SOLOBALAPAN.COM – BYD resmi membuka babak baru pasar otomotif nasional lewat peluncuran BYD M6 DM, mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pertama mereka di Indonesia.
Baru diperkenalkan kemarin sore, MPV 7-seater ini langsung mencuri perhatian karena membawa teknologi Dual Mode (DM) dan klaim efisiensi bahan bakar yang cukup mencengangkan.
Pertanyaannya, seberapa irit sebenarnya BYD M6 DM?
Jawabannya cukup mengejutkan. Berdasarkan klaim pabrikan, BYD M6 DM mampu mencatat konsumsi BBM rata-rata hingga 65 km per liter. Angka itu bahkan disebut-sebut setara konsumsi bahan bakar motor skutik irit.
Peluncuran BYD M6 DM sekaligus menandai debut teknologi PHEV BYD di Indonesia. Sebelumnya, pabrikan asal China tersebut lebih fokus memasarkan mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV).
"EV murni merupakan arah jangka panjang menuju mobilitas dengan elektrifikasi penuh, sementara itu DM hadir sebagai solusi transisi yang dapat mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat saat ini. Keduanya dikembangkan dengan pondasi teknologi yang sama efisien dan cerdas. Dua teknologi dengan satu visi yang sama mendukung masa depan mobilitas yang berkelanjutan di Indonesia," kata President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao.
Ia menambahkan, "Karena teknologi yang baik harus mampu menjawab kebutuhan para penggunanya. Dan malam ini kami dengan bangga memperkenalkan filosofi BYD DM GASS yang dirancang untuk pasar Indonesia."
Filosofi GASS yang dimaksud merupakan singkatan dari Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.
Baca Juga: Bocoran Yamaha Mio 2026 Terkuak! Motor Irit Andalan Warga Ini Bakal Comeback Lebih Sporty?
Cara Kerja Teknologi BYD DM
Teknologi DM (Dual Mode) mengombinasikan sistem EV dan hybrid dengan pendekatan berbasis listrik.
Artinya, mobil memprioritaskan motor listrik sebagai sumber tenaga utama, sementara mesin bensin berfungsi mendukung efisiensi sekaligus menghasilkan energi saat diperlukan.
Dalam penggunaan harian di perkotaan, mobil dapat berjalan menggunakan mode listrik penuh.
Saat dipakai untuk perjalanan jauh, sistem hybrid akan mengambil peran untuk menjaga efisiensi dan mengurangi kekhawatiran soal jarak tempuh.
“Jadi BYD memilih waktunya untuk memperkenalkan teknologi baru, yang merupakan teknologi berdasarkan EV. Dan juga kendaraan ini dapat memberikan fleksibilitas, kenyamanan, dan juga menghilangkan kekhawatiran terhadap jarak tempuh,” ujar Eagle Zhou.
BYD M6 DM dibekali mesin bensin 4-silinder 1.500 cc yang dipadukan motor listrik serta baterai isi ulang eksternal. Kombinasi keduanya menghasilkan tenaga sekitar 197 dk.
"Ini inovasi teknologi dari BYD yang dirancang untuk memberikan efisiensi energi terbaik dan performa berkendara yang bertenaga," jelas Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia.
Mode EV Bisa Tembus 100 Km
Salah satu daya tarik utama BYD M6 DM ada pada kemampuan berkendara menggunakan listrik murni.
Mobil ini memakai BYD Blade Battery berkapasitas sekitar 18,3 kWh.
"Kapasitas baterainya sekitar 18,3 kWh yang bisa diisi ulang dengan AC dan DC charging," terang Bobby Barata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia.
Dalam kondisi baterai penuh, BYD M6 DM diklaim mampu melaju menggunakan mode listrik sejauh 100 km tanpa bantuan mesin bensin.
Untuk pengisian daya, AC charging mendukung hingga 6,6 kW dengan waktu sekitar lima jam sampai penuh. Sedangkan DC Fast Charging memungkinkan pengisian hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Klaim Jarak Tempuh 1.300 Km
Keunggulan lain yang membuat BYD M6 DM menarik adalah kemampuan jelajahnya.
Dengan tangki BBM 52 liter terisi penuh menggunakan bahan bakar oktan 92 ditambah baterai penuh, mobil ini diklaim dapat menempuh jarak hingga 1.300 km.
Angka tersebut setara perjalanan darat dari Jakarta menuju Pulau Lombok.
"Teknologi DM kami memberikan efisiensi yang tinggi untuk perjalanan di dalam kota maupun luar kota," terang Bobby.
Sistem penggeraknya sendiri mempunyai tiga mode utama yakni Pure EV Mode, HEV Series Mode, dan HEV Parallel Mode.
Pure EV Mode memungkinkan mobil bergerak hanya memakai motor listrik. Pada HEV Series Mode, mesin bensin bekerja ketika daya baterai turun untuk mengisi ulang energi. Sementara pada HEV Parallel Mode, motor listrik dan mesin bensin bekerja bersamaan menggerakkan roda.
Meski spesifikasi efisiensinya sudah diumumkan, BYD hingga kini masih belum membuka harga resmi BYD M6 DM untuk pasar Indonesia. Namun konsumen disebut sudah bisa mencoba unit tersebut melalui jaringan dealer resmi BYD di Tanah Air.
“Mulai besok konsumen sudah bisa mendatangi dealer resmi BYD di Indonesia, untuk mencoba kendaraan terbaru kami,” kata Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhou. (lz)
Editor : Laila Zakiya