imbang meskipun lawan mereka juga bermain dengan 10 pemain setelah Rio Fahmi diusir wasit pada menit ke-48.
Di sisi lain, Persis Solo sejatinya tampil cukup percaya diri pada laga pekan ke-20 ini.
Mereka berhasil membuka keunggulan lebih dulu lewat gol cepat Fransiskus Alessandro pada menit keenam, setelah memanfaatkan umpan matang dari Althaf Indie. Skor 1-0 untuk Persis Solo.
Namun, Persija tidak tinggal diam dan segera membalas pada menit ke-24.
Ryo Matsumura, mantan pemain Persis Solo, berhasil menyamakan kedudukan setelah melepaskan tembakan ke tiang jauh yang tidak dapat dijangkau oleh kiper Muhammad Riyandi. Skor 1-1.
Persis Solo kembali memimpin pada menit ke-51 melalui Lautaro Belleggia yang menyelesaikan umpan silang dengan baik, membawa skor menjadi 2-1.
Namun, Persija kembali menyamakan kedudukan 2-2 lewat gol Gustavo, dan persaingan pun semakin sengit.
Pada menit ke-65, Ryo Matsumura kembali tampil sebagai bintang dengan mencetak gol kedua bagi Persija, membawa mereka unggul 3-2.
Dua gol dan satu assist membuat Matsumura layak disebut sebagai "mantan menyakitkan" bagi Persis Solo.
Namun, Persis Solo tidak menyerah begitu saja. Pada menit ke-72, Lautaro Belleggia mencetak gol keduanya dan memastikan skor tetap imbang 3-3 hingga pertandingan berakhir.
Meskipun berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir, hasil imbang ini terasa seperti kerugian besar bagi Persis Solo, yang masih terjebak di zona degradasi.
Dengan hanya 14 poin dari tiga kemenangan, lima hasil seri, dan 12 kekalahan, mereka tetap berada di posisi ke-17 dari 18 tim.
Di sisi lain, hasil imbang ini justru membawa berkah bagi Persija Jakarta.
Dengan tambahan satu poin, mereka berhasil menggeser Persebaya Surabaya ke posisi kedua klasemen sementara dengan 38 poin, hanya tertinggal lima poin dari pemimpin klasemen, Persib Bandung, yang mengoleksi 43 poin.
Secara keseluruhan, meski mampu menunjukkan semangat juang yang tinggi, Persis Solo harus segera menemukan solusi untuk masalah disiplin ini agar tidak terus terperosok ke dalam zona degradasi.
Sementara itu, Persija Jakarta menunjukkan performa solid meski bermain imbang, dan terus menjaga harapan mereka untuk mengejar gelar juara Liga 1 musim ini. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo