SOLOBALAPAN.COM - Niatnya membeli pisang untuk stok beberapa hari. Namun, baru disimpan sebentar, kulitnya mulai dihiasi bintik cokelat dan perlahan berubah menjadi kehitaman. Melihat kondisinya, pisang sering dianggap sudah rusak dan akhirnya dibuang.
Padahal, perubahan warna tersebut belum tentu berarti pisang sudah tidak bisa dimakan. Ada proses alami yang membuat kulit pisang terus berubah setelah buah dipanen, termasuk ketika pisang sudah sampai di rumah.
Pisang termasuk buah yang tetap mengalami proses pematangan setelah dipanen. Saat proses tersebut berlangsung, warna kulitnya perlahan berubah dari hijau menjadi kuning. Setelah semakin matang, bintik-bintik cokelat mulai muncul dan kulit bisa berubah lebih gelap.
Salah satu penyebabnya adalah etilen, yaitu hormon alami yang membantu proses pematangan buah. Pisang menghasilkan etilen selama proses tersebut. Gas ini membuat buah semakin matang, teksturnya lebih lunak, rasanya lebih manis, dan warna kulit berubah.
Proses pematangan bisa berlangsung lebih cepat ketika pisang disimpan berdekatan dengan buah lain yang juga menghasilkan etilen. Apel menjadi salah satu contohnya. Karena itu, menyimpan pisang terpisah dari buah yang sudah matang dapat membantu memperlambat perubahan tersebut.
Baca Juga: Duel Dua Pelatih Inggris di SUGBK! John Herdman vs Anthony Hudson Adu Taktik di Final ASEAN Cup 2026
Selain etilen, suhu penyimpanan juga berpengaruh. Pisang yang berada di tempat terlalu hangat bisa lebih cepat matang. Sebaliknya, suhu yang terlalu dingin justru dapat menyebabkan kerusakan pada kulit atau chilling injury. Kondisi tersebut membuat kulit pisang berubah menjadi kecokelatan hingga kehitaman.
Lalu, apakah pisang dengan kulit hitam masih bisa dimakan?
Warna kulit tidak bisa menjadi satu-satunya patokan. Pisang perlu dikupas terlebih dahulu untuk melihat kondisi bagian dalamnya. Jika daging buah masih normal dan tidak menunjukkan tanda seperti jamur, lendir, atau bau yang menyimpang, kulit yang menghitam belum tentu berarti pisang sudah busuk.
Baca Juga: Kenapa Minum Air Hangat Mendadak Jadi Tren Chinamaxxing di TikTok?
Sebaliknya, jika bagian dalam sudah menunjukkan tanda pembusukan, sebaiknya pisang tidak dikonsumsi. Pemeriksaan bagian dalam menjadi penting karena perubahan pada kulit tidak selalu menggambarkan kondisi daging buah secara keseluruhan.
Cara menyimpan juga bisa diperhatikan agar pisang tidak cepat matang. Pisang sebaiknya diletakkan di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Jika sudah matang, pisang dapat disimpan di kulkas untuk memperlambat proses pematangan, meskipun kulitnya kemungkinan akan menjadi lebih gelap.
Pisang yang sudah terlalu matang juga tidak harus langsung masuk ke tempat sampah. Selama bagian dalamnya masih layak, buah tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai makanan yang akrab di Indonesia, seperti pisang goreng, bolu pisang, atau kolak.
Jadi, jangan buru-buru membuang pisang hanya karena kulitnya sudah menghitam. Periksa bagian dalamnya terlebih dahulu. Bisa jadi, buah tersebut masih bisa dimakan atau justru lebih cocok diolah menjadi makanan lain.(Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber