SOLOBALAPAN.COM - Nama Slash selama ini identik dengan gitar, topi tinggi, rambut keriting, dan Guns N’ Roses. Namun, mulai 2026, nama tersebut juga tercatat dalam dunia ilmu pengetahuan. Bukan sebagai nama alat musik atau karya musik, melainkan sebagai nama sebuah spesies ular baru dari New Guinea.
Ular tersebut diberi nama ilmiah Lielaphis slashi, atau dalam bahasa Inggris disebut Slash’s groundsnake. Spesies ini merupakan ular tanah yang ditemukan di kawasan hutan New Guinea dan tidak berbisa.
Menariknya, ular ini sebenarnya sudah ditemukan jauh sebelum namanya resmi masuk ke daftar spesies. Peneliti Chris Austin menemukan ular tersebut ketika melakukan ekspedisi malam di New Guinea pada 2006. Saat itu, ular tersebut masih dianggap sebagai bagian dari spesies yang sudah dikenal.
Hampir dua dekade kemudian, para peneliti kembali memeriksanya menggunakan metode yang lebih modern. Analisis genetik dan pemeriksaan karakter fisik menunjukkan bahwa ular tersebut ternyata memiliki perbedaan yang cukup jelas dari kerabat dekatnya.
Hasil penelitian itu kemudian dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa pada Agustus 2026. Penemuan Lielaphis slashi membuat jumlah spesies dalam genus Lielaphis menjadi 20.
Secara penampilan, ular ini mungkin tidak langsung terlihat berbeda dari ular tanah lainnya. Tubuhnya berwarna cokelat kemerahan tanpa pola mencolok, dengan bagian bawah berwarna putih atau krem. Panjangnya sekitar 71 sentimeter atau 28 inci.
Baca Juga: Mengenal Tokoh Bujang Ganong Bagian dari Reog Ponorgo yang Dinanti dengan Atraksinya
Ular ini juga memiliki kebiasaan yang cukup menarik. Lielaphis slashi bersifat nokturnal, sehingga lebih aktif pada malam hari. Ular tanah di New Guinea umumnya dapat ditemukan tidak lama setelah matahari terbenam, terutama di sekitar pangkal pohon besar ketika mencari makanan.
Yang membuat nama spesies ini semakin menarik adalah alasan di balik kata “slashi”. Nama tersebut diberikan untuk menghormati Saul Hudson, yang lebih dikenal sebagai Slash, gitaris Guns N’ Roses.
Namun, peneliti tidak memilih Slash hanya karena dirinya terkenal. Musisi tersebut memang diketahui memiliki ketertarikan terhadap reptil sejak lama. Ia juga dikenal mendukung museum, kebun binatang, dan kegiatan yang berkaitan dengan satwa.
Bahkan, keputusan menggunakan nama Slash ternyata memiliki cerita pribadi dari salah satu peneliti, Sara Ruane. Ia sudah menjadi penggemar Guns N’ Roses sejak masih kecil. Ketika berusia 12 tahun, Ruane pernah melihat foto Slash sedang memegang ular piton peliharaannya di sampul majalah Reptiles Magazine.
Foto tersebut membekas dalam ingatannya. Ruane sendiri kemudian menjadi ilmuwan yang mempelajari reptil dan akhirnya terlibat dalam penelitian yang menghasilkan deskripsi spesies Lielaphis slashi.
Karena itulah, ketika memiliki kesempatan untuk memberi nama ilmiah kepada spesies ular baru, ia teringat pada Slash. Selain sama-sama menyukai reptil, Ruane menilai ketertarikan Slash terhadap museum, kebun binatang, dan sejarah alam membuat sang gitaris cocok dijadikan nama spesies tersebut.
Baca Juga: Jadwal Lengkap MLBB Asian Games 2026, Indonesia Satu Grup Dengan Malaysia
Slash sendiri mengaku terhormat ketika mengetahui namanya digunakan untuk spesies ular baru. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai pencinta reptil sejak lama dan mengatakan tidak pernah membayangkan akan mendapatkan penghormatan seperti itu.
Di luar cerita soal namanya, penemuan ular ini juga menunjukkan bahwa hutan New Guinea masih menyimpan banyak keanekaragaman hayati yang belum sepenuhnya dipahami. Kelompok groundsnake di kawasan tersebut memiliki penampilan yang relatif mirip satu sama lain, ditambah kebiasaan hidup yang sulit diamati karena aktif pada malam hari.
Itulah sebabnya keberadaan spesies baru terkadang tidak langsung diketahui hanya dari bentuk tubuh. Peneliti perlu menggabungkan berbagai bukti, mulai dari jumlah dan susunan sisik hingga data genetik.
Menariknya lagi, nama Lielaphis slashi tidak berarti ular ini memiliki hubungan dengan Slash atau Guns N’ Roses. Dalam tata nama ilmiah, nama belakang spesies tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada orang yang ingin dikenang melalui penamaan tersebut.
Jadi, kalau selama ini mendengar nama Slash dan langsung teringat gitaris Guns N’ Roses, sekarang ada satu hal lain yang bisa ditambahkan. Nama sang gitaris ternyata juga menjadi bagian dari nama ilmiah seekor ular tanah dari New Guinea.
Dan kisahnya cukup unik: ular tersebut sudah ditemukan sejak 2006, tetapi baru hampir 20 tahun kemudian diketahui sebagai spesies yang berbeda. Setelah resmi dikenali oleh ilmu pengetahuan, namanya pun ternyata membawa sedikit sentuhan rock ’n’ roll ke dunia reptil.(Luthfiana Sekar)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber