SOLOBALAPAN.COM – Kalau Upin dan Ipin hidup di zaman sekarang, rasanya dua bocah kembar dari Kampung Durian Runtuh itu tidak akan terlalu sibuk mengikuti semua tren yang muncul di media sosial.
Bayangkan saja, ketika teman-teman seusianya ramai membeli barang yang sedang viral, mencoba makanan yang sedang naik daun, atau berlomba mengikuti tren terbaru, Upin dan Ipin mungkin masih asyik bermain bersama kawan-kawan di kampung.
Bukan berarti mereka ketinggalan zaman. Justru, gaya hidup sederhana yang sering terlihat dalam keseharian Upin dan Ipin terasa semakin relevan dengan kehidupan Gen Z saat ini.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Kecil yang Bikin Hidup Terasa Lebih Ringan, Bisa Dimulai dari Sekarang
Di tengah media sosial yang membuat berbagai tren datang silih berganti, mengikuti semuanya tentu bisa melelahkan, termasuk bagi dompet. Karena itu, beberapa kebiasaan sederhana seperti yang sering tergambar dalam kehidupan Upin dan Ipin bisa menjadi pengingat bahwa tidak semua hal harus dimiliki atau dicoba.
1. Tidak Harus Ikut Semua Tren
Media sosial membuat seseorang mudah mengetahui apa yang sedang populer. Mulai dari makanan, pakaian, tempat nongkrong, hingga barang tertentu dapat mendadak menjadi tren hanya dalam hitungan hari.
Masalahnya, mengetahui sebuah tren terkadang membuat seseorang merasa harus ikut mencobanya.
Padahal, tidak semua tren sesuai dengan kebutuhan. Kebiasaan berhenti sejenak sebelum membeli atau mengikuti sesuatu dapat membantu seseorang membedakan antara benar-benar membutuhkan dan sekadar takut tertinggal.
Kalau Upin dan Ipin punya prinsip, mungkin sesederhana, “Kalau masih bisa bermain dengan yang ada, kenapa harus buru-buru membeli yang baru?”
Baca Juga: Lebih Worth it Belanja Online atau Offline? Konsumen Saat Ini Tak Terpaku Satu Platform
2. Menikmati Barang yang Sudah Dimiliki
Salah satu hal yang terasa dekat dari kehidupan di Kampung Durian Runtuh adalah penggunaan barang-barang yang sederhana.
Kebahagiaan tidak selalu datang dari memiliki sesuatu yang baru. Bermain bersama teman, bersepeda, berkumpul dengan keluarga, atau sekadar menikmati waktu luang juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Kebiasaan tersebut sebenarnya sejalan dengan pola hidup yang lebih sadar terhadap konsumsi. Seseorang tidak harus terus mengganti barang hanya karena muncul versi terbaru.
Daripada mengikuti tren setiap saat, merawat dan menggunakan barang yang masih berfungsi dengan baik bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
3. Main Bareng Lebih Penting daripada Pamer
Kalau melihat kehidupan Upin dan Ipin, aktivitas mereka sering kali berpusat pada kebersamaan.
Bermain dengan Ehsan, Fizi, Mail, atau teman-teman lainnya tidak membutuhkan tempat mahal atau barang bermerek. Yang penting adalah ada aktivitas dan orang-orang yang bisa diajak bersenang-senang.
Kebiasaan ini menarik jika dibandingkan dengan budaya media sosial saat ini. Tidak sedikit aktivitas yang akhirnya terasa seperti sesuatu yang harus diabadikan dan dibagikan.
Padahal, tidak semua pengalaman harus menjadi konten.
Sesekali menikmati kegiatan tanpa memikirkan bagaimana tampilannya di media sosial juga dapat membuat seseorang lebih fokus pada pengalaman itu sendiri.
Baca Juga: Frugal Living Ala Anak Kos, 7 Pengeluaran Kecil yang Diam-Diam Bikin Uang Cepat Habis
4. Jajan Boleh, tetapi Tidak Harus Setiap Saat
Upin dan Ipin memang tidak bisa dilepaskan dari berbagai cerita tentang makanan, terutama ketika ada sesuatu yang menarik perhatian mereka.
Namun, kehidupan sederhana juga mengajarkan bahwa menikmati makanan tidak harus selalu berarti membeli sesuatu yang sedang viral.
Kebiasaan memilih makanan sesuai kebutuhan dan kemampuan dapat membantu pengeluaran tetap terkendali. Apalagi bagi anak muda yang harus mengatur uang bulanan.
Jajan sesekali tentu tidak masalah. Yang perlu diperhatikan adalah ketika pembelian kecil yang dilakukan berulang kali ternyata membuat pengeluaran membengkak.
5. Tidak Takut Ketinggalan Hal yang Tidak Penting
FOMO atau fear of missing out membuat seseorang merasa khawatir ketika tidak mengikuti apa yang sedang dilakukan orang lain.
Padahal, tertinggal satu tren bukan berarti kehilangan sesuatu yang penting.
Tidak ikut mencoba tempat makan yang sedang viral, tidak membeli barang yang sedang ramai dibicarakan, atau tidak mengetahui tren terbaru bukan berarti kehidupan menjadi kurang menyenangkan.
Justru, kemampuan memilih apa yang memang ingin diikuti dapat membuat seseorang lebih bebas menentukan prioritas.
Mungkin inilah salah satu hal yang bisa dipelajari dari kehidupan sederhana Upin dan Ipin. Tidak semua kesenangan membutuhkan sesuatu yang baru, mahal, atau sedang viral.
Di tengah media sosial yang terus menawarkan tren baru, hidup sederhana bukan berarti tidak mengikuti perkembangan zaman. Ada kalanya, tidak ikut-ikutan justru menjadi cara untuk menjaga dompet, waktu, dan energi.
Kalau Upin dan Ipin saja bisa menikmati hari dengan bermain bersama teman dan keluarga, mungkin Gen Z juga tidak perlu merasa harus mencoba semuanya.
Sebab, ketinggalan tren tidak selalu berarti ketinggalan kehidupan. (Ina)
Editor : Inayah Choirunisa