Apa Itu Friendship Breakup? Putus Hubungan Tak Selalu Soal Pacar

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:19 WIB
Fenomena friendship breakup menggambarkan berakhirnya hubungan pertemanan akibat konflik maupun perubahan prioritas.
Fenomena friendship breakup menggambarkan berakhirnya hubungan pertemanan akibat konflik maupun perubahan prioritas.

SOLOBALAPAN.COM — Pernah punya teman yang dulu hampir setiap hari diajak bicara, tetapi kini jangankan bertemu, saling berkabar pun sudah jarang? Tidak ada pertengkaran besar, tetapi hubungan yang dulu dekat perlahan terasa asing.

Situasi seperti itu kini kerap disebut dengan istilah friendship breakup. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan berakhirnya sebuah hubungan pertemanan, baik karena konflik maupun karena dua orang yang perlahan tidak lagi memiliki kedekatan seperti sebelumnya.

Jika mendengar kata breakup, yang terlintas biasanya adalah hubungan romantis. Namun, penggunaan istilah friendship breakup menunjukkan bahwa konsep berakhirnya sebuah hubungan tidak hanya berlaku untuk pasangan.

Baca Juga: Puncak Realisme Psikologis Charlotte Bronte dalam Sastra Victoria dalam Novel Villette

Apa Itu Friendship Breakup?

Secara sederhana, friendship breakup terdiri atas dua kata, yakni friendship yang berarti pertemanan atau persahabatan dan breakup yang merujuk pada berakhirnya sebuah hubungan.

Dengan demikian, friendship breakup dapat dipahami sebagai istilah untuk menggambarkan berakhir atau merenggangnya hubungan pertemanan yang sebelumnya memiliki kedekatan.

Dalam kajian akademik, istilah yang lebih sering digunakan adalah friendship dissolution.

Penelitian yang dilakukan Thomas H. Khullar, Miriam H. Kirmayer, dan Melanie A. Dirks dari McGill University mendefinisikan friendship dissolution secara luas, yakni berbagai tindakan yang dapat mengurangi kualitas atau kedekatan sebuah pertemanan hingga benar-benar mengakhirinya.

Baca Juga: Anak Muda Suka Berburu Tempat Estetik, Tidak Melulu Soal Foto

Artinya, friendship breakup tidak selalu berarti dua orang langsung berhenti berteman. Hubungan tersebut bisa saja mengalami perubahan secara bertahap.

Tidak Harus Berakhir dengan Pertengkaran

Salah satu hal yang membuat friendship breakup berbeda dari gambaran umum tentang “putus hubungan” adalah tidak selalu adanya momen yang benar-benar menandai kapan hubungan tersebut berakhir.

Karena itu, seseorang tidak harus bertengkar hebat dengan sahabatnya untuk mengalami friendship breakup.

Pertemanan dapat merenggang karena konflik, rasa kecewa, perubahan prioritas, jarak, lingkungan sosial yang berbeda, atau perubahan dalam kehidupan masing-masing. Dalam sejumlah kasus, dua orang bahkan dapat tetap saling mengenal tetapi tidak lagi memiliki kedekatan seperti sebelumnya.

Misalnya, dua teman yang dahulu selalu bertemu setiap minggu mulai sibuk dengan pekerjaan atau kuliah masing-masing. Percakapan yang sebelumnya berlangsung setiap hari berubah menjadi seminggu sekali, kemudian sebulan sekali, hingga akhirnya hampir tidak pernah terjadi.

Tidak ada satu kejadian yang secara resmi mengakhiri hubungan tersebut. Namun, kedekatan yang dahulu ada sudah berubah.

Kenapa Disebut “Breakup”?

Penggunaan kata breakup dalam friendship breakup menarik karena selama ini kata tersebut sangat kuat diasosiasikan dengan hubungan romantis.

Dalam konteks ini, breakup tidak harus dimaknai sebagai “putus cinta”. Kata tersebut digunakan untuk menggambarkan berakhirnya suatu hubungan yang sebelumnya dekat.

Hal ini juga menunjukkan bagaimana bahasa berkembang mengikuti kebutuhan penuturnya. Ketika sebuah pengalaman sosial menjadi semakin sering dibicarakan, masyarakat membutuhkan istilah yang ringkas untuk menggambarkan pengalaman tersebut.

Daripada harus menjelaskan panjang lebar bahwa “hubungan dengan teman dekat saya sudah tidak seperti dulu, tetapi kami juga tidak pernah bertengkar”, istilah friendship breakup dapat merangkum pengalaman tersebut dalam dua kata.

Ketika Teman Dekat Perlahan Menjadi Orang Asing

Berakhirnya persahabatan juga dapat terasa membingungkan karena hubungan pertemanan tidak memiliki “status” yang sejelas hubungan romantis.

Dalam hubungan romantis, biasanya terdapat penanda yang relatif jelas seperti pacaran, pertunangan, pernikahan, atau percakapan ketika hubungan berakhir. Pada persahabatan, batas-batas tersebut lebih samar.

Kajian Grace Vieth, Alexander J. Rothman, dan Jeffry A. Simpson dari University of Minnesota menunjukkan bahwa berakhirnya persahabatan orang dewasa dapat berlangsung melalui jalur aktif maupun pasif. Artinya, seseorang dapat secara sengaja mengakhiri hubungan, tetapi hubungan juga dapat berakhir secara perlahan karena berbagai faktor situasional, personal, dan interpersonal.

Inilah yang membuat friendship breakup terkadang terasa seperti kehilangan tanpa sebuah adegan perpisahan.

Orang yang mengalaminya mungkin masih bisa melihat mantan teman dekatnya di media sosial, masih berada dalam lingkaran pertemanan yang sama, atau bahkan masih saling menyapa ketika bertemu. Namun, hubungan yang dulu dimiliki sudah tidak lagi sama.

Friendship Breakup Bukan Berarti Ada yang Salah

Istilah friendship breakup juga tidak otomatis berarti salah satu pihak merupakan teman yang buruk.

Penelitian mengenai friendship dissolution justru menunjukkan bahwa berakhirnya pertemanan merupakan proses yang dapat dipengaruhi berbagai faktor.

Dalam studi terhadap orang dewasa muda, misalnya, perilaku seperti menjaga jarak atau mengakhiri pertemanan lebih mungkin muncul ketika seseorang menghadapi tindakan teman yang dianggap melanggar batas atau mengecewakan. Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa keinginan untuk tetap mempertahankan hubungan berkaitan dengan kemungkinan yang lebih kecil untuk memilih mengakhiri atau menjauh dari pertemanan.

Ada pertemanan yang berakhir karena konflik besar. Ada pula yang hanya berubah karena kehidupan masing-masing sudah tidak berada di jalur yang sama.

Pada akhirnya, friendship breakup adalah istilah yang membantu memberi nama pada salah satu bentuk kehilangan dalam hubungan sosial. Putus hubungan ternyata tidak selalu membutuhkan status sebagai pasangan. Sebuah pertemanan yang dahulu sangat dekat pun dapat berakhir, berubah bentuk, atau perlahan menjauh. (inayah choirunisa)

 

Sumber: Berbagai Sumber.

Editor : Inayah Choirunisa
inayah choirunisa friendship breakup pertemanan hubungan