Dari Refleksi hingga Produktivitas: Mengenal Beragam Metode Journaling yang Bisa Dicoba

Adi Pras • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 17:15 WIB
Ilustrasi menulis catatan harian (gpt AI)
Ilustrasi menulis catatan harian. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM - Setiap hari di tengah kesibukan kita pasti memiliki waktu luang untuk hanya sekedar mengistirahatkan tubuh dan pikiran.

Setiap individu pasti memiliki cara untuk mengisi waktu tersendiri. Seperti menggulir media sosial, menonton konten di platform YouTube atau tiktok, bahkan mungkin membaca buku. 

Namun kita bisa mengisi waktu luang kita dengan journaling, menulis kegiatan apa saja  yang sudah kita lakukan hari  ini bahkan berkeluh kesah. Journaling tidak memiliki aturan baku atau harus menggunakan kalimat-kalimat yang puitis.

Baca Juga: Putus Cinta? Gen Z Pilih Mendaki Gunung, Cari Suasana Baru hingga Luapkan Perasaan

Kita bisa bebas menulis menggunakan bahasa apapun, menggunakan cara kita  sendiri untuk meluapkan emosi kita.

Kita bisa memulai kebiasaan menulis catatan harian dengan meluangkan waktu 5 hingga 10 menit setiap harinya untuk menulis secaa bebas, baik menggunakan buku catatan fisik maupun digital.

Menyisihkan waktu untuk menulis catatan harian bisa menjadi bentuk perawatan diri yang dapat menciptakan dan menjaga keseimbangan hidup.

Dari berbagai dampak positif yang ditimbulkan dari  menulis catatan harian ini, banyak yang mulai tertarik untuk mencoba memulai menulis catatan harian. 

Baca Juga: 15 Tahun Ikatan Batin: Intuisi Tanpa Kata Yoo In-na saat Sambut Karya Dedikasi IU 'Dear My Crazy Soulmate'

Namun masih terdapat beberapa individu merasa bingung saat hendak memulai karena mengira journaling harus menggunakan  aturan-aturan penulisan yang baku dan hanya menulis di buku catatan fisik. 

Pada kenyataannya journaling memiliki berbagai macam teknik yang dirancang dengan maksud dan tujuan yang jelas.

Setiap metode menawarkan cara unik untuk membantu seseorang mengenali  diri, mengelola emosi, hingga meninngkatkan produktivitas harian. 

Baca Juga: Resmi Digelar Desember Mendatang, Ini Daftar 5 Game dan 7 Nomor Kompetisi di WEC26 Indonesia

  1. Gratitude Journal 

Metode pertama dan paling sederhana untuk journaling adalahh Gratitude Journal, metode ini berfokus pada mencatat hal-hal kecil yang disyukuri setiap harinya.

Metode ini berguna untuk melatih otak agar lebih peka terhadap aspek positif dalam hidup, alih-alih terus menerus berfokus pada masalah atau kekurangan. Menuliskan rasa syukur  secara rutin terbukti meningkatkan  suasana hati dan menumbuhkan menntal yang tanggguh. 

  1. Steam Of Consciousness

Metode ini sangat dianjurkan untuk yang sering mengalami overthinking atau keepalanya terasa penuh. Karena metode ini menuliskan apa saja kata atau kalimat yang terlintas dipikiran kita tanpa jeda, tanpa memedulikan tata bahasa selama kurun waktu tertentu misalnya selama 10 menit.

Metode ini sangat efektif untuk melampiaskan emoosi dan membuang seluruh emosi yang  sudah menumpu.

Baca Juga: Episode SpongeBob Jualan Cokelat Ini Ternyata Punya Sindiran tentang Cara Orang Berjualan

  1. Bullet Journal (BuJo)

Bagi individu yang menyukai  keteraturan dan efisinsi, metode ini bisa menjadi acuan jouraling. Metode ini memadukan fungsi perencana (planner), daftar tugas (to-do list), pelacak kebiasaan (habit tracker), dan catatan harian dalam satu buku. BuJo membantu mengorganisasi target jangka pendek maupun jangka panjang. 

  1. Reflective Journal 

Metode ini sedikit unik karena melibatkan pertanyaan seperti “Apa hal  terbaik  hari ini?” atau “Pelajaran apa yang bisa saya ambil dari kejadian hari ini?”.

Metode ini dapat  meningkatkan  kesadaran diri atau seelf awareness dan mempecepat pertumbuhan pribadi.

Bahkan sekarang sudah banyak yang menjual buku  catatan harian fisik dengan metode Reflective  Journal, yang memudahkan kita untuk menulis  tanpa  harus memikirkan pertanyaan.

Baca Juga: Bukan Cuma All I Want, Ini 7 Lagu Lama yang Viral Lagi Gara-Gara TikTok 

  1. Art Journal

Meluapkan emosi atau mengekspresikan diri tidak hanya melalui tulisan, tapi juga bisa  melalui ekspresi visual. Salah satunya dengan metode Art Journal, metode ini memancing kreativita dengan pencetusan ide, emosi, dan cerita melalui gambar, kolase, corettan, hingga memadu madankan warna.

Salah satu contoh Art Journal adalah Junk Journal, yang lebih mirip dengan cerita kegiatan sehari-hari namun menggunakan barang-barang seperti bungkus makanan kering, atau bahkan flyer diskon sebuah tempat makan.

Baca Juga: Tari Srimpen Mungkah Lawang: Intrepertasi dari Membuka Pintu Kehidupan Yang Penuh Akan Syukur  

Walaupun journaling memiliki beberapa metode, namun tidak ada aturan baku mengenai metode mana yang paling benar. Kunci utama dalam memilih metode journaling adalah menyesuaikan dengan kepribadian, kenyamanan,serta tujuan yang ingin dicapai.

Dalam menggunakan salah satu metode journaling pun tidak harus sama dengan contoh, hal itu kembali pada masing-masing individu. (adhima aulia)

Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber
adhima aulia catatan harian metode journaling journaling