Whimsy Lagi Tren di Kalangan Gen Z, Kenapa Banyak Orang Ingin Hidup Lebih ‘Ajaib’?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 12:27 WIB
Tren whimsy populer di kalangan Gen Z pada 2026 sebagai ajakan menghadirkan keceriaan sederhana. (Red Velvet)
Tren whimsy populer di kalangan Gen Z pada 2026 sebagai ajakan menghadirkan keceriaan sederhana. (Red Velvet)

SOLOBALAPAN.COM – Pernah sengaja membeli minuman dengan topping lucu, memakai aksesori yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, menghias meja kerja dengan benda-benda kecil yang disukai, atau pergi jalan-jalan hanya karena ingin membuat hari terasa lebih menyenangkan?

Hal-hal sederhana seperti itu kini bisa dikaitkan dengan satu istilah yang sedang ramai di kalangan Gen Z, yakni whimsy.

Istilah whimsy belakangan banyak muncul di media sosial dan menjadi bagian dari tren gaya hidup Gen Z pada 2026. Tren ini tidak hanya berkaitan dengan penampilan atau estetika, tetapi juga cara seseorang menghadirkan sedikit kesenangan dan spontanitas ke dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Media Korea Sorot Perubahan Fisik Megawati Hangestri Jelang V-League 2026/2027: Bobot Turun 22 Kg

Apa Itu Whimsy?

Secara sederhana, whimsy menggambarkan sesuatu yang unik, lucu, menyenangkan, atau sedikit tidak biasa. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah tersebut kemudian berkembang menjadi gambaran tentang sesuatu yang terasa playful, imajinatif, dan penuh kejutan kecil.

Di kalangan Gen Z, whimsy digunakan untuk menggambarkan kebiasaan membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih menarik.

Misalnya, seseorang menghias kopi dengan cara yang unik, menggunakan aksesori warna-warni, menempelkan sticker kesukaan di laptop, membeli bunga untuk diri sendiri, atau sengaja memakai pakaian yang membuat dirinya merasa seperti karakter dalam film.

Baca Juga: Nggak Cuma Buat Anak, 5 Playlist Disney Ini Bisa Jadi Teman Kerja, Belajar, hingga Tidur

Jadi, whimsy tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar.

Justru, hal-hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting tetapi mampu membuat seseorang merasa senang bisa menjadi bagian dari tren ini.

Kenapa Whimsy Jadi Tren?

Salah satu alasan whimsy menarik perhatian adalah keinginan untuk menemukan kesenangan dalam aktivitas yang sebenarnya biasa saja.

YPulse mencatat bahwa kecenderungan Gen Z untuk “meromantisasi” kehidupan sebenarnya sudah muncul dalam berbagai bentuk selama beberapa tahun. Whimsy menjadi salah satu nama baru untuk kecenderungan tersebut, seperti mengubah aktivitas sederhana menjadi momen yang terasa lebih menyenangkan.

Tren ini juga dapat dilihat sebagai reaksi terhadap kehidupan yang semakin dipenuhi rutinitas, tuntutan produktivitas, dan aktivitas digital.

Daripada setiap kegiatan harus memiliki tujuan yang jelas, whimsy justru memberi ruang untuk melakukan sesuatu hanya karena menyenangkan.

Misalnya, membeli es krim setelah pulang kerja, membawa kamera kecil saat jalan-jalan, membaca buku di taman, menggunakan gelas favorit ketika bekerja, atau menyimpan benda kecil yang mengingatkan pada masa kanak-kanak.

Tidak ada manfaat besar yang harus dicapai.

Yang penting, aktivitas tersebut membuat hari terasa sedikit lebih menyenangkan.

Baca Juga: Upin Ipin Kayaknya Gak Bakal FOMO, 5 Kebiasaan Sederhana yang Justru Dicari Gen Z

Bukan Berarti Harus Hidup Serba Estetik

Salah satu kesalahpahaman tentang whimsy adalah anggapan bahwa seseorang harus memiliki kamar penuh dekorasi unik atau memakai pakaian warna-warni agar bisa mengikuti tren ini.

Padahal, whimsy lebih berkaitan dengan cara seseorang memandang kehidupan daripada aturan mengenai penampilan.

Tren ini bahkan dapat muncul dalam bentuk yang sangat sederhana. Membeli roti dengan bentuk lucu, mengganti wallpaper ponsel dengan gambar yang disukai, menulis jurnal menggunakan pulpen warna-warni, atau menyempatkan diri menikmati matahari sore juga dapat menjadi cara menghadirkan sedikit whimsy.

Dengan kata lain, tidak perlu mengubah seluruh kehidupan agar terasa berbeda.

Cukup memberikan ruang untuk melakukan hal-hal kecil yang memang membuat diri sendiri senang.

Ketika Hidup Tidak Harus Selalu Serius

Popularitas whimsy juga menunjukkan perubahan cara generasi muda melihat kesenangan.

Jika sebelumnya berbagai aktivitas sering dikaitkan dengan produktivitas atau pencapaian, tren ini justru memberi tempat bagi aktivitas yang dilakukan tanpa alasan yang terlalu serius.

Hal tersebut dapat menjadi bentuk kecil untuk menikmati kehidupan di tengah rutinitas.

Pada akhirnya, whimsy bukan tentang membuat kehidupan terlihat sempurna seperti unggahan di media sosial. Sebaliknya, tren ini bisa dimaknai sebagai ajakan untuk menemukan sesuatu yang menyenangkan dari hal-hal sederhana.

Jadi, kalau hari ini ingin membeli bunga untuk diri sendiri, memakai aksesori yang dianggap lucu, pergi ke tempat baru tanpa alasan khusus, atau sekadar menikmati kopi menggunakan gelas kesayangan, tidak perlu merasa terlalu berlebihan.

Mungkin saja, kamu sedang membawa sedikit whimsy ke dalam kehidupan sehari-hari. (Ina)

Editor : Inayah Choirunisa
whimsy menyenangkan tren Kehidupan