Kata “Hah?” Ternyata Mirip di Berbagai Bahasa Dunia, Kok Bisa?

Adi Pras • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 18:26 WIB
Ilustrasi kata "Huh?". (DOK: Adhima)
Ilustrasi kata "Huh?". (DOK: Adhima)

SOLOBALAPAN.COM - Pernahkah kamu berbicara dengan orang yang menggunakan bahasa berbeda, tetapi tetap memahami maksud dari ekspresi “huh?” ketika tidak mendengar ucapan lawan bicara dengan jelas?

Menariknya, ungkapan pendek ini bukan hanya ditemukan dalam percakapan masyarakat Indonesia. Bentuk dan fungsinya juga memiliki kemiripan di berbagai bahasa dunia.

Hal ini dibahas dalam penelitian berjudul "Is “Huh?” a Universal Word? Conversational Infrastructure and the Convergent Evolution of Linguistic Items" yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLOS ONE pada 2013.

Baca Juga: Lagu The Hanging Tree dari The Hunger Games Menggema di Aksi Protes Paris, Ini Maknanya

Penelitian tersebut dilakukan oleh Mark Dingemanse, Francisco Torreira, dan N. J. Enfield untuk mengetahui mengapa ungkapan seperti “huh?” dapat ditemukan dalam berbagai bahasa yang berbeda.

Bukan Sekadar Ekspresi Kebingungan

Dalam percakapan sehari-hari, kata “hah?” biasanya digunakan ketika seseorang tidak mendengar perkataan dengan jelas, belum memahami maksud lawan bicara, atau meminta orang lain mengulangi ucapannya.

Misalnya, ketika temanmu mengatakan sesuatu sambil berbicara terlalu pelan, kamu mungkin spontan menjawab, “Hah? Apa tadi?”

Menurut penelitian tersebut, ungkapan semacam ini ditemukan dalam bentuk yang relatif mirip di berbagai bahasa.

Para peneliti membandingkan percakapan alami dari sepuluh bahasa yang berasal dari lima benua. Mereka juga mengumpulkan data dari penelitian terdahulu sehingga dapat melihat kemiripan ungkapan tersebut dalam 31 bahasa.

Meski terdengar sederhana, ungkapan ini memiliki fungsi penting dalam komunikasi. “Hah?” menjadi tanda bahwa pendengar mengalami kesulitan memahami ucapan sebelumnya dan membutuhkan penjelasan atau pengulangan dari lawan bicara

Mengapa Bunyi “Hah?” Bisa Mirip di Banyak Negara

Salah satu penjelasan yang diajukan para peneliti adalah convergent cultural evolution, atau evolusi budaya yang menghasilkan bentuk serupa. Sederhananya, masyarakat yang menggunakan bahasa berbeda bisa mengembangkan ungkapan yang mirip karena menghadapi kebutuhan komunikasi yang sama.

Baca Juga: Belajar dari Winnie the Pooh, Begini Cara Menyimpan Madu agar Awet

Ketika tidak memahami perkataan seseorang, manusia perlu memberikan respons yang singkat, mudah diucapkan, dan cukup jelas untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang perlu diulang.

Bunyi pendek dengan intonasi seperti pertanyaan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Itulah sebabnya ungkapan seperti “huh?” dalam bahasa Inggris dan bentuk serupa dalam bahasa lain bisa terdengar hampir sama, meskipun bahasa-bahasa tersebut tidak memiliki hubungan yang dekat.

Baca Juga: Peluang Tipis! Pengacara Olahraga Sebut Man City Hampir Mustahil Menang Banding

Kemiripan itu bukan berarti semua orang di dunia menggunakan kata yang benar-benar identik, melainkan karena mereka membutuhkan cara yang serupa untuk memperbaiki kesalahpahaman dalam percakapan.

Apakah “Hah?” Benar-Benar Menjadi Kata Universal?

Penelitian ini mengusulkan bahwa “huh?” dapat disebut sebagai kata universal dalam pengertian tertentu.

Namun, istilah tersebut perlu dipahami dengan hati-hati. Para peneliti tidak menyatakan bahwa setiap bahasa di dunia menggunakan bunyi yang persis sama.

Bentuk, pelafalan, dan intonasinya tetap dapat berbeda sesuai dengan sistem bahasa masing-masing. Kata tersebut juga tidak dianggap muncul secara otomatis sejak manusia lahir, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan berbahasa yang dipelajari dalam lingkungan sosial.

Dengan kata lain, yang cenderung universal adalah fungsi ungkapan pendek untuk meminta klarifikasi, sedangkan bentuk bunyinya dapat menyesuaikan bahasa yang digunakan.

Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi manusia memiliki sejumlah kebutuhan yang sama meskipun bahasa dan latar budayanya beragam.

Bahkan, ungkapan sesederhana “hah?” dapat menjadi contoh bagaimana manusia menemukan cara yang mirip untuk mengatasi kesalahpahaman.

Baca Juga: Ayunan Jantra, Permainan Tradisional Bali yang Menyimpan Filosofi Kehidupan

Jadi, lain kali kamu mendengar seseorang berkata “hah?”, ingat bahwa respons kecil tersebut bukan sekadar ekspresi kebingungan.

Di baliknya, ada mekanisme komunikasi yang membantu manusia memahami satu sama lain, bahkan ketika mereka berbicara dalam bahasa yang berbeda. (adhima aulia)

Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber
adhima aulia huh? hah? kata