SOLOBALAPAN.COM - Setiap hari di tengah kesibukan kita pasti memiliki waktu luang untuk hanya sekedar mengistirahatkan tubuh dan pikiran.
Setiap individu pasti memiliki cara untuk mengisi waktu tersendiri. Seperti menggulir media sosial, menonton konten di platform YouTube atau tiktok, bahkan mungkin membaca buku.
Namun kita bisa mengisi waktu luang kita dengan journaling, menulis kegiatan apa saja yang sudah kita lakukan hari ini bahkan berkeluh kesah. Journaling tidak memiliki aturan baku atau harus menggunakan kalimat-kalimat yang puitis.
Baca Juga: Putus Cinta? Gen Z Pilih Mendaki Gunung, Cari Suasana Baru hingga Luapkan Perasaan
Kita bisa bebas menulis menggunakan bahasa apapun, menggunakan cara kita sendiri untuk meluapkan emosi kita.
Kita bisa memulai kebiasaan menulis catatan harian dengan meluangkan waktu 5 hingga 10 menit setiap harinya untuk menulis secaa bebas, baik menggunakan buku catatan fisik maupun digital.
Menyisihkan waktu untuk menulis catatan harian bisa menjadi bentuk perawatan diri yang dapat menciptakan dan menjaga keseimbangan hidup.
Dari berbagai dampak positif yang ditimbulkan dari menulis catatan harian ini, banyak yang mulai tertarik untuk mencoba memulai menulis catatan harian.
Namun masih terdapat beberapa individu merasa bingung saat hendak memulai karena mengira journaling harus menggunakan aturan-aturan penulisan yang baku dan hanya menulis di buku catatan fisik.
Pada kenyataannya journaling memiliki berbagai macam teknik yang dirancang dengan maksud dan tujuan yang jelas.
Setiap metode menawarkan cara unik untuk membantu seseorang mengenali diri, mengelola emosi, hingga meninngkatkan produktivitas harian.
Baca Juga: Resmi Digelar Desember Mendatang, Ini Daftar 5 Game dan 7 Nomor Kompetisi di WEC26 Indonesia
-
Gratitude Journal
Metode pertama dan paling sederhana untuk journaling adalahh Gratitude Journal, metode ini berfokus pada mencatat hal-hal kecil yang disyukuri setiap harinya.
Metode ini berguna untuk melatih otak agar lebih peka terhadap aspek positif dalam hidup, alih-alih terus menerus berfokus pada masalah atau kekurangan. Menuliskan rasa syukur secara rutin terbukti meningkatkan suasana hati dan menumbuhkan menntal yang tanggguh.
-
Steam Of Consciousness
Metode ini sangat dianjurkan untuk yang sering mengalami overthinking atau keepalanya terasa penuh. Karena metode ini menuliskan apa saja kata atau kalimat yang terlintas dipikiran kita tanpa jeda, tanpa memedulikan tata bahasa selama kurun waktu tertentu misalnya selama 10 menit.
Metode ini sangat efektif untuk melampiaskan emoosi dan membuang seluruh emosi yang sudah menumpu.
Baca Juga: Episode SpongeBob Jualan Cokelat Ini Ternyata Punya Sindiran tentang Cara Orang Berjualan
-
Bullet Journal (BuJo)
Bagi individu yang menyukai keteraturan dan efisinsi, metode ini bisa menjadi acuan jouraling. Metode ini memadukan fungsi perencana (planner), daftar tugas (to-do list), pelacak kebiasaan (habit tracker), dan catatan harian dalam satu buku. BuJo membantu mengorganisasi target jangka pendek maupun jangka panjang.
-
Reflective Journal
Metode ini sedikit unik karena melibatkan pertanyaan seperti “Apa hal terbaik hari ini?” atau “Pelajaran apa yang bisa saya ambil dari kejadian hari ini?”.
Metode ini dapat meningkatkan kesadaran diri atau seelf awareness dan mempecepat pertumbuhan pribadi.
Bahkan sekarang sudah banyak yang menjual buku catatan harian fisik dengan metode Reflective Journal, yang memudahkan kita untuk menulis tanpa harus memikirkan pertanyaan.
Baca Juga: Bukan Cuma All I Want, Ini 7 Lagu Lama yang Viral Lagi Gara-Gara TikTok
-
Art Journal
Meluapkan emosi atau mengekspresikan diri tidak hanya melalui tulisan, tapi juga bisa melalui ekspresi visual. Salah satunya dengan metode Art Journal, metode ini memancing kreativita dengan pencetusan ide, emosi, dan cerita melalui gambar, kolase, corettan, hingga memadu madankan warna.
Salah satu contoh Art Journal adalah Junk Journal, yang lebih mirip dengan cerita kegiatan sehari-hari namun menggunakan barang-barang seperti bungkus makanan kering, atau bahkan flyer diskon sebuah tempat makan.
Baca Juga: Tari Srimpen Mungkah Lawang: Intrepertasi dari Membuka Pintu Kehidupan Yang Penuh Akan Syukur
Walaupun journaling memiliki beberapa metode, namun tidak ada aturan baku mengenai metode mana yang paling benar. Kunci utama dalam memilih metode journaling adalah menyesuaikan dengan kepribadian, kenyamanan,serta tujuan yang ingin dicapai.
Dalam menggunakan salah satu metode journaling pun tidak harus sama dengan contoh, hal itu kembali pada masing-masing individu. (adhima aulia)
Editor : Adi PrasSumber : Berbagai Sumber