SOLOBALAPAN.COM - Kalau pernah menonton Masha and the Bear, ada satu lagu yang mungkin langsung terasa familiar karena nadanya ringan dan penuh ajakan untuk menari. Judulnya Japanese Song, lagu yang muncul dalam episode “About Japan: The Secret of Mashuko”.
Sekilas, lagu tersebut terdengar seperti lagu anak biasa yang sedang memperkenalkan Jepang. Ada Gunung Fuji, bunga sakura, taman zen, sushi, manga, sumo, hingga origami.
Namun kalau diperhatikan dari liriknya, lagu ini ternyata tidak hanya berisi daftar hal yang identik dengan Jepang.
Baca Juga: Tak Berkuah, Begini Uniknya Soto Garingan Khas Klaten
Japanese Song membawa cerita tentang perjalanan, kerinduan terhadap rumah, sampai cara sederhana untuk mengusir rasa sedih.
Lagu tersebut menjadi bagian dari Season 4 episode kelima Masha and the Bear. Dalam situs resminya, episode “About Japan: The Secret of Mashuko” diceritakan ketika Masha pergi ke sebuah negeri timur yang misterius dan menakjubkan untuk menyembuhkan robot kesayangannya. Jawaban dari persoalan yang dihadapinya ternyata lebih sederhana daripada yang terlihat.
Di tengah cerita itulah nuansa Jepang kemudian diperkenalkan lewat lagu.
Bagian awal Japanese Song menggambarkan pemandangan Jepang dengan cara yang sangat sederhana. Matahari terbit di balik Gunung Fuji, cahaya pagi menyentuh laut, kemudian bunga sakura bermekaran. Gambaran tersebut membuat Jepang terasa seperti sebuah tempat yang indah dan menenangkan.
Tetapi bagian yang menarik justru muncul setelahnya.
Baca Juga: Kepulan Asap Masih Terlihat, BPBD Solo Usulkan Kembali Status Tanggap Darurat TPA Putri Cempo
Liriknya kemudian berbicara tentang seseorang yang merasa bosan dan sedih ketika sedang bepergian jauh dari tanah kelahirannya. Angin yang berembus di antara rerumputan dan burung bangau kertas yang seolah menari menjadi gambaran untuk menghibur seseorang yang sedang merasa jauh dari rumah.
Jadi, kalau diterjemahkan sebagai sebuah cerita, lagu ini tidak hanya mengatakan bahwa Jepang itu indah. Ada pesan tentang rasa rindu terhadap rumah dan bagaimana keindahan di sekitar kita bisa membantu mengubah suasana hati.
Pesan tersebut kemudian diperkuat pada bagian berikutnya. Lagu mengajak pendengarnya menikmati bunga krisan dan taman batu Jepang, sebelum kembali mengajak bernyanyi dan menari.
Intinya sederhana: ketika seseorang bernyanyi, kesedihan bisa berkurang dan suasana hati dapat berubah menjadi lebih ceria.
Karena itu, judul Japanese Song mungkin terdengar sangat sederhana. Namun susunan liriknya sebenarnya mengikuti perjalanan emosi.
Dari melihat pemandangan, muncul rasa takjub; dari rasa jauh dengan rumah, muncul kesedihan; lalu musik dan tarian digunakan untuk membawa suasana kembali menjadi bahagia.
Baca Juga: Sule Buka Suara Usai Tak Masuk Jajaran Groomsman Andre Taulany, Singgung Circle Pertemanan
Di bagian akhir, lagu memang kembali menjadi lebih ringan dengan menyebut sejumlah hal yang populer dan mudah dikenali dari Jepang, seperti sushi, manga, sumo, tatami, karaoke, dan origami.
Bagian ini membuat lagu terasa semakin cocok untuk anak-anak karena mereka mendapatkan pengenalan budaya Jepang melalui kata-kata yang mudah diingat. Lirik yang dipublikasikan dalam video resmi Masha and the Bear juga memuat rangkaian unsur budaya tersebut.
Menariknya, lagu ini bukan lagu Jepang tradisional. Lagu tersebut merupakan bagian dari Masha’s Songs, musim musikal yang dibuat Masha and the Bear dengan setiap episode membawa Masha ke negara atau kebudayaan tertentu.
Situs resmi Masha and the Bear menjelaskan bahwa setiap episode musim tersebut dibuat sebagai cerita musikal yang didedikasikan untuk negara tertentu, lengkap dengan nilai budaya atau daya tarik khasnya.
Untuk Japanese Song, sumber basis data penggemar yang mendokumentasikan kredit musik serial mencatat musiknya digubah Vasily Bogatyrev, liriknya ditulis Andres Angulo, dan vokalnya dibawakan Adriana E. Figueredo. Lagu tersebut berdurasi sekitar dua menit lebih dan memang dibuat khusus untuk episode “The Secret of Mashuko”.
Dengan begitu, lagu ini sebenarnya punya fungsi ganda. Untuk anak-anak, Japanese Song terdengar seperti lagu ceria yang mengajak bernyanyi sambil mengenal berbagai hal tentang Jepang.
Namun bagi penonton yang memperhatikan liriknya, lagu tersebut juga membawa cerita kecil tentang seseorang yang sedang jauh dari rumah dan mencoba menemukan kembali rasa bahagia melalui musik, tarian, dan suasana di sekitarnya.
Mungkin itu juga alasan lagu tersebut terasa berbeda ketika didengarkan kembali setelah mengetahui konteks episodenya. Di balik suara Masha yang terdengar riang, ada cerita sederhana tentang rasa sedih, rindu, dan cara menghadapinya.
Jadi, Japanese Song bukan hanya lagu tentang sushi, sakura, atau Gunung Fuji. Lagu ini menggunakan Jepang sebagai latar untuk menyampaikan pesan yang jauh lebih universal: ketika sedang merasa sedih atau jauh dari rumah, terkadang hal sederhana seperti bernyanyi, menari, dan menikmati dunia di sekitar kita bisa membuat semuanya terasa sedikit lebih ringan.
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber