SOLOBALAPAN.COM - Tas biasanya dipilih karena model, warna, atau mereknya. Namun, bagi sebagian anak muda sekarang, sebuah tas terasa belum lengkap tanpa tambahan gantungan kecil yang menghiasi bagian luarnya.
Mulai dari boneka mini, karakter kartun, pita, keychain, hingga aksesori berbentuk makanan, semuanya bisa dipasang dan ditumpuk sesuai selera.
Tren tersebut dikenal sebagai bag charm, aksesori yang sebenarnya sudah lama ada tetapi kembali mendapat perhatian besar dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Rock in Rio 2026 Digelar September, Festival Musik Brasil Hadirkan Deretan Musisi Dunia
Bagi Gen Z, bag charm bukan lagi sekadar gantungan untuk mempercantik tas. Aksesori ini bisa menjadi cara sederhana untuk menunjukkan selera, karakter, bahkan hal-hal yang mereka sukai.
Tas yang sama pun bisa terlihat sangat berbeda hanya karena aksesori yang dipasang. Tas polos berwarna hitam, misalnya, dapat berubah menjadi lebih playful setelah diberi boneka kecil, gantungan berbentuk buah, pita, atau keychain dengan warna mencolok.
Tidak ada aturan khusus mengenai jumlah atau jenisnya. Semakin personal, semakin menarik.
Fenomena tersebut sejalan dengan tren fashion 2026 yang semakin menonjolkan individualitas dan aksesori yang memiliki karakter kuat.
Pinterest dalam laporan tren tahunannya juga memasukkan berbagai gaya yang mengarah pada tampilan lebih berani, playful, dan personal.
Salah satunya adalah kolaborasi dengan merek aksesori handmade Ian Charms untuk menghadirkan koleksi bag charm yang terinspirasi dari tren Pinterest Predicts 2026.
Baca Juga: Ini Stasiun atau Pusat Kota, Sih? Kenalan dengan Utrecht Centraal
Ketertarikan terhadap bag charm juga tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan Gen Z dalam mempersonalisasi barang yang mereka gunakan sehari-hari.
Ponsel diberi casing unik, laptop ditempeli stiker, sepatu dihiasi aksesori, sementara tas menjadi semacam “kanvas” yang bisa diubah sesuai kepribadian pemiliknya.
Menariknya, tren ini justru membuat aksesori yang terlihat kecil memiliki peran besar dalam sebuah penampilan.
Bag charm dapat menjadi penanda hobi atau fandom, menunjukkan warna favorit, membawa karakter yang disukai sejak kecil, atau sekadar menjadi benda lucu yang membuat pemiliknya merasa lebih dekat dengan barang yang digunakan setiap hari.
Kecenderungan menuju tampilan yang lebih ekspresif juga terlihat dalam tren aksesori fashion 2026.
Vogue mencatat bahwa aksesori musim gugur 2026 banyak mengarah pada benda-benda statement yang memberikan ruang bagi kreativitas dan ekspresi personal, termasuk berbagai aksesori dengan karakter yang kuat.
Tidak heran jika tren bag charm kemudian berkembang menjadi gaya tersendiri. Ada yang memilih satu gantungan sebagai aksen sederhana, tetapi ada pula yang memasang beberapa charm sekaligus hingga memenuhi sisi tas. Perbedaan pilihan tersebut justru menjadi bagian dari daya tariknya.
Baca Juga: Pernah Ada Pajak Janggut, Pria di Rusia Harus Bayar agar Boleh Memelihara Janggut
Selain membeli produk jadi, bag charm juga mudah dibuat sendiri. Manik-manik, pita, boneka mini, gantungan akrilik, hingga benda-benda kecil yang sudah dimiliki dapat dirangkai menjadi aksesori baru.
Hal ini membuat tren tersebut semakin dekat dengan budaya DIY dan personalisasi yang banyak berkembang di kalangan anak muda.
Pada akhirnya, daya tarik bag charm bukan hanya terletak pada bentuknya yang lucu. Di tengah tren fashion yang terus berubah, aksesori tersebut menawarkan sesuatu yang lebih personal: kesempatan untuk membuat barang yang dimiliki terasa benar-benar milik sendiri.
Tas mungkin dipakai untuk membawa barang, tetapi bag charm membuatnya ikut “bercerita” tentang siapa yang membawanya. (Luthfiana Sekar)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Pinterest, Vogue