Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Mangga atau Kedondong, Rujak Ini Ternyata Dibuat dari Pisang Batu

L
Penulis: Luthfiana Sekar❯
Rujak Kanistren, kuliner tradisional Jawa Barat yang dapat dibuat menggunakan pisang batu dan bumbu pedas manis. (Indonesia travel)
Rujak Kanistren, kuliner tradisional Jawa Barat yang dapat dibuat menggunakan pisang batu dan bumbu pedas manis. (Indonesia travel)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Rujak biasanya identik dengan buah-buahan seperti mangga muda, kedondong, nanas, bengkuang hingga pepaya. Namun, di Jawa Barat ada rujak yang mungkin masih asing bagi banyak orang. Namanya Rujak Kanistren.

Salah satu hal yang membuat kuliner ini menarik adalah penggunaan pisang batu. Berbeda dari pisang yang biasa dimakan langsung ketika sudah matang, pisang batu memiliki tekstur yang lebih renyah dan dapat diolah sebagai bahan rujak.

Indonesia Travel mencatat pisang batu sebagai bahan utama Rujak Kanistren yang kemudian dipotong tipis dan dicampur dengan bumbu rujak.

Bumbunya pun tidak jauh berbeda dengan rujak yang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Potongan pisang dicampur dengan ulekan cabai, gula merah dan garam sehingga menghasilkan perpaduan rasa pedas, manis dan gurih.

Di beberapa daerah, bumbunya juga dapat ditambahkan bahan seperti terasi atau asam jawa.

Advertisement

Tekstur pisang batu yang renyah membuat sajian ini terasa berbeda dari rujak buah pada umumnya. Meski bahan yang digunakan sederhana, Rujak Kanistren kini justru mulai jarang ditemukan.

Indonesia Travel menyebut kuliner tradisional ini masih bertahan di kalangan pecinta makanan tradisional di sejumlah daerah.

Namun, Rujak Kanistren ternyata tidak sekadar makanan ringan. Dalam tradisi masyarakat Sunda, rujak ini memiliki kaitan dengan upacara tujuh bulanan atau tingkeban bagi perempuan yang sedang mengandung.

Dokumentasi mengenai makanan tradisional Jawa Barat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis mencatat Rujak Kanistren sebagai salah satu kuliner daerah.

Dalam proses pembuatannya, buah-buahan dikupas jika diperlukan, kemudian dibersihkan dan diiris kecil-kecil sebelum dicampurkan dengan bumbu rujak yang sudah dihaluskan.

Advertisement
Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Mengenal Asal-Usul Pecel, Kuliner Sederhana dengan Ciri Khas Beragam Daerah

Mengenal Asal-Usul Pecel, Kuliner Sederhana dengan Ciri Khas Beragam Daerah

Pecel, kuliner khas Jawa berisi sayuran dan sambal kacang dengan racikan berbeda di tiap daerah.

Jenang Saren, Kuliner Solo Berwarna Hitam yang Kaya Rempah

Jenang Saren, Kuliner Solo Berwarna Hitam yang Kaya Rempah

Jenang saren khas Solo memiliki warna hitam pekat dari abu merang, dengan cita rasa manis, gurih, dan rempah yang khas.

Mengulik Kuliner Masa Lalu, Ini Makanan Tradisional Jawa yang Kini Mulai Jarang Ditemui

Mengulik Kuliner Masa Lalu, Ini Makanan Tradisional Jawa yang Kini Mulai Jarang Ditemui

Beberapa makanan tradisional Jawa kini mulai jarang ditemui. Dari Serabi Kalibeluk hingga intip ketan, kuliner ini menyimpan cita rasa, tradisi, dan cerita masa lalu yang menarik untuk kembali dikenali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer