SOLOBALAPAN.COM - Indonesia punya banyak bahan pangan lokal yang selama ini dekat dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya bahkan memiliki kandungan gizi dan senyawa alami yang membuatnya banyak mendapat perhatian dalam penelitian pangan di berbagai negara.
Sebutan superfood memang bukan kategori medis resmi. Istilah ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan makanan yang memiliki kandungan nutrisi atau senyawa bioaktif yang menonjol. Dari bahan yang tumbuh dan diproduksi di Indonesia, ada sejumlah makanan yang menarik untuk dikenali.
Baca Juga: Di Balik Bunyi Gamelan Sekaten, Ada Tradisi Nginang, ini Maksudnya!
Daun kelor
Daun kelor dikenal sebagai salah satu tanaman dengan kandungan nutrisi yang cukup beragam. Daunnya mengandung vitamin dan mineral, termasuk vitamin A, vitamin C, zat besi, dan magnesium.
Kandungan tersebut membuat kelor tidak hanya dimanfaatkan sebagai sayuran. Tanaman ini juga banyak diteliti sebagai bahan pangan bernutrisi, termasuk potensinya untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizi dalam makanan.
Baca Juga: Karakter Cewek Bisa Dilihat dari Kebiasaan Dandan dan Sehari-hari, Kamu Termasuk yang Mana?
Kacang hijau
Kacang hijau mungkin lebih sering dikenal sebagai bahan bubur. Padahal, biji kecil ini menyimpan protein nabati, serat, serta berbagai vitamin dan mineral yang membuatnya bernilai dari sisi gizi.
Kombinasi tersebut menjadikan kacang hijau menarik sebagai salah satu sumber protein berbasis tumbuhan. Pemanfaatannya pun cukup luas, sehingga tidak hanya berhenti sebagai makanan tradisional Indonesia.
Baca Juga: Sering Melihat Taburan Takoyaki Menari-nari? Ternyata Dibuat dari Ikan yang Diproses Berbulan-bulan
Tempe
Tempe memiliki keistimewaan yang berasal dari proses pembuatannya. Kedelai difermentasi menggunakan kapang Rhizopus, sehingga menghasilkan makanan dengan karakteristik yang berbeda dari kedelai biasa.
Selain menjadi sumber protein nabati, proses fermentasi membuat tempe menarik untuk dikaji dalam dunia pangan. Makanan yang selama ini identik dengan menu sederhana ini bahkan telah dikenal dan dikembangkan di berbagai negara.
Baca Juga: Bukan Sekadar Selendang, Ini Alasan Senteng Selalu Dipakai Saat ke Pura di Bali
Ketan hitam
Ketan hitam memiliki ciri yang mudah dikenali dari warnanya. Warna gelap tersebut berasal dari pigmen alami, termasuk antosianin yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan.
Hal itu membuat ketan hitam tidak hanya menarik karena rasa dan penggunaannya dalam makanan tradisional. Kandungan senyawa bioaktifnya juga menjadi alasan bahan pangan ini banyak mendapat perhatian dalam penelitian mengenai beras berpigmen.
Baca Juga: Dari Upin & Ipin, 5 Kebiasaan Sederhana tentang Berbagi yang Masih Berarti
Ikan kembung
Ikan kembung menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah ditemukan di Indonesia. Selain protein, ikan ini juga mengandung asam lemak omega-3 yang dibutuhkan tubuh.
Menariknya, pembahasan mengenai omega-3 sering membuat ikan tertentu dari luar negeri lebih dikenal. Padahal, ikan kembung yang biasa ditemukan di pasar Indonesia juga memiliki kandungan tersebut dan menjadi sumber gizi dari hasil laut lokal.
Kelima bahan tersebut menunjukkan bahwa pangan bergizi tidak selalu identik dengan makanan yang mahal atau berasal dari luar negeri. Kelor, kacang hijau, tempe, ketan hitam, dan ikan kembung justru sudah lama berada di sekitar masyarakat.
Baca Juga: Kali Odo Semarang, Sungai yang Justru Mengalir Saat Kemarau dan Mengering di Musim Hujan
Keistimewaan masing-masing memang berbeda. Ada yang menonjol karena vitamin dan mineral, protein nabati, proses fermentasi, senyawa antioksidan, hingga kandungan omega-3.
Karena itu, menarik untuk melihat kembali pangan lokal bukan hanya dari sisi tradisi dan rasa, tetapi juga dari kandungan gizinya. Sebab, makanan yang selama ini dianggap sederhana ternyata memiliki potensi yang membuatnya terus dipelajari hingga ke tingkat internasional. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber