Hidupnya memang tidak banyak berubah. Squidward tinggal di Bikini Bottom dan bekerja sebagai kasir di Krusty Krab. Di rumah, ia harus berbagi lingkungan dengan SpongeBob dan Patrick yang memiliki sifat sangat berbeda dengannya.
Squidward dikenal menyukai ketenangan. Sementara itu, SpongeBob dan Patrick sering melakukan berbagai aktivitas yang membuat suasana di sekitar rumah mereka ramai. Bagi Squidward, keadaan tersebut berulang kali menjadi sumber kekesalan.
Situasi serupa juga terbawa ke tempat kerja. SpongeBob merupakan koki di Krusty Krab, sehingga Squidward tetap harus bertemu dengannya hampir setiap hari. Pekerjaan yang sebenarnya sudah terasa membosankan baginya juga harus dijalani di tengah lingkungan yang sering membuatnya kehilangan kesabaran.
Di atas mereka ada Mr. Krabs, pemilik Krusty Krab yang dikenal sangat memperhatikan keuntungan. Karakter tersebut sering digambarkan begitu berorientasi pada uang, termasuk ketika berurusan dengan para pekerjanya. Kondisi ini membuat hubungan Squidward dengan pekerjaannya semakin jauh dari kata menyenangkan.
Baca Juga: Bedhaya Jungpara: Karya Tari yang Mengangkat Identitas Jepara dalam Bingkai Bedhaya
Padahal, menjadi kasir bukan cita-cita Squidward. Ia lebih tertarik pada dunia seni dan musik. Klarinet menjadi salah satu benda yang paling dekat dengan dirinya, dan beberapa cerita dalam serial juga memperlihatkan keinginannya untuk menunjukkan kemampuan sebagai seniman.
Sayangnya, keinginan tersebut tidak berjalan semulus yang ia bayangkan. Squidward berkali-kali mencoba mendapatkan pengakuan melalui musik dan seni, tetapi hasil yang diperolehnya sering tidak sesuai dengan harapan.
Ada pula Squilliam Fancyson, sosok yang membuat ambisi Squidward semakin terlihat. Keduanya memiliki latar belakang sekolah yang sama dan sama-sama tertarik pada musik. Namun, Squilliam kemudian digambarkan sebagai sosok yang lebih sukses dan percaya diri.
Pertemuan dengan Squilliam sering membuat Squidward ingin membuktikan dirinya. Ia tidak ingin terlihat kalah dari orang yang dianggapnya sebagai saingan. Keinginan tersebut membuat kegagalan dalam bidang yang ia sukai terasa semakin berat.
Baca Juga: DBL 2026 Solo: SMA Batik 1 Menang 28-22, Sempat Terlena Usai Unggul Jauh
Kalau dilihat dari sisi ini, sikap Squidward yang sering mengeluh bisa dipahami sebagai bagian dari rasa frustrasi terhadap kehidupannya sendiri. Ia memiliki pekerjaan yang tidak begitu disukai, tinggal di lingkungan yang sering mengganggu ketenangannya, dan masih mengejar impian yang belum berhasil dicapai.
Namun, Squidward tetap menjalani rutinitas tersebut. Ia masih datang bekerja, berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, dan sesekali kembali mencoba mengejar hal yang ia sukai.
Di situlah karakter Squidward terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak semua orang bisa langsung meninggalkan pekerjaan yang tidak disukai atau mendapatkan kehidupan sesuai dengan rencana. Ada yang tetap menjalani rutinitas sambil berusaha mencari kesempatan untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya mereka inginkan.
Baca Juga: Di Balik Gemulainya Jathil Obyok, Dulunya Ditarikan oleh Penari Laki-Laki
Mungkin dulu kita melihat Squidward hanya sebagai karakter yang malas dan suka marah. Setelah dewasa, ada kemungkinan kita justru melihat seseorang yang sedang bosan dengan rutinitas, kesal dengan lingkungan sekitar, sekaligus belum berhasil mencapai hal yang selama ini ia inginkan.
Jadi, mungkin Squidward bukan sekadar malas.
Ia hanya terlalu lama menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan bayangannya. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber