Dulu Kita Punya Tugas Sendiri Saat Nonton Dora the Explorer:Cari Swiper, Lihat Peta, sampai Teriak No Swiping!

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 12:52 WIB
Dora the Explorer menjadi salah satu kartun masa kecil yang membuat penonton seolah ikut dalam petualangan. Bersama Boots, Map, dan Backpack, Dora mengajak anak mengikuti perjalanan dan menyelesaikan berbagai masalah. (Pinterest)
Dora the Explorer menjadi salah satu kartun masa kecil yang membuat penonton seolah ikut dalam petualangan. Bersama Boots, Map, dan Backpack, Dora mengajak anak mengikuti perjalanan dan menyelesaikan berbagai masalah. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - “Dora, kita harus pergi ke mana?” “Di sana!” 

Kalau pernah tumbuh dengan Dora the Explorer, mungkin kita pernah melakukan sesuatu yang sekarang kalau dipikir-pikir terasa lucu: menjawab pertanyaan Dora dari depan televisi.

Padahal kita tahu Dora cuma ada di layar. Kita juga tahu dia tidak mungkin benar-benar mendengar suara kita. Tapi dulu rasanya kalau Dora bertanya, kita memang harus menjawab.

Baca Juga: Bobotoh Nekat Siap-Siap Diputar Balik! Polisi Pasang Barikade Penyekatan di 3 Akses Masuk Jakarta

Kalau Dora sedang mencari jalan, kita ikut melihat. Kalau Swiper muncul, kita ikut berteriak, “No swiping!” Rasanya seperti punya tugas sendiri dalam setiap petualangan Dora.

Ada yang bertugas memperhatikan Map. Ada yang harus membantu Dora mencari benda tertentu. Ada juga yang paling semangat ketika Swiper datang karena tahu satu hal: sekarang waktunya ikut mengusir rubah itu.

Dora memang berbeda dari banyak kartun yang hanya mengajak anak melihat cerita dari awal sampai akhir. Dalam petualangannya, Dora berkali-kali berbicara langsung kepada penonton dan memberikan kesempatan untuk merespons.

Map membantu menunjukkan perjalanan yang harus ditempuh, sedangkan Backpack selalu punya benda yang mungkin dibutuhkan dalam perjalanan. Karakter-karakter itu akhirnya terasa seperti bagian dari permainan, bukan sekadar tokoh yang kita lihat di televisi.

Dan ternyata, rasa seolah-olah sedang benar-benar diajak berbicara oleh Dora bukan cuma perasaan kita waktu kecil.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Child Development menggunakan Dora sebagai karakter dalam sebuah permainan interaktif untuk melihat bagaimana anak-anak berinteraksi dengan karakter di layar.

Dalam penelitian tersebut, Dora memberikan pertanyaan kepada anak dan berhenti sejenak agar mereka bisa menjawab. Hasilnya, anak-anak memang banyak memberikan respons kepada karakter tersebut.

Baca Juga: Bluey Bukan Cuma Kartun Anak, Ini Cara Mereka Belajar Menghadapi Kegagalan

Jadi ketika dulu kita menjawab, “Di sana, Dora!”, sebenarnya format acaranya memang memberi ruang untuk kita melakukan itu. Mungkin karena itulah menonton Dora terasa berbeda.

Kita tidak hanya menunggu apa yang akan terjadi berikutnya. Kita seperti ikut membantu menentukan apakah petualangannya bisa berlanjut. Coba ingat lagi bagaimana rasanya ketika Map muncul.

Dora bertanya, kita melihat pilihan tempat, lalu ikut menentukan jalan. Kalau ternyata Dora membutuhkan sesuatu dari Backpack, kita ikut penasaran dengan apa yang akan keluar. Saat Swiper mencoba mengambil barang Dora, kita juga tahu bahwa kita punya satu kalimat yang harus diteriakkan.

“No swiping!”

Sesederhana itu, tetapi bagi anak kecil, rasanya seperti punya peran penting. Bahkan ada penelitian lain yang menggunakan Dora sebagai salah satu karakter yang bisa dipilih anak ketika mereka diminta membayangkan diri sebagai sosok yang pandai berusaha dan tidak mudah menyerah.

Baca Juga: Mengapa Lidah Buaya Wajib Ada di Rumah? Ini Pilihan Manfaat utamanya

Ini menunjukkan bahwa karakter seperti Dora memang bisa menjadi sosok yang cukup familiar bagi anak untuk dijadikan bagian dari permainan imajinatif. 

Tidak heran kalau bertahun-tahun setelah tidak lagi menonton Dora, mendengar suara atau melihat potongan videonya di media sosial bisa langsung membawa kita kembali ke masa itu.

Apalagi sekarang potongan kartun lama sering muncul lagi di TikTok. Satu video pendek bisa membuat kita tiba-tiba ingat bagaimana dulu duduk di depan televisi, menunggu Dora menyelesaikan petualangannya. Kadang bahkan kita masih tahu harus mengatakan apa sebelum karakternya selesai berbicara.

Lucunya, ketika masih kecil, kita mungkin tidak pernah berpikir bahwa Dora sedang menggunakan pola interaksi tertentu agar penonton ikut terlibat. Kita hanya merasa Dora sedang bertanya kepada kita. Dan kita tentu saja menjawab.

Mungkin itulah salah satu alasan Dora begitu melekat dalam ingatan banyak orang. Bukan hanya karena ceritanya, tetapi karena kita pernah merasa menjadi bagian dari ceritanya.

Dulu, kita punya pekerjaan sendiri saat menonton Dora. Memperhatikan Map, membantu mencari sesuatu, mengingat jalan, dan yang paling penting, memastikan Swiper tidak berhasil mengambil barang. Sekarang kita sudah tidak lagi duduk di depan televisi sambil menunjuk layar.

Tapi kalau suatu hari mendengar lagi kalimat, “Swiper, no swiping!”, mungkin kita masih otomatis tahu harus menjawab apa. (Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
Dora:The Explorer kartun legendaris nickelodeon