SOLOBALAPAN.COM – Goceng berapa rupiah? Bagi sebagian masyarakat Indonesia, istilah ini tentu sudah tidak asing. Kata tersebut kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menyebut nominal uang tanpa harus mengatakan angka sebenarnya.
Misalnya, seseorang mengatakan, “Bayarnya goceng saja.” Artinya, uang yang dimaksud adalah Rp5.000. Namun, tahukah kamu bahwa istilah goceng bukan berasal dari bahasa Indonesia asli?
Istilah goceng merupakan salah satu kosakata yang berasal dari bahasa Hokkien. Bahasa tersebut kemudian berbaur dengan bahasa yang digunakan masyarakat Indonesia dan akhirnya menjadi istilah yang cukup umum dalam percakapan sehari-hari.
Baca Juga: 8 Tanda Pertemanan Semu Menurut Psikologi, Nomor 7 Sering Tak Disadari
Goceng Berapa Rupiah?
Secara sederhana, goceng berarti Rp5.000. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), goceng memiliki arti lima ribu.
Menariknya, istilah tersebut sebenarnya tidak hanya digunakan untuk menyebut uang. Goceng merupakan bentuk penyebutan bilangan. Namun, dalam percakapan masyarakat Indonesia, kata tersebut lebih sering digunakan ketika membicarakan harga atau nominal uang.
Selain goceng, ada sejumlah istilah lain yang memiliki pola serupa. Misalnya, gocap berarti 50, cepek berarti 100, gopek berarti 500, seceng atau ceceng berarti 1.000, ceban berarti 10.000, dan goban berarti 50.000.
Baca Juga: Barangnya Kecil, Harganya Bisa Mahal: Koleksi Gemas yang Digandrungi Gen Z
Dalam penggunaannya untuk menyebut harga, istilah-istilah tersebut biasanya dipahami sebagai nominal rupiah. Karena itu, ketika seseorang mengatakan “lima goceng”, maksudnya bukan lima bilangan 5.000 secara abstrak, melainkan Rp25.000.
Dari Mana Asal Kata Goceng?
Goceng dan sejumlah istilah bilangan lainnya berkembang dari bahasa Hokkien yang digunakan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia.
Menurut sejumlah sumber, penggunaan istilah tersebut berkaitan dengan kedatangan masyarakat Tionghoa dari wilayah Fujian, Tiongkok bagian selatan. Dalam aktivitas perdagangan dan transaksi sehari-hari, kosakata Hokkien kemudian berinteraksi dengan bahasa yang digunakan masyarakat setempat.
Dari interaksi tersebut, sejumlah istilah bilangan menjadi semakin dikenal dan digunakan di luar komunitas penutur aslinya. Penggunaannya pada awalnya banyak ditemukan di kawasan perkotaan, termasuk Jakarta, sebelum kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
Dalam bahasa Hokkien, bentuk go ceng merujuk pada angka 5.000. Unsurnya dapat dipahami dari pembentukan bilangan, yakni go untuk lima dan ceng untuk ribuan. Pola yang sama juga terlihat pada sejumlah istilah lain.
Goceng dan Istilah Uang Lainnya
Goceng bukan satu-satunya istilah dari bahasa Hokkien yang masih digunakan dalam bahasa sehari-hari masyarakat Indonesia.
Beberapa istilah lain yang cukup populer antara lain:
Gocap = 50
Cepek = 100
Gopek = 500
Seceng atau ceceng = 1.000
Goceng = 5.000
Ceban = 10.000
Goban = 50.000
Sejumlah istilah tersebut bahkan telah tercatat dalam KBBI dan penggunaannya sudah melebur dalam kosakata bahasa Indonesia.
Meski begitu, ada perbedaan antara arti bilangan dan kebiasaan penggunaannya dalam percakapan. Misalnya, secara kamus gocap berarti 50, tetapi dalam percakapan tertentu istilah tersebut dapat digunakan untuk menyebut Rp50.000. Karena itu, konteks pembicaraan tetap penting untuk memahami nominal yang dimaksud.
Bahasa yang Berbaur Lewat Percakapan Sehari-hari
Kemunculan goceng dalam bahasa Indonesia menunjukkan bahwa perkembangan bahasa tidak hanya terjadi melalui pendidikan formal atau kamus. Kontak antarkelompok masyarakat juga dapat membuat sebuah kata berpindah dari satu bahasa ke bahasa lainnya.
Aktivitas perdagangan menjadi salah satu ruang penting dalam proses tersebut. Kata-kata yang awalnya digunakan oleh kelompok tertentu dapat semakin dikenal karena sering muncul dalam transaksi dan percakapan sehari-hari.
Kini, ketika seseorang mengatakan “uangnya cuma goceng”, kemungkinan besar lawan bicaranya tidak perlu bertanya lagi maksudnya. Kata yang berasal dari bahasa Hokkien itu telah menjadi bagian dari kosakata yang cukup akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Jadi, kalau masih bertanya goceng berapa rupiah, jawabannya adalah Rp5.000. Namun, di balik kata sederhana tersebut ternyata terdapat jejak panjang pertemuan bahasa Hokkien dengan bahasa yang berkembang di Indonesia. (ina)
Editor : Inayah Choirunisa