Mengapa Dunia Seolah Perlahan Kehilangan Warnanya

tim solobalapan • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 19:15 WIB
 
Ilustrasi desain bangunan modern yang memadukan warna netral, beton, kaca, dan sentuhan unsur alami.(jailanidigitalld/Instagram)
Perpaduan gaya modern dan unsur alami dalam desain bangunan.
 

 SOLOBALAPAN.COM - Putih, abu-abu dan hitam menjadi warna yang banyak ditemui pada bangunan modern. Warna tersebut sering berpadu dengan beton, kaca dan baja sehingga menghasilkan tampilan yang sederhana dan bersih.

Tampilan itu tidak lepas dari gaya minimalis yang mengutamakan bentuk sederhana, fungsi ruang dan minim ornamen. Karena itu, bangunan dengan garis tegas serta warna netral menjadi pemandangan yang cukup umum di kawasan perkotaan.

Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Memanas usai OTT KPK di Kementerian ATR/BPN! Nasib Menteri Nusron Wahid di Ujung Tanduk?

Namun, tren desain belakangan mulai bergerak ke arah yang lebih hangat. Minimalisme belum ditinggalkan, tetapi sejumlah rancangan mulai memasukkan warna, tekstur dan material alami untuk memberikan karakter pada ruang.

Warna bumi seperti cokelat, terakota dan hijau mulai digunakan, baik sebagai warna utama maupun sekadar aksen. Penggunaan warna yang lebih berani membuat ruang tidak lagi bergantung pada palet putih dan abu-abu.

Perubahan juga terlihat dari pemilihan material. Kayu, batu dan terakota kembali digunakan karena memiliki warna serta tekstur alami yang membuat ruang terasa lebih hangat.

Material tersebut tetap bisa dipadukan dengan elemen modern. Kayu, misalnya, dapat ditempatkan bersama beton atau kaca sehingga bentuk minimalis tetap terlihat tanpa membuat ruangan terasa terlalu kaku.

Baca Juga: Buntut Insiden Penutupan GKPI Tangerang Oleh Pemuda Pembawa Sajam, Kemenag Turun Tangan Minta Utamakan Dialog

Tanaman menjadi unsur lain yang semakin sering hadir dalam desain. Tidak hanya di halaman, tanaman juga digunakan pada balkon, teras, ruang kerja, hingga bagian dalam bangunan.

Penggunaan unsur alam ini berkaitan dengan konsep biophilic design, yaitu pendekatan yang menghadirkan elemen alam ke dalam ruang melalui tanaman, cahaya alami serta material seperti kayu dan batu.

Perpaduan tersebut membuat desain modern memiliki pilihan yang lebih beragam. Ruangan tetap dapat mempertahankan bentuk sederhana, tetapi memiliki warna, tekstur dan unsur alami sebagai penyeimbang.

Baca Juga: Mau Liburan di Semarang? Ini 5 Rekomendasi Hotel Strategis Pusat Kota

Kecenderungan ini juga menunjukkan perubahan cara melihat sebuah ruang. Fungsi tetap menjadi dasar, tetapi suasana dan pengalaman pengguna ikut diperhatikan dalam menentukan desain.

Karena itu, minimalisme dan unsur alami kini tidak harus ditempatkan sebagai dua pilihan yang berlawanan. Keduanya justru dapat berjalan bersama dalam satu ruang.

Baca Juga: Tuai Gelombang Kritik Soal Video Mindfulness 'Diet Berita', Maudy Ayunda Akhirnya Minta Maaf Secara Terbuka

Bangunan tetap bisa menggunakan beton, kaca atau baja, tetapi dipadukan dengan kayu, tanaman maupun warna yang lebih hangat. Hasilnya, desain sederhana tetap dipertahankan tanpa kehilangan karakter.

Jadi, dunia arsitektur tidak benar-benar meninggalkan warna netral. Perubahannya lebih terlihat dari semakin terbukanya pilihan dalam mengolah warna, material dan unsur alam.

Lalu, kamu lebih suka desain minimalis dengan warna netral atau ruang yang lebih berwarna dan dipenuhi unsur alami?(Hanifatuz Zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
hanifatuz zahra minimalis trend desain desain modern arsitektur