7 Slang yang Dulu Hits di Internet, Kamu Pernah Pakai yang Mana?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 12:17 WIB
Tujuh slang internet jadul seperti woles, kamseupay, hingga masbuloh pernah populer pada masanya. (AI Generated)
Tujuh slang internet jadul seperti woles, kamseupay, hingga masbuloh pernah populer pada masanya. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM - “Woles aja, bro.” “Cius, mi apa?” “DL, derita lo.” Kalau kalimat-kalimat tersebut masih terasa familiar, mungkin kamu pernah melewati masa ketika bahasa internet punya gaya yang sangat berbeda dari sekarang.

Sebelum istilah seperti spill, FYP, red flag, dan slay memenuhi media sosial, pengguna internet di Indonesia punya banyak slang yang terdengar unik, bahkan kadang sulit dipahami kalau belum tahu maksudnya. Beberapa di antaranya kini sudah jarang terdengar, tetapi pernah begitu populer pada masanya.

Berikut tujuh slang yang bisa bikin kamu kembali ke era internet zaman dulu.

Baca Juga: Liburan Keluarga Lebih Seru di LuxCamp Selo: Glamping Nyaman dengan Berbagai Aktivitas Seru untuk Anak

1. Woles

“Woles” merupakan bentuk permainan kata dari “selow”, yang berasal dari pelafalan kata bahasa Inggris slow. Kata “selow” kemudian dibalik menjadi “woles”. Artinya kurang lebih santai atau tidak perlu terburu-buru.

Kalau ada teman yang terlalu panik, respons “woles dulu” dulu cukup populer digunakan.

2. Cius, Mi Apa?

Pernah mendengar “Cius, mi apa?” Kalimat ini merupakan plesetan dari “Serius, demi apa?” yang biasanya digunakan ketika seseorang merasa tidak percaya atau ingin memastikan sebuah informasi.

Kreativitasnya terletak pada perubahan bunyi. “Serius” menjadi “cius”, sedangkan “demi apa” berubah menjadi “mi apa”. Ada pula jawaban bercanda yang tidak kalah absurd, yaitu “cius, mi ayam”.

Baca Juga: VALORANT Patch 13.05 Dirilis, Usung Pick’Ems Champions Shanghai dan Penalti Stream Sniping

3. DL, Derita Lo

Kalau sekarang orang mungkin cukup membalas “yaudah”, dahulu ada “DL” yang berarti derita lo. Ungkapan ini biasanya digunakan untuk menunjukkan sikap cuek terhadap masalah atau pilihan orang lain.

Penggunaan singkatan seperti ini juga menjadi salah satu ciri bahasa slang di media sosial karena membuat kalimat panjang menjadi lebih ringkas.

4. Masbuloh

“Masbuloh?” merupakan bentuk pemendekan dari “masalah buat lo?”. Ungkapan ini digunakan ketika seseorang merasa tidak perlu memedulikan komentar atau persoalan yang dianggap bukan urusannya.

Contohnya, ketika ada yang mengomentari penampilan seseorang, jawaban “masbuloh?” bisa menjadi bentuk respons cuek sekaligus sedikit menyindir.

5. Kamseupay

“Kamseupay” pernah sangat populer sekitar era 2010-an. Istilah ini merupakan singkatan dari kampung sekali udik payah” dan digunakan sebagai ejekan untuk menyebut sesuatu yang dianggap kampungan atau norak. Istilah tersebut juga semakin dikenal setelah digunakan dalam sinetron Putih Abu-Abu pada 2012.

6. Meneketehe

“Meneketehe” adalah permainan bunyi dari kalimat “mana kutahu”. Biasanya digunakan ketika seseorang tidak mengetahui jawaban atas suatu pertanyaan.

Misalnya, ditanya “Kok dia belum datang?” Jawaban khas zamannya bisa saja, “Meneketehe!”

7. “Ya Iyalah, Masa Ya Iya Dong”

Bukan cuma kata yang dibuat aneh, kalimat pun bisa menjadi slang. Salah satu gaya jawaban yang dulu sering digunakan adalah “Ya iyalah, masa ya iya dong”, kemudian dilanjutkan dengan berbagai plesetan atau rima absurd.

Humornya bukan terletak pada makna yang rumit, melainkan pada permainan bunyi dan pola kalimat yang sengaja dibuat berlebihan.

Berbagai slang tersebut menunjukkan bahwa kreativitas berbahasa di internet bukan hal baru. Warganet sejak dulu sudah gemar membalik kata, memendekkan kalimat, mengubah bunyi, hingga membuat singkatan yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang mengikuti tren pada masanya.

Bedanya, slang terus berganti. Kalau dulu “woles” dan “meneketehe” bisa memenuhi percakapan, sekarang mungkin giliran spill, valid, atau no debat yang lebih sering muncul.

Jadi, dari tujuh slang tadi, kamu pernah pakai yang mana? (ina)

Editor : Inayah Choirunisa
internet slang bahasa kalimat