SOLOBALAPAN.COM – Harga resmi sepeda motor listrik Honda EM1 e: akhirnya diumumkan PT Astra Honda Motor (AHM) di AHM Safety Riding & Training Center Deltamas, Jawa Barat pada Kamis (21/12).
Tak ketinggalan, PT AHM memperkenalkan pilihan terbaru Honda EM1 e: Plus.
Setelah mendapat bantuan pemerintah untuk pembelian motor listrik, Honda EMI e: dipasarkan dengan harga Rp 33 juta.
Di sisi lain, Honda EM1 e: Plus hanya bersilisih setengah juta dari saudaranya alias berada di harga Rp 33.500.000.
Honda EMI e: dan Honda EMI e: Plus pun siap memberikan pengalaman berkendara baru yang menyenangkan dengan dukungan layanan penjualan dan purna jual Honda yang terbaik.
Honda EM1 e: Plus dilengkapi dengan rear carrier untuk memudahkan konsumen membawa barang tambahan, tanpa mengurangi kenyamanan saat boncengan, model ini juga dibalut dengan warna spesial yaitu excellent matte silver.
Di sektor desain, Honda EM1 e: dan Honda EM1 e: Plus menghadirkan desain modern dan compact yang memperhatikan kenyamanan penggunanya dengan material dengan bahan berkualitas tinggi,
Selain itu, kedua sepeda motor listrik itu juga dilengkapi digital panel meter, dek kaki luas, penyimpanan di bawah jok, soket pengisi daya USB, hingga pijakan kaki yang nyaman untuk pembonceng.
Tak hanya itu, inovasi utama pada produk ini terletak pada kemudahan opsi pengisian daya baterai yang dapat dilakukan secara langsung dengan off board charger maupun ditukar melalui fasilitas penukaran baterai.
Dengan fasilitas ini, pengguna dapat memilih pola pengisian daya sesuai dengan aktivitas keseharian yang dimiliki.
Bersamaan dengan peluncuran ini, AHM juga melakukan pendistribusian perdana Honda EM1 e: kepada konsumen.
Hal ini dilakukan sebagai tahap lanjut perwujudan komitmen kuat AHM dalam menghadirkan pilihan moda transportasi berkelanjutan yang ramah lingkungan di Indonesia.
Honda EM1 e: dan Honda EM1 e: Plus sendiri merupakan hasil karya anak bangsa yang diproduksi langsung di pabrik AHM yang berada di Pegangsaan, Jakarta Utara.
AHM juga menggandeng rantai bisnis lokal dalam produksi sepeda motor listrik sehingga kandungan komponen lokal mencapai angka di atas 40 persen.
Upaya ini sekaligus memenuhi syarat TKDN guna mendapatkan bantuan pemerintah untuk pembelian sepeda motor listrik bagi konsumen. (nik/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro