Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Mana Asal Nama “Stasiun”, “Depo”, dan “Peron”? Ternyata Berasal dari Bahasa Asing

L
Penulis: Luthfiana Sekar❯
Pernah kepikiran dari mana asal kata stasiun, depo, dan peron? Ternyata ketiganya punya perjalanan bahasa yang panjang sebelum akrab di dunia perkeretaapian Indonesia. (Pinterest)
Pernah kepikiran dari mana asal kata stasiun, depo, dan peron? Ternyata ketiganya punya perjalanan bahasa yang panjang sebelum akrab di dunia perkeretaapian Indonesia. (Pinterest)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Setiap hari kita mungkin mendengar kata stasiun, depo, dan peron tanpa pernah mempertanyakan dari mana sebenarnya istilah tersebut berasal. Ketiganya sudah begitu akrab dalam dunia perkeretaapian Indonesia, bahkan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Namun, jika ditelusuri, ketiga kata tersebut ternyata merupakan kata serapan yang memiliki perjalanan panjang dari berbagai bahasa Eropa sebelum akhirnya digunakan dalam bahasa Indonesia.

Kata pertama adalah “stasiun”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stasiun merupakan tempat menunggu calon penumpang atau tempat perhentian kereta api.

Dalam konteks perkeretaapian, stasiun menjadi tempat kereta berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, selain memiliki berbagai fungsi operasional lainnya.

Secara etimologis, “stasiun” masuk ke bahasa Indonesia melalui bahasa Belanda, yaitu station. Kata tersebut kemudian berakar lebih jauh dari bahasa Prancis station, bahasa Prancis Kuno estation, dan bahasa Latin statio atau stationem.

Advertisement

Dalam bahasa Latin, kata tersebut berkaitan dengan gagasan tentang berdiri, tempat berdiri, posisi, atau tempat seseorang berada. Perjalanan katanya kemudian membuat istilah tersebut digunakan untuk menyebut tempat pemberhentian atau tempat tertentu dalam suatu perjalanan.

Masuknya istilah tersebut ke Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang perkembangan perkeretaapian pada masa Hindia Belanda.

Banyak istilah teknis perkeretaapian yang digunakan di Indonesia pada masa itu berasal dari bahasa Belanda, sehingga sejumlah kosakata kemudian ikut terserap ke dalam bahasa Indonesia.

Menariknya, kata “station” juga berkembang menjadi istilah untuk berbagai tempat yang memiliki fungsi tertentu, sehingga sekarang kita tidak hanya mengenal stasiun kereta api, tetapi juga stasiun radio, stasiun televisi, stasiun meteorologi, hingga stasiun bumi.

Berikutnya ada kata “depo”. Dalam dunia kereta api, depo biasanya merujuk pada fasilitas tempat lokomotif atau sarana kereta disimpan, dirawat, diperiksa, dan dipersiapkan sebelum kembali beroperasi. Istilah “depo” berasal dari bahasa Belanda depot.

Advertisement
Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Kenapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak seperti Mobil? Ini Alasannya

Kenapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak seperti Mobil? Ini Alasannya

Kereta api membutuhkan jarak pengereman yang jauh lebih panjang dibandingkan mobil. Bobot rangkaian, kecepatan, gaya gesek roda dan rel, hingga sistem pengereman menjadi beberapa faktor penyebabnya.

Kenalan dengan Furka, Kereta Uap Tua yang Masih Kuat Menaklukkan Pegunungan Alpen

Kenalan dengan Furka, Kereta Uap Tua yang Masih Kuat Menaklukkan Pegunungan Alpen

Furka Cogwheel Steam Railway adalah kereta uap bersejarah yang masih beroperasi di Pegunungan Alpen, Swiss. Dengan lokomotif berusia lebih dari 100 tahun, kereta ini mendaki jalur curam hingga ketinggian 2.160 meter.

Antwerpen-Centraal, “Katedral Kereta Api” Belgia

Antwerpen-Centraal, “Katedral Kereta Api” Belgia

Antwerpen-Centraal di Belgia dijuluki “Railway Cathedral” karena arsitekturnya yang megah. Dibuka pada 1905, stasiun ini kini menggabungkan bangunan bersejarah dengan jalur kereta modern di bawah tanah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer