SOLOBALAPAN.COM - Hamparan hutan di Oregon, Amerika Serikat, mempunyai pemandangan tak biasa. Jika dilihat dari udara, susunan pepohonannya menyerupai wajah raksasa yang tersenyum.
Bentuk tersebut ternyata bukan hasil dari pola alam. Wajah berukuran sekitar 91 meter itu sengaja dirancang melalui penanaman pohon di kawasan hutan yang dikelola Hampton Lumber.
Baca Juga: Nadin Amizah Sebut Laika, Yang Ditinggalkan sebagai Salah Satu Album Terbaiknya
Pola tersebut dibuat pada 2011 ketika area itu sedang dalam proses penanaman kembali. Dua jenis pohon digunakan untuk menghasilkan perbedaan bentuk dan warna, yakni western larch dan Douglas-fir.
Jika dilihat dari bawah, susunan pepohonan tersebut belum menunjukkan bentuk tertentu. Pola wajah justru terlihat ketika kawasan hutan dilihat dari udara, dengan deretan pohon yang membentuk gambaran mata dan senyuman.
Tampilan tersebut terletak pada karakter western larch. Berbeda dari sebagian besar pohon konifer, jenis pohon ini menggugurkan jarumnya saat memasuki musim dingin. Sebelum gugur, jarum-jarumnya berubah warna menjadi kuning.
Baca Juga: Buntut Keracunan Massal MBG di Sidoarjo, Kepala BGN Sudaryono Minta Maaf dan Akui Kelalaian!
Perubahan warna itu membuat pola wajah semakin mudah terlihat pada musim gugur. Ketika western larch berubah menjadi kuning-oranye, pepohonan Douglas-fir di sekitarnya tetap hijau. Perbedaan warna tersebut menciptakan kontras yang membuat bentuk wajah tampak lebih jelas di udara.
Uniknya, gambar raksasa itu tidak dibuat dengan menebang atau mengubah hutan yang telah tumbuh. Bentuknya sudah diperhitungkan sejak awal saat kawasan tersebut ditanami kembali. Dengan cara itu, pola wajah tetap menjadi bagian dari proses pengelolaan hutan.
Pepohonan yang membentuk gambar tersebut juga tetap tumbuh dan dikelola sebagai bagian dari kawasan hutan. Artinya, keberadaan wajah raksasa ini tidak berdiri sendiri sebagai karya seni, melainkan menyatu dengan kegiatan kehutanan yang berlangsung di kawasan tersebut.
Namun, bentuk wajah itu tidak bertahan selamanya. Seiring pertumbuhan pohon dan berjalannya siklus pengelolaan hutan, tampilannya dapat berubah. Ketika pohon-pohon tersebut memasuki masa panen, kawasan itu kembali ke proses penanaman ulang.
Baca Juga: Awal Bulan tapi Uang Sudah Habis? Bisa Jadi 7 Kebiasaan Ini Biang Keroknya
Siklus tersebut membuat wajah tersenyum di Oregon memiliki umur yang terbatas. Meski begitu, selama pepohonan masih tumbuh dan perbedaan jenisnya tetap terlihat, pola tersebut menjadi pemandangan yang dapat dilihat dari udara.
Dari atas, pola yang terbentuk dari pepohonan itu menjadi lebih mudah dikenali sebagai wajah. Perubahan warna western larch saat musim gugur pun membuat bentuk mata dan senyum terlihat semakin jelas di tengah pepohonan yang tetap hijau.
Meski hanya dapat dilihat secara utuh dari udara, pola tersebut menjadi unik di lanskap hutan Oregon. Wajah raksasa itu sekaligus memperlihatkan bahwa proses penanaman kembali hutan dapat menghasilkan pola yang tidak biasa tanpa mengubah fungsi kawasan sebagai hutan. (hanifatuz zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber