Sebelum Ada Sunscreen, Bagaimana Perempuan Zaman Dulu Melindungi Kulit dari Terik Matahari?

tim solobalapan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 18:40 WIB
Pupur/bedak dingin, perawatan kulit tradisional berbahan alami.(Ilustrasi)
Pupur/bedak dingin, perawatan kulit tradisional berbahan alami.(Ilustrasi)

SOLOBALAPAN.COM - Jauh sebelum sunscreen dikenal seperti sekarang, perempuan di Nusantara sudah memiliki cara tradisional untuk merawat kulit dari paparan panas matahari. Salah satunya melalui penggunaan pupur atau bedak dingin yang dibuat dari bahan-bahan alami.

Pupur telah lama dikenal dalam tradisi perawatan tubuh di sejumlah daerah, termasuk Jawa. Bahan dasarnya umumnya berasal dari beras yang diolah menjadi tepung, kemudian dicampur dengan bahan alami lain sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat.

Baca Juga: KPK Sita Rumah Mewah dan Pajero Sport! Anggota DPRD Vinna Ledy Diduga Terima Uang Proyek PUPR

Cara menggunakannya cukup sederhana. Tepung pupur dicampur dengan air hingga menjadi adonan, kemudian dibalurkan pada wajah atau bagian tubuh tertentu. Setelah digunakan, bedak tersebut memberikan sensasi dingin pada kulit. Karena itu, pupur juga dikenal sebagai bedak dingin.

Tradisi menggunakan pupur dingin juga dikenal di kalangan masyarakat Banjar. Bedak tersebut digunakan untuk merawat wajah dan tubuh. Bahan pembuatannya dapat berupa tepung beras yang dicampur dengan tanaman, rempah, atau bahan alami lain yang dikenal dalam tradisi setempat.

Penggunaan bedak dingin tidak hanya menjadi bagian dari tradisi perawatan kulit. Bedak tradisional ini juga digunakan untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Formulanya menggunakan tepung beras yang dipadukan dengan berbagai bahan alami, seperti bengkoang, kayu manis, pulasari, temugiring, dan biji pinang.

Baca Juga: Beban Berat & Tugas Menumpuk, Kenapa Anak Teknik Justru Paling Diincar Industri?

Kandungan bahan-bahan alami tersebut dapat membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun, tingkat perlindungan yang dihasilkan dapat berbeda, tergantung pada bahan dan formula yang digunakan dalam pembuatan pupur.

Pupur juga tidak dapat langsung disamakan dengan sunscreen modern. Produk sunscreen saat ini memiliki formulasi khusus dan telah melalui pengujian untuk mengetahui tingkat perlindungannya terhadap sinar ultraviolet. Sedangkan pupur lebih dikenal sebagai bagian dari tradisi perawatan kulit yang diwariskan kepada masyarakat.

Bahan yang digunakan untuk membuat pupur pun berbeda-beda. Selain tepung beras, beberapa tradisi menggunakan bengkoang, temulawak, pandan, bunga, serta tanaman dan rempah-rempah lainnya. Campuran tersebut biasanya disesuaikan dengan kebiasaan dan bahan yang tersedia di daerah masing-masing.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Mitoni dalam Adat Jawa, Ini Rangkaian Ritual dan Maknanya

Hingga saat ini, penggunaan bedak dingin masih dapat ditemukan di beberapa daerah. Sebagian masyarakat dan perajin tetap mempertahankan cara pembuatannya, meskipun produk perawatan kulit modern kini lebih mudah diperoleh.

Tradisi pupur memperlihatkan cara masyarakat masa lalu memanfaatkan bahan-bahan di sekitar untuk kebutuhan perawatan tubuh. Sebelum sunscreen menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, pupur menjadi salah satu bentuk perawatan tradisional yang digunakan untuk memberikan rasa sejuk sekaligus menjaga kondisi kulit. (hanifatuz zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
tradisi leluhur pupur bedak dingin perawatan kulit sunscreen