Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kapan Membaca Niat Puasa Ramadhan? Dibaca Sekali di Awal atau Setiap Hari? Ini Dia Penjelasan MUI

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 24 Februari 2025 | 05:16 WIB
Ilustrasi doa berbuka puasa yang benar.
Ilustrasi doa berbuka puasa yang benar.

SOLOBALAPAN.COM - Bulan Ramadhan 2025/1446 Hijriah akan segera datang, yang berarti umat Islam di seluruh dunia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh.

Sebagai salah satu rukun Islam, puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah baligh, berakal sehat, dan mampu menjalankannya.

Sebagai bagian dari ibadah puasa, niat menjadi salah satu syarat yang harus dilafalkan agar puasa tersebut sah menurut syariat Islam.

Hal ini ditegaskan dalam Hadist Riwayat Abu Daud yang menyatakan, "Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Abu Daud No. 2454, Tirmidzi No. 730).

Kapan Niat Puasa Ramadhan Harus Dibaca?

Menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, ada perbedaan pandangan terkait dengan waktu yang tepat untuk melafalkan niat puasa Ramadhan.

Dalam pandangan mazhab Maliki, niat puasa cukup dibaca sekali saja di awal Ramadhan, dan itu sudah mencakup seluruh bulan puasa.

“Dalam mazhab Maliki, niat untuk puasa Ramadhan itu cukup dilakukan sekali saja, yaitu di awal puasa,” ujar Anwar yang dikutip dari Kompas.com pada Selasa (12/3/2024).

Namun, tiga mazhab lainnya — Syafi'i, Hambali, dan Hanafi — memiliki pandangan berbeda, yang mengharuskan niat puasa diucapkan setiap malam.

Pengucapan niat ini bisa dilakukan kapan saja antara waktu Maghrib hingga sebelum Subuh, dan tidak harus bertepatan dengan waktu sahur atau menjelang Subuh.

Meski ada perbedaan pendapat, Anwar mengingatkan bahwa umat Islam tidak perlu khawatir dengan perbedaan ini.

"Silakan saja masing-masing akan mengikuti yang mana, karena masalah ini memang termasuk dalam kategori ikhtilaf atau perbedaan pendapat," tambahnya.

Hal ini menunjukkan adanya ruang untuk toleransi dan saling menghormati dalam pelaksanaan ibadah puasa.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

Terkait dengan bacaan niat puasa Ramadhan, berikut ini adalah dua versi yang bisa diucapkan oleh umat Islam, sesuai dengan pilihan mereka:

  1. Niat Puasa Ramadhan Harian
    "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala."
    Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

  2. Niat Puasa Ramadhan untuk Satu Bulan Penuh
    "Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala."
    Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta'ala."

Anwar juga menambahkan bahwa umat Islam yang tidak menghafal niat dalam bahasa Arab bisa mengucapkannya dalam bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia.

"Tidak (harus pakai bahasa Arab). Dalam bahasa Indonesia juga bisa," jelasnya.

Pada akhirnya, niat puasa Ramadhan menjadi bagian yang sangat penting dalam menjalankan ibadah puasa.

Walaupun ada perbedaan pandangan terkait kapan dan bagaimana niat harus diucapkan, setiap Muslim dapat memilih untuk mengikuti mazhab yang mereka yakini sesuai dengan pemahaman mereka.

Yang terpenting adalah kesungguhan niat untuk beribadah kepada Allah SWT selama bulan Ramadhan.

Seiring dengan itu, umat Islam juga dianjurkan untuk tetap menjaga toleransi dan saling menghormati perbedaan dalam praktik ibadah yang ada. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#niat puasa ramadhan #mui