SOLOBALAPAN.COM -Selama ini bintang di langit mungkin lebih sering dibayangkan sebagai titik-titik cahaya yang terlihat pada malam hari. Namun, seperti benda lain di alam semesta, bintang juga memiliki kehidupan dan pada akhirnya akan memasuki tahap akhir.
Menariknya, akhir kehidupan sebuah bintang ternyata tidak selalu berakhir begitu saja. Untuk bintang dengan massa tertentu, lapisan gas yang dilepaskan pada tahap akhir hidupnya dapat membentuk struktur raksasa yang sangat indah. Bentuknya pun tidak selalu bulat. Ada yang terlihat seperti kupu-kupu, jam pasir, bahkan mata kucing.
Salah satu contoh paling terkenal adalah Butterfly Nebula atau NGC 6302. Nebula ini berada di rasi Scorpius dan berjarak sekitar 3.400 tahun cahaya dari Bumi.
Baca Juga: Tubuh Sering Lelah? Bukan Sekadar Gaya Hidup, Khasiat Spa Yang Wajib Diketahui
Namanya muncul karena struktur gasnya membentuk dua bagian yang menyerupai sayap kupu-kupu.
Namun, yang sebenarnya terjadi bukanlah bintang tersebut berubah menjadi kupu-kupu. Butterfly Nebula merupakan planetary nebula, yaitu selubung gas dan debu yang dilepaskan oleh bintang pada tahap akhir kehidupannya.
Untuk NGC 6302, dua lobus gas yang membentang ke arah berlawanan membentuk tampilan seperti sayap.
Di bagian tengahnya terdapat pita debu yang bentuknya menyerupai donat. Struktur tersebut membantu mengarahkan material yang dilepaskan bintang sehingga gas tidak menyebar secara merata ke segala arah.
Inti bintang yang tersisa kemudian memancarkan radiasi ultraviolet yang membuat material di sekelilingnya bercahaya.
Butterfly Nebula bukan satu-satunya contoh. Pengamatan Hubble menunjukkan bahwa planetary nebula justru memiliki bentuk yang jauh lebih rumit daripada sekadar bola gas. Ada yang terlihat seperti kincir, kupu-kupu, hingga jam pasir.
Salah satunya adalah Hourglass Nebula atau MyCn18. Sesuai namanya, nebula ini terlihat seperti sebuah jam pasir raksasa. NASA menjelaskan bahwa bentuk tersebut berkaitan dengan cara material bintang dilepaskan dan mengembang.
Salah satu teori menyebutkan bahwa angin bintang yang lebih cepat bergerak melalui awan material yang mengembang lebih lambat dan lebih padat di sekitar bagian ekuator bintang.
Ada pula Cat’s Eye Nebula atau NGC 6543 yang bentuknya menyerupai mata kucing. Nebula ini berada di rasi Draco dan menjadi salah satu planetary nebula yang paling kompleks yang pernah diamati.
Pada Maret 2026, NASA dan ESA bahkan merilis tampilan baru Cat’s Eye Nebula yang menggabungkan pengamatan Hubble dan Euclid. Hasilnya memperlihatkan struktur berlapis yang terdiri dari gelembung gas, lingkaran, serta pancaran material berkecepatan tinggi.
Baca Juga: Selama Ini Cuma Dianggap Adegan Pembuka, Ternyata Sofa The Simpsons Punya Istilah Sendiri
Dua gelembung terbesar di bagian tengah membuat keseluruhan objek terlihat seperti sebuah mata dengan bintang di tengahnya.
Cat’s Eye juga menyimpan semacam rekaman perjalanan akhir bintangnya. NASA menjelaskan bahwa struktur cincin di sekelilingnya merupakan jejak dari material yang dilepaskan dalam beberapa tahap.
Beberapa pengamatan menunjukkan adanya sejumlah cincin konsentris yang sebenarnya merupakan bagian tepi dari gelembung gas berbentuk bola.
Jadi, mengapa satu bintang bisa meninggalkan bentuk yang berbeda dengan bintang lainnya?
Jawabannya berkaitan dengan bagaimana material bintang dilepaskan dan kondisi di sekitarnya. Arah aliran gas, angin bintang, kepadatan material, struktur debu, hingga kemungkinan keberadaan bintang pendamping dapat memengaruhi bentuk akhir nebula. Karena itulah hasilnya bisa sangat beragam.
Istilah planetary nebula sendiri sebenarnya sedikit membingungkan. Nebula jenis ini tidak berhubungan dengan planet. Nama tersebut muncul karena ketika pertama kali diamati menggunakan teleskop sederhana, beberapa nebula terlihat seperti cakram menyerupai planet. Belakangan diketahui bahwa objek tersebut sebenarnya merupakan gas yang dilepaskan bintang.
Fase ini juga tidak berlangsung selamanya. ESA menjelaskan bahwa fase planetary nebula hanya berlangsung sekitar 20.000 tahun, waktu yang sangat singkat dibandingkan usia sebuah bintang. Setelah itu, material yang dilepaskan akan terus menyebar ke ruang antarbintang.
Menariknya, fenomena seperti ini juga berkaitan dengan masa depan bintang seperti Matahari. Bintang dengan massa sekitar 0,8 hingga delapan kali massa Matahari dapat mengalami tahap pelepasan sebagian besar materialnya dan membentuk planetary nebula. Matahari termasuk dalam kelompok tersebut.
Artinya, ketika melihat gambar Butterfly Nebula, Cat’s Eye Nebula, atau Hourglass Nebula, yang sebenarnya sedang dilihat bukanlah kupu-kupu, mata, atau jam pasir raksasa di luar angkasa. Semua itu merupakan pola gas dan debu yang menjadi semacam jejak dari tahap akhir kehidupan sebuah bintang.
Kematian bintang ternyata tidak selalu meninggalkan sesuatu yang gelap dan kosong. Dalam kondisi tertentu, justru terbentuk struktur kosmik dengan bentuk yang begitu unik sampai-sampai manusia memberi nama berdasarkan apa yang terlihat dari Bumi.(Luthfiana Sekar)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber