Putus Cinta? Gen Z Pilih Mendaki Gunung, Cari Suasana Baru hingga Luapkan Perasaan

tim solobalapan • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 12:19 WIB
sumber: Hana Hidayatul Umma
Mendaki gunung bisa menjadi aktifitas lain untuk mengalihkan pikiran setelah putus cinta. (sumber: Hana Hidayatul Umma)

SOLOBALAPAN.COM – Putus cinta tidak selalu membuat anak muda memilih berdiam diri di rumah. Sebagian generasi Z (Gen Z) justru mencari aktivitas lain untuk mengalihkan pikiran setelah hubungan berakhir. Salah satunya dengan mendaki gunung.

Bagi sebagian anak muda, mendaki menawarkan lebih dari sekadar perjalanan menuju puncak. Aktivitas tersebut menjadi kesempatan untuk menikmati suasana alam, berkumpul bersama teman, bercerita, sekaligus meluapkan berbagai perasaan setelah mengalami patah hati.

Mendaki juga membuat mereka memiliki kesibukan baru. Selama perjalanan, perhatian pendaki harus tertuju pada jalur yang dilalui, kondisi tubuh, hingga perjalanan menuju puncak. Situasi tersebut dapat menjadi jeda dari rutinitas dan pikiran mengenai hubungan yang telah berakhir.

Pengalaman tersebut dirasakan Hana Hidayatul Umma, salah satu mahasiswa di Solo.  Setelah putus dari pacarnya, Hana memilih mendaki Bukit Mongkrang bersama teman-temannya.

Keputusan itu cukup berbeda dari kebiasaannya. Sebelumnya, Hana mengaku tidak tertarik mendaki karena menganggap aktivitas tersebut melelahkan.

“Awalnya aku nggak tertarik naik gunung karena menurutku naik gunung itu capek. Tapi setelah putus dari mantanku, aku mengajak teman untuk naik gunung untuk pertama kalinya. Selama di trek, aku bisa cerita dan meluapkan apa yang aku rasakan,” ujar Hana.

Bagi Hana, perjalanan tersebut memberikan ruang untuk menenangkan pikiran. Sepanjang jalur pendakian, ia bisa berbicara dengan teman sekaligus menikmati pemandangan alam.

“Yang aku rasain pas patah hati terus naik gunung itu hati jadi jauh lebih plong. Selama di trek aku banyak cerita dan meluapkan rasa kecewa. Pas sampai puncak, rasanya kayak lega,” katanya.

Baca Juga: Penasaran Ingin Mendaki Gunung Tapi Tidak Dapat Izin Ortu, Coba Dulu di Roblox

Bukan Sekadar Melupakan Mantan

Mendaki gunung tidak serta-merta membuat seseorang melupakan hubungan yang telah berakhir. Bagi sebagian anak muda, aktivitas tersebut lebih menjadi cara untuk mendapatkan suasana baru sekaligus mengisi waktu setelah putus cinta.

Perjalanan bersama teman juga memberikan kesempatan untuk berbagi cerita. Rasa kecewa yang sebelumnya hanya dipendam dapat diluapkan melalui percakapan selama perjalanan.

Di sisi lain, aktivitas mendaki membuat pendaki harus fokus terhadap kondisi di sekitarnya. Jalur yang menanjak, stamina, cuaca, serta target mencapai puncak menjadi bagian dari perhatian selama perjalanan.

Karena itu, pengalaman setiap orang setelah putus cinta tentu berbeda. Ada yang memilih menghabiskan waktu di rumah, berkumpul bersama teman, menekuni hobi, atau mencoba aktivitas baru seperti mendaki gunung.

Baca Juga: 5 Tahun Berlalu, Kisah Cinta Yumi’s Cells Masih Relate: Pernah Salah Pilih hingga Menemukan yang Tepat

Bagi Hana, pendakian pertamanya setelah putus cinta menjadi pengalaman yang memberikan kesan tersendiri. Bukan semata-mata untuk melupakan mantan, tetapi untuk menemukan ruang baru dalam melewati masa tersebut.

Pada akhirnya, mendaki gunung bagi sebagian anak muda dapat menjadi pilihan untuk melewati masa setelah putus cinta. Bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga menikmati perjalanan, berbagi cerita, dan memberi diri sendiri kesempatan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari. (Nurul Fadila)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
Nurul Fadila mendaki gunung putus cinta bukit mongkrang move on