12 September 1959, Manusia Sengaja Menabrakkan Pesawat ke Bulan. Ternyata Ini Tujuannya

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 15:05 WIB
Luna 2 menjadi wahana pertama buatan manusia yang mencapai permukaan Bulan. Diluncurkan Uni Soviet pada 12 September 1959, wahana ini dirancang untuk melakukan kontak langsung dengan Bulan. (NASA)
Luna 2 menjadi wahana pertama buatan manusia yang mencapai permukaan Bulan. Diluncurkan Uni Soviet pada 12 September 1959, wahana ini dirancang untuk melakukan kontak langsung dengan Bulan. (NASA)

SOLOBALAPAN.COM - Sebelum manusia benar-benar menginjakkan kaki di Bulan, sebuah benda buatan manusia sudah lebih dulu mencapai permukaannya. Namun caranya bukan dengan mendarat perlahan.

Benda tersebut justru menabrak Bulan.

Peristiwa itu dimulai pada 12 September 1959 ketika Uni Soviet meluncurkan sebuah wahana antariksa yang kemudian dikenal sebagai Luna 2. Misi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perlombaan menuju Bulan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Spirit of Progress, Kereta Futuristis yang Jadi Kebanggaan Australia pada Era 1930-an

Pada masa itu, kemampuan manusia untuk mengirim benda ke luar angkasa masih tergolong sangat baru. Sputnik baru diluncurkan dua tahun sebelumnya, sementara upaya mencapai Bulan berkali-kali mengalami kegagalan.

Luna 2 dirancang dengan tujuan yang cukup sederhana tetapi bersejarah: mencapai permukaan Bulan.

Berbeda dengan misi modern yang biasanya berusaha melakukan pendaratan terkendali, Luna 2 memang dirancang untuk menabrak permukaan Bulan. Wahana tersebut diluncurkan pada 12 September dan mengambil jalur menuju Bulan.

NASA mencatat Luna 2 berhasil mencapai kecepatan yang cukup untuk meninggalkan pengaruh gravitasi Bumi dan melanjutkan perjalanan menuju Bulan.

Sehari setelah peluncuran, wahana tersebut mencapai permukaan Bulan dan menjadi benda buatan manusia pertama yang melakukan kontak dengan benda langit lain.

Artinya, sebelum ada manusia yang berjalan di Bulan, sudah ada benda buatan manusia yang lebih dulu sampai di sana.

Luna 2 juga bukan sekadar dikirim untuk membuktikan bahwa manusia bisa mencapai Bulan. Wahana tersebut membawa sejumlah instrumen ilmiah untuk mempelajari lingkungan di sekitar Bulan.

Baca Juga: “Aku yang Pink, Kamu yang Ungu!” Kenapa Barbie Begitu Melekat dengan Masa Kecil?

Salah satu hasilnya adalah pengukuran terhadap medan magnet dan radiasi di sekitar Bulan. Data dari Luna 2 menunjukkan tidak adanya medan magnet Bulan yang signifikan seperti yang dimiliki Bumi, sekaligus membantu ilmuwan memahami lingkungan luar angkasa di sekitar satelit alami kita.

Ada pula detail yang cukup menarik dari misi tersebut. Luna 2 membawa lambang Uni Soviet dalam bentuk benda logam yang kemudian ikut berada di permukaan Bulan setelah wahana menghantamnya.

Pencapaian ini terjadi di tengah persaingan luar angkasa yang sangat ketat. Uni Soviet dan Amerika Serikat sama-sama berusaha menjadi negara pertama dalam berbagai pencapaian luar angkasa.

Beberapa bulan sebelumnya, Luna 1 sebenarnya sudah dikirim menuju Bulan. Namun wahana tersebut gagal menabrak Bulan dan justru melintas di dekatnya sebelum akhirnya menjadi benda buatan manusia yang mengorbit Matahari.

Luna 2 kemudian berhasil melakukan apa yang sebelumnya gagal dilakukan Luna 1.

Baca Juga: Buntut Guru SD Pria Pakai Lipstik di Tolitoli, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Angkat Bicara!

Setelah itu, perlombaan menuju Bulan terus berlanjut. Uni Soviet kembali mencatat pencapaian besar lewat Luna 3 pada Oktober 1959, yang berhasil mengambil gambar sisi jauh Bulan.

Beberapa tahun kemudian, Amerika Serikat mengirim astronaut dalam program Apollo hingga akhirnya manusia pertama berjalan di permukaan Bulan pada 1969.

Kalau sekarang melihat foto astronaut berdiri di Bulan, rasanya perjalanan tersebut seperti sesuatu yang sudah biasa. Padahal, satu dekade sebelumnya manusia bahkan masih mencoba mencari tahu apakah benda buatan manusia bisa mencapai Bulan. Dan pada 12 September 1959, langkah penting itu dimulai.

Sebuah wahana diluncurkan dari Bumi dengan tujuan yang terdengar sederhana: mencapai Bulan, meskipun harus dengan cara menabraknya. (Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : NASA
Uni soviet alam fenomena nasa