“Dorothea” Jadi Istilah untuk Teman Lama yang Tak Lagi Dekat, Apa Maksudnya?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:40 WIB
Istilah Dorothea dari lagu Taylor Swift merujuk pada sosok teman lama yang kini berjarak namun kenangannya tetap berkesan. (AI Generated)
Istilah Dorothea dari lagu Taylor Swift merujuk pada sosok teman lama yang kini berjarak namun kenangannya tetap berkesan. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM — Pernah punya teman yang dulu sangat dekat, tetapi sekarang sudah jarang bertemu bahkan hampir tidak pernah bertukar kabar? Hubungan itu mungkin sudah berubah, tetapi setiap kali mengingatnya, masih ada perasaan bahwa orang tersebut pernah menjadi bagian penting dalam hidup.

Di media sosial, pengalaman seperti ini belakangan dapat dikaitkan dengan istilah Dorothea”. Berbeda dari friendship breakup yang menggambarkan berakhirnya atau merenggangnya sebuah pertemanan, “Dorothea” lebih merujuk pada sosok teman lama yang sudah menjalani hidup berbeda, tetapi kedekatan dan kenangan masa lalu masih terasa.

Istilah ini berasal dari lagu “dorothea” milik Taylor Swift dalam album evermore yang dirilis pada 2020.

Baca Juga: Sering Merasa Penat? Kenali Istilah Stress Release

Lagu tersebut menempatkan sosok Dorothea sebagai seseorang yang meninggalkan kota kecil untuk mengejar kehidupan yang lebih besar. Nama itu kemudian digunakan untuk menggambarkan pengalaman tentang teman yang pergi dan berubah, tetapi tidak sepenuhnya menjadi orang asing. Lagu “dorothea” tercantum sebagai lagu kedelapan dalam album evermore.

Dari Nama dalam Lagu Menjadi Sebutan di Media Sosial

Secara bahasa, Dorothea sebenarnya adalah nama diri, bukan istilah psikologi atau istilah pertemanan yang memiliki definisi resmi.

Penggunaannya sebagai sebutan untuk teman lama muncul dari bagaimana pendengar menafsirkan cerita dalam lagu Taylor Swift. Dengan demikian, ketika seseorang menggunakan “Dorothea” dalam percakapan atau unggahan media sosial untuk menggambarkan seorang teman, istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai referensi budaya populer daripada kosakata baru yang memiliki definisi baku.

Fenomena seperti ini bukan sesuatu yang asing dalam perkembangan bahasa di internet. Nama tokoh, judul lagu, karakter film, hingga potongan lirik dapat memperoleh makna baru ketika digunakan berulang kali untuk menggambarkan pengalaman tertentu.

Baca Juga: Terjebak Standar Sempurna Media Sosial, Generasi Z Hadapi Tantangan Penurunan Self-Esteem

“Dorothea” menjadi menarik karena sebuah nama kemudian dapat digunakan sebagai semacam label emosional untuk hubungan pertemanan yang telah berubah.

Bukan Berarti Teman yang Hilang

Gambaran tersebut dapat ditemukan dalam cerita lagu “dorothea”. Sosok yang menjadi pusat lagu digambarkan telah meninggalkan tempat asalnya dan menjalani kehidupan yang berbeda. Ia menjadi seseorang yang dikenal banyak orang, sementara orang yang mengenalnya sejak dulu masih mengingat dirinya sebelum kehidupan tersebut berubah.

Di sinilah makna “Dorothea” yang digunakan di media sosial menjadi relatable.

Seorang “Dorothea” bukan selalu teman yang bertengkar lalu pergi. Bisa saja ia merupakan sahabat masa sekolah yang sekarang tinggal jauh, teman kuliah yang sudah sibuk dengan pekerjaan, atau seseorang yang dahulu hampir setiap hari hadir tetapi kini hanya sesekali muncul dalam percakapan.

Hubungannya tidak harus berakhir dengan permusuhan.

Kadang, kehidupan saja yang membuat dua orang berjalan ke arah berbeda.

Berbeda dengan Friendship Breakup

Karena sama-sama berbicara tentang pertemanan yang berubah, Dorothea” dan friendship breakup sebenarnya tidak sepenuhnya sama.

Friendship breakup lebih menekankan pada proses berakhir atau merenggangnya hubungan pertemanan. Penyebabnya bisa berupa konflik, kekecewaan, perubahan prioritas, jarak, atau keputusan untuk menjauh.

Sementara itu, “Dorothea” lebih menggambarkan teman lama yang sudah jauh secara kehidupan, tetapi hubungan emosional atau kenangannya masih memiliki tempat.

Seseorang bisa saja mengalami friendship breakup dan tidak lagi ingin berhubungan dengan mantan temannya. Namun, seseorang juga bisa memiliki “Dorothea” dalam hidupnya tanpa ada rasa marah atau keinginan untuk benar-benar memutus hubungan.

Perbedaannya terletak pada nuansa.

Jika friendship breakup terasa seperti “pertemanan kami berakhir”, “Dorothea” lebih dekat dengan perasaan “kami sudah tidak seperti dulu, tetapi aku masih mengingatmu.”

Ternyata Lagu Dorothea Berkaitan dengan Selena Gomez

Makna tersebut semakin menarik setelah Selena Gomez mengungkap fakta di balik lagu itu pada Maret 2026.

Dalam podcast Friends Keep Secrets yang dipandu Benny Blanco, Gomez mengonfirmasi bahwa “dorothea” memang ditulis Taylor Swift dengan dirinya sebagai inspirasi. Gomez menceritakan bahwa mereka telah berteman sejak masih sangat muda dan tumbuh bersama ketika keduanya mulai menghadapi kehidupan sebagai figur publik.

Sebelumnya, penggemar memang telah lama menduga bahwa karakter Dorothea berkaitan dengan Gomez. Dugaan tersebut muncul karena sejumlah detail dalam lagu dianggap memiliki kemiripan dengan perjalanan hidup Gomez. Namun, konfirmasi Gomez pada 2026 memberikan konteks baru bahwa lagu tersebut memang memiliki hubungan dengan persahabatan mereka.

Gomez juga mengungkap keberadaan lagu Taylor Swift yang belum dirilis berjudul “Family”, yang menurutnya ditulis lebih dari satu dekade lalu dan berkaitan dengan persahabatan mereka. Ia menggambarkan hubungan keduanya sebagai persahabatan panjang yang telah melewati berbagai fase kehidupan.

Ketika Budaya Pop Memberi Nama pada Sebuah Perasaan

Menariknya, kekuatan istilah “Dorothea” bukan hanya terletak pada siapa yang menjadi inspirasinya, tetapi pada bagaimana pendengar dapat menemukan pengalaman mereka sendiri di dalam cerita tersebut.

Seseorang mungkin tidak pernah menjadi penyanyi terkenal atau pindah dari kota kecil untuk mengejar popularitas. Namun, hampir semua orang dapat memiliki teman yang dahulu sangat dekat dan kini menjalani kehidupan berbeda.

Karena itu, “Dorothea” dapat digunakan sebagai cara singkat untuk membicarakan hubungan semacam itu. Bukan teman yang benar-benar hilang, bukan pula sahabat yang masih selalu hadir, melainkan seseorang dari masa lalu yang tetap memiliki tempat tertentu dalam ingatan.

Pada akhirnya, “Dorothea” bukan istilah resmi untuk pertemanan yang berjarak. Istilah tersebut lahir dari sebuah karya musik dan kemudian mendapatkan makna baru melalui cara orang-orang menggunakannya di media sosial.

Ini menunjukkan bahwa bahasa tidak selalu berkembang melalui kamus. Budaya populer juga dapat melahirkan kata atau nama yang kemudian digunakan untuk menjelaskan pengalaman sehari-hari yang sulit diringkas dengan satu kalimat.

Jadi, kalau seseorang menyebut punya “Dorothea”, mungkin yang dimaksud bukan seseorang bernama Dorothea. Bisa jadi, ia sedang membicarakan teman lama yang sudah jauh, tetapi tidak pernah benar-benar menjadi asing. (inayah choirunisa)

Sumber: Berbagai Sumber

 

Editor : Inayah Choirunisa
inayah choirunisa dorothea teman pertemanan lagu