SOLOBALAPAN.COM - Berawal dari hobi bersepeda, siswa SD di Kudus ini mengajak teman-temannya membentuk klub sepeda di sekolah. Dari kegiatan yang awalnya dilakukan untuk menyalurkan kegemaran pribadi, lahirlah wadah bersepeda bersama.
Dia adalah Mohammad Afham Satriyosa, siswa kelas 6 SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus yang akrab disapa Iyo. Ide membentuk klub tersebut muncul ketika ia masih duduk di kelas 5.
Baca Juga: Lebih Worth it Belanja Online atau Offline? Konsumen Saat Ini Tak Terpaku Satu Platform
Iyo kemudian mengajak sejumlah teman untuk ikut bersepeda. Ajakan itu mendapat sambutan baik hingga semakin banyak siswa yang tertarik mengikuti kegiatan tersebut.
Klub itu diberi nama Birrul Walidain Bicycle Club atau BWBC. Kehadirannya menjadi wadah bagi siswa yang sama-sama menyukai aktivitas bersepeda untuk berkegiatan bersama.
Kegiatan BWBC juga mendapat dukungan dari pihak sekolah. Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus Ustad Jamaludin Kamal, bahkan turut bersepeda bersama para siswa dalam kegiatan gowes.
Bagi anggota BWBC, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi cara untuk berolahraga. Saat bersepeda bersama, para siswa juga belajar menggunakan jalan raya dengan tertib dan memperhatikan lingkungan di sepanjang perjalanan.
Bagi Iyo sendiri, menjalankan klub tersebut menjadi pengalaman baru. Ia tidak sekadar ikut bersepeda, tetapi juga belajar mengajak teman, berkomunikasi, mengatur kegiatan, dan bekerja sama dengan anggota lainnya.
Dukungan sekolah membuat kegiatan tersebut berkembang menjadi aktivitas positif bagi para siswa. BWBC bahkan disebut sebagai klub sepeda pertama yang dibentuk di SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus.
Menariknya, kegemaran Iyo dalam menghasilkan sesuatu bukan hal yang baru. Saat masih berusia 8 tahun dan duduk di kelas 2 SD, ia pernah diberitakan memiliki karya berupa buku dongeng berjudul "Fabel Si Io".
Baca Juga: Lika-liku Kepulangan Ayu Dewi Tertahan Efek Erupsi Krakatau, Kolom Komentar Diserbu Netizenb
Kini, kegemarannya hadir dalam bentuk berbeda. Bukan lagi hanya menghasilkan karya sendiri, Iyo mengajak teman-temannya melakukan aktivitas yang ia sukai bersama-sama.
Dari sebuah hobi sederhana, kegiatan itu akhirnya menjadi ruang bagi para siswa untuk berolahraga, berkumpul, sekaligus belajar bertanggung jawab dan bekerja sama. (hanifatuz zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber