SOLOBALAPAN.COM – Langit September 2026 akan dihiasi salah satu fenomena Bulan purnama yang memiliki nama khusus, yakni Harvest Moon. Fenomena ini akan mencapai fase purnama pada akhir September dan dapat menjadi salah satu objek pengamatan bagi masyarakat yang gemar menikmati langit malam.
Harvest Moon akan mencapai puncak purnama pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 12.49 siang waktu Eastern Daylight Time (EDT) atau 16.49 UTC. Jika dikonversikan ke wilayah Indonesia bagian barat, momen purnama terjadi pada 23.49 WIB pada 26 September 2026.
Namun, waktu puncak purnama bukan berarti menjadi waktu terbaik untuk melihat Bulan. Pada saat tersebut, di sejumlah wilayah Indonesia Bulan justru sudah berada tinggi di langit atau belum terbit. Waktu kemunculan Bulan di atas cakrawala perlu diperhatikan jika ingin mendapatkan pemandangan Bulan purnama saat baru terbit.
Baca Juga: 7 Fakta SpongeBob SquarePants yang Mungkin Baru Kamu Tahu
Kapan Harvest Moon Terlihat di Indonesia?
Untuk wilayah Indonesia, data Timeanddate menunjukkan Bulan terbit pada 26 September sekitar pukul 17.14 WIB. Pada waktu tersebut, Bulan sudah hampir sepenuhnya diterangi Matahari dengan tingkat iluminasi sekitar 99,9 persen. Bulan kemudian mencapai fase purnama tepat pada pukul 23.49 WIB.
Waktu terbit tentu dapat berbeda berdasarkan lokasi pengamatan. Karena itu, masyarakat di kota lain sebaiknya memeriksa waktu moonrise sesuai wilayah masing-masing sebelum melakukan pengamatan.
Harvest Moon juga tidak hanya bisa diamati tepat pada satu waktu. Bulan akan tampak penuh selama periode di sekitar puncak purnama, sehingga pengamat tidak harus menunggu hingga pukul 23.49 WIB untuk melihatnya.
Baca Juga: Kenapa Kafe di Sidoarjo Terapkan Aturan No Kids? Ternyata Ini Alasannya
Kenapa Disebut Harvest Moon?
Nama Harvest Moon bukan berasal dari perubahan warna atau ukuran Bulan. Istilah tersebut merupakan nama tradisional untuk Bulan purnama yang waktunya paling dekat dengan equinox September.
Pada 2026, equinox September berlangsung pada 22 September. Karena Bulan purnama 26 September merupakan purnama yang paling dekat dengan equinox tersebut, Bulan purnama September tahun ini disebut Harvest Moon.
Nama tersebut berkaitan dengan musim panen di belahan Bumi utara. Menurut Timeanddate, salah satu keunikan Harvest Moon di wilayah utara adalah waktu terbit Bulan pada beberapa malam berturut-turut dapat berdekatan. Kondisi tersebut secara historis memberikan tambahan cahaya alami setelah Matahari terbenam sehingga membantu aktivitas panen pada masa ketika penerangan buatan belum tersedia seperti sekarang.
Akan tetapi, fenomena tersebut tidak dapat disamakan begitu saja dengan kondisi di Indonesia. Forbes menjelaskan bahwa efek waktu terbit Bulan yang berdekatan tersebut justru berbalik di belahan Bumi selatan. Indonesia sendiri berada di sekitar khatulistiwa dan sebagian wilayahnya berada di belahan selatan.
Bulan Bisa Terlihat Oranye Saat Terbit
Ada alasan lain mengapa Bulan purnama menarik untuk diamati ketika baru muncul dari cakrawala. Bulan dapat terlihat berwarna kuning hingga jingga ketika posisinya masih rendah di langit.
Space.com menjelaskan bahwa warna tersebut berkaitan dengan perjalanan cahaya Bulan melalui atmosfer Bumi. Ketika Bulan berada dekat cakrawala, cahaya yang sampai ke mata melewati lapisan atmosfer yang lebih panjang sehingga warna tertentu lebih banyak tersebar. Warna kuning-oranye tersebut kemudian perlahan berkurang ketika Bulan semakin tinggi di langit.
Bulan juga dapat terlihat seolah-olah berukuran lebih besar ketika berada dekat cakrawala. Fenomena ini dikenal sebagai Moon Illusion, yakni ilusi persepsi yang membuat Bulan tampak lebih besar dibandingkan ketika berada tinggi di langit.
Karena itu, bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengamati Harvest Moon, waktu sekitar terbitnya Bulan pada sore hingga awal malam dapat menjadi momen menarik untuk diperhatikan. Pastikan lokasi pengamatan memiliki pandangan yang cukup terbuka ke arah timur dan kondisi langit mendukung.
Jadi, tandai 26 September 2026. Harvest Moon akan mencapai puncak purnama pada malam hari waktu Indonesia, tetapi pemandangan Bulan yang hampir penuh sudah dapat dinikmati sejak sore ketika Bulan mulai muncul di cakrawala. (ina)
Editor : Inayah Choirunisa