Cuma Setinggi 25 Meter, Gunung Mini di Grobogan Ini Bisa Menyemburkan Lumpur

tim solobalapan • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 16:15 WIB
Bledug Kramesan di Grobogan, Jawa Tengah, merupakan gunung lumpur yang memiliki ketinggian sekitar 25 meter.(TRT Indonesia)
Bledug Kramesan di Grobogan, Jawa Tengah, merupakan gunung lumpur yang memiliki ketinggian sekitar 25 meter. 

SOLOBALAPAN.COM -Indonesia memang dikenal dengan deretan gunung yang menjulang tinggi. Namun, di Grobogan, Jawa Tengah, ada bentang alam yang bentuknya menyerupai gunung tetapi ukurannya jauh lebih kecil. Tingginya hanya sekitar 25 meter dan fenomena ini dikenal dengan nama Bledug Kramesan.

Bledug Kramesan berada di Dusun Medang, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan. Ukurannya memang jauh berbeda dari gunung yang biasa dikenal masyarakat. Meski begitu, gundukan tersebut terbentuk seiring aktivitas geologi yang mendorong lumpur dan gas ke permukaan.

Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas Mengancam Pernapasan, Warga Diimbau Pakai Masker dan Lindungi Mata

Sekilas, bentuknya mungkin membuat orang mengira Bledug Kramesan sebagai gunung berukuran kecil. Kenyataannya tidak demikian. Fenomena tersebut termasuk dalam kategori mud volcano atau gunung lumpur. Material yang membentuknya berasal dari bagian bawah permukaan bumi dan terdorong naik melalui rekahan atau struktur geologi tertentu.

Dorongan material dari dalam tanah itu dikenal sebagai proses mud diapir. Lumpur kemudian mencapai permukaan dan menumpuk secara bertahap hingga membentuk gundukan yang menyerupai kerucut gunung. Karena proses inilah Bledug Kramesan memiliki bentuk yang cukup berbeda dari bentang alam di sekitarnya.

Lokasinya juga tidak jauh dari Bledug Kuwu. Jarak antara kedua fenomena gunung lumpur tersebut sekitar 3,4 kilometer. Keduanya sama-sama menunjukkan adanya aktivitas geologi yang berkaitan dengan keluarnya material dari bawah permukaan bumi.

Baca Juga: Apa Itu HYROX? Bukan Sekadar Lari dan Angkat Beban, Ini Penjelasannya

Bledug Kramesan sempat menjadi perhatian setelah gempa Bawean berkekuatan magnitudo 6,5 pada 22 Maret 2024. Setelah gempa tersebut, aktivitas semburan di kawasan ini dilaporkan meningkat.

Meski aktivitasnya sempat meningkat setelah gempa, Bledug Kramesan bukanlah gunung yang baru terbentuk. Fenomena tersebut sudah ada sejak lama dan bahkan tercatat dalam beberapa naskah dari kerajaan-kerajaan di Jawa yang membahas keberadaan gunung lumpur. Gempa Bawean pada 2024 diduga hanya memengaruhi rekahan di bawah permukaan, sehingga material lumpur lebih mudah bergerak ke permukaan.

Hal lain yang membedakannya dari gunung api adalah material yang dikeluarkan. Jika erupsi gunung api berkaitan dengan magma, lava, abu, dan material vulkanik, Bledug Kramesan berkaitan dengan semburan lumpur serta gas dari bawah permukaan.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga: Getaran Terasa hingga Pandeglang, Abu Vulkanik Sampai ke 5 Provinsi

Ukurannya yang hanya sekitar 25 meter justru menjadi daya tarik tersendiri. Dari bentuknya, Bledug Kramesan memang tampak seperti gunung versi mini. Namun, di balik bentuk yang sederhana terdapat proses geologi yang berlangsung dalam waktu lama.

Bledug Kramesan akhirnya menjadi contoh bahwa aktivitas di dalam Bumi tidak selalu menghasilkan gunung api yang menjulang tinggi. Di Grobogan, proses tersebut justru membentuk sebuah “gunung” kecil yang muncul dari semburan lumpur dari bawah tanah.(Hanifatuz Zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : geologi indonesia
bledug kramesan gunung lumpur fenomena alam gunung grobogan