SOLOBALAPAN.COM - Membeli sebuah kotak kecil, membayar dengan harga yang tidak selalu murah, lalu menunggu kejutan saat membukanya. Bagi sebagian orang, pengalaman ini mungkin terasa biasa saja. Namun, bagi penggemar blind box, momen membuka kemasan justru menjadi bagian paling menyenangkan yang membuat mereka ingin membeli lagi dan lagi.
Fenomena ini semakin ramai dibicarakan seiring populernya koleksi mainan karakter seperti Labubu dari Pop Mart. Tidak sedikit penggemar yang rela berburu seri tertentu demi mendapatkan karakter favorit atau figur langka. Masalahnya, isi kotak tidak bisa diketahui sebelum dibuka. Artinya, pembeli bisa mendapatkan karakter yang diinginkan, tetapi bisa juga memperoleh figur yang sama dengan koleksi sebelumnya.
Lantas, mengapa sesuatu yang hasilnya tidak pasti justru terasa begitu menarik? Bahkan, mengapa sebagian orang tetap membelinya meskipun harga satu kotak terbilang mahal?
Baca Juga: Kenapa HP Panas saat Dicas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
1. Sensasi Kejutan yang Membuat Penasaran
Blind box merupakan produk yang dijual dalam kemasan tertutup, sehingga pembeli tidak mengetahui secara pasti barang yang akan didapatkan sebelum membukanya. Produk ini biasanya memiliki beberapa karakter dalam satu seri, termasuk kemungkinan mendapatkan figur khusus atau secret edition yang lebih langka.
Daya tarik utamanya terletak pada rasa penasaran. Sebelum membuka kotak, pembeli sudah membayangkan karakter yang mungkin didapatkan. Ketika kemasan akhirnya dibuka, muncul perasaan senang, terkejut, atau bahkan kecewa karena hasilnya tidak sesuai harapan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Heliyon pada Desember 2024 menemukan bahwa rasa ingin tahu terhadap produk blind box dapat mendorong pembelian impulsif. Unsur kejutan dan kebaruan menjadi faktor yang membuat konsumen tertarik untuk membeli.
Baca Juga: Cara Mengawetkan Bunga Pemberian agar Bisa Disimpan sebagai Kenang-Kenangan
2. Hadiah yang Tidak Pasti Membuat Ingin Mencoba Lagi
Salah satu alasan blind box dapat mendorong pembelian berulang adalah karena hasil yang diperoleh tidak selalu sama. Pembeli tidak bisa memastikan kapan akan mendapatkan karakter yang diinginkan.
Penelitian dalam BMC Psychology yang terbit pada 2025, dengan melibatkan 434 konsumen blind box di China, menemukan hubungan antara ketidakpastian hadiah, kepuasan instan, dan perilaku konsumsi yang tidak rasional. Penelitian tersebut juga menyoroti kekeliruan berpikir yang dikenal sebagai gambler's fallacy, yaitu anggapan bahwa peluang mendapatkan hasil yang diinginkan akan meningkat hanya karena seseorang telah beberapa kali gagal mendapatkannya.
Padahal, membeli kotak berikutnya tidak menjamin karakter yang dicari akan muncul. Jika peluang mendapatkan suatu figur memang ditentukan secara acak, pembelian sebelumnya tidak otomatis membuat pembelian berikutnya lebih menguntungkan.
Baca Juga: Tak Hanya Motif Klasik, Batik Indonesia Hadir dengan Inspirasi Durian hingga Burung Cenderawasih
3. Figur Langka dan FOMO Membuat Pembelian Terasa Mendesak
Selain kejutan, kelangkaan juga menjadi daya tarik dalam dunia blind box. Beberapa seri memiliki karakter khusus yang lebih sulit ditemukan dibandingkan figur lainnya. Kondisi ini membuat sebagian kolektor merasa perlu segera membeli sebelum produk habis atau harganya meningkat di pasar sekunder.
Perasaan takut ketinggalan tren atau fear of missing out (FOMO) juga dapat memperkuat dorongan tersebut. Ketika melihat orang lain berhasil mendapatkan karakter langka dan membagikan hasil koleksinya di media sosial, seseorang bisa merasa tertantang untuk mendapatkan hal serupa.
Namun, kelangkaan tidak selalu berarti sebuah produk memiliki nilai yang lebih tinggi bagi semua orang. Harga jual kembali dapat berubah mengikuti permintaan, kondisi pasar, dan popularitas karakter. Karena itu, membeli figur langka dengan harapan memperoleh keuntungan juga memiliki risiko.
Baca Juga: Blush Blindness Lagi Tren, Tapi Apakah Cocok untuk Semua Orang?
4. Media Sosial dan Komunitas Ikut Memperkuat Tren
Membuka blind box kini tidak hanya menjadi kegiatan pribadi. Banyak orang merekam proses unboxing, memperlihatkan hasil koleksi, bertukar figur, atau membagikan informasi tentang seri terbaru melalui media sosial.
Konten seperti ini membuat pengalaman membeli blind box terasa lebih seru karena dapat dibagikan dengan orang lain. Ketika seseorang mendapatkan karakter yang diincar, ia bisa memperoleh respons positif dari sesama penggemar. Sementara itu, melihat koleksi orang lain dapat memunculkan keinginan untuk melengkapi koleksi sendiri.
Baca Juga: Ketika Orang Tua Harus Berhemat, Masa Depan Anak Jangan Jadi Korban
5. Kenapa Tetap Dibeli Meski Harganya Mahal?
Bagi orang yang tidak mengoleksi blind box, membeli barang tanpa mengetahui isi pastinya mungkin terdengar kurang masuk akal. Apalagi, jika harganya cukup tinggi untuk sebuah mainan berukuran kecil.
Namun, bagi kolektor, harga tersebut tidak selalu dinilai dari ukuran atau fungsi barangnya. Ada nilai emosional, desain karakter, kepuasan saat memperoleh figur incaran, dan keinginan untuk melengkapi satu seri.
Sebagian pembeli juga menganggapnya sebagai bentuk hiburan atau hadiah untuk diri sendiri. Selama pengeluaran masih sesuai anggaran, kegiatan mengoleksi dapat menjadi hobi yang menyenangkan.
Persoalan muncul ketika kesenangan tersebut mulai mengalahkan pertimbangan keuangan. Seseorang mungkin awalnya hanya berniat membeli satu kotak, tetapi akhirnya mengeluarkan uang lebih banyak karena terus mencoba mendapatkan karakter tertentu.
Laporan The Guardian pada Agustus 2025 mengangkat pengalaman sejumlah pembeli dewasa yang mengaku kesulitan mengendalikan pengeluaran untuk mainan blind box. Beberapa di antaranya terus membeli meskipun merasa menyesal setelah melihat jumlah uang yang telah dihabiskan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa harga mahal tidak selalu menghentikan pembelian berulang. Ketika dorongan emosional dan harapan memperoleh hadiah lebih dominan, seseorang bisa mengabaikan biaya yang sebenarnya sudah dikeluarkan. (Adhima Aulia)
Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : Heliyon (2024: Unveiling the enigma of blind box impulse buying curiosity: The moderating role of price consciousness, BMC Psychology (2025): The effect of doll blind box uncertainty on consumers’ irrational consumption behavior: the role of instant gratification Gambler’s fallacy, and perceived scarcity, The Guardian