Pernah Terbayang Makan di Meja dari Tanah? Begini Uniknya Konsep di Tengah Kebun

tim solobalapan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 18:05 WIB
Farm Is Table, pengalaman makan langsung di tengah kebun.(benih.seribuan)
Farm Is Table, pengalaman makan langsung di tengah kebun.

SOLOBALAPAN.COM -  Pernah membayangkan makan di tengah kebun dengan meja yang tidak dibuat dari kayu atau batu, melainkan dibentuk langsung dari tanah? Pengalaman tak biasa itu hadir melalui Farm Is Table, sebuah konsep bersantap yang memadukan makanan, pertanian, seni, dan lanskap dalam satu ruang.

Konsep tersebut berada di Treiber Farms, Peconic, New York. Berbeda dari restoran farm-to-table yang umumnya membawa hasil kebun ke dapur sebelum disajikan kepada pengunjung, Farm Is Table justru membawa pengalaman makan lebih dekat dengan tempat bahan makanan itu tumbuh.

Baca Juga: Garuda Muda Lolos Piala Asia U-20 2027! Coach Nova Arianto Puji Perjuangan Sengit Pemain Tumbangkan Australia

Meja makan dalam proyek ini dibuat mengikuti permukaan lahan. Tanah digali dan dibentuk menjadi area meja sekaligus tempat duduk bagi para tamu. Rumput, bunga, dan tanaman yang tumbuh di sekitar lahan juga tetap menjadi bagian dari lanskap, sehingga area makan terlihat menyatu dengan kebun.

Dengan desain seperti itu, pengunjung tidak sekadar duduk di sebuah restoran yang memiliki suasana alami. Mereka benar-benar makan di tengah lahan pertanian dengan tanah dan tanaman yang berada di sekeliling meja.

Proyek ini dirancang oleh seniman Allan Wexler dan Michael Yarinsky sebagai bagian dari A New Futurist Cookbook. Keduanya mengeksplorasi kemungkinan baru dalam pengalaman makan, termasuk bagaimana makanan dapat berhubungan lebih dekat dengan tempat, lingkungan, dan proses produksinya.

Baca Juga: Lebih Worth it Belanja Online atau Offline? Konsumen Saat Ini Tak Terpaku Satu Platform

Untuk urusan hidangan, Chef Caroline Hahm menyiapkan sejumlah menu dengan bahan-bahan yang bersumber secara lokal. Sebagian besar bahan yang digunakan berasal dari Treiber Farms, sehingga hubungan antara kebun dan makanan yang tersaji di meja terasa semakin kuat.

Menariknya, pengalaman tersebut tidak berhenti pada bentuk meja dan bahan makanan. Peralatan makan yang digunakan juga memiliki unsur pertanian. Peter Treiber Jr., seorang petani sekaligus seniman, membuat sejumlah perlengkapan saji dengan memanfaatkan benda-benda yang berkaitan dengan aktivitas pertanian.

Para tamu kemudian duduk bersama di meja panjang yang berada langsung di area pertanian sambil menikmati hidangan. Posisi meja yang menyatu dengan tanah membuat aktivitas makan terasa seperti bagian dari lanskap, bukan kegiatan yang berlangsung di ruang terpisah.

Baca Juga: Dari Kendali AS hingga Kembali ke Panama, Begini Sejarah Terusan Panama

Konsep Farm Is Table menunjukkan bahwa pengalaman farm-to-table bisa diterjemahkan dengan cara yang jauh lebih luas. Bukan hanya soal bahan makanan yang berasal dari kebun, tetapi juga bagaimana pengunjung diajak melihat kembali hubungan antara makanan, tanah, dan lingkungan tempat makanan tersebut berasal.

Pada akhirnya, meja dalam konsep ini bukan sekadar tempat untuk menyajikan makanan. Tanah tempat tanaman tumbuh justru menjadi bagian dari pengalaman makan itu sendiri. Dari kebun, bahan makanan tumbuh hingga akhirnya kembali dinikmati di tempat yang sama. (hanifatuz zahra)

Editor : Kabun Triyatno
dapur kebun makan pertanian