SOLOBALAPAN.COM - Datang ke sebuah pesta pernikahan, ada satu kelompok yang biasanya langsung mudah dikenali selain kedua mempelai.
Mereka berdiri di dekat pengantin dengan pakaian yang dibuat senada, ikut muncul dalam berbagai sesi foto, dan terkadang jumlahnya tidak sedikit.
Mereka adalah bridesmaid dan groomsmen.
Belakangan, kehadiran mereka terasa semakin umum dalam pesta pernikahan.
Ada pasangan yang hanya memilih beberapa orang terdekat, tetapi ada pula yang membawa satu rombongan teman untuk berdiri sebagai pendamping di hari pernikahan.
Baca Juga: Jimi Multhazam Lepas Debut Album Solo “Mollydenvm”, Eksplorasi Musik Tanpa Batas
Jumlahnya bahkan bisa belasan orang dalam satu pesta.
Lantas, apakah bridesmaid dan groomsmen sebenarnya merupakan tren baru?
Jawabannya, bukan. Tradisi menghadirkan orang-orang khusus untuk mendampingi pengantin ternyata sudah berlangsung sangat lama.
Dalam berbagai tradisi pernikahan di masa lalu, orang-orang terdekat memang dilibatkan untuk membantu dan menjadi saksi dalam prosesi pernikahan.
Bentuknya kemudian berkembang hingga menjadi wedding party seperti yang dikenal sekarang.
Pada era Victoria, konsep bridesmaid dan groomsmen semakin mendekati bentuk modern.
Bridesmaid menjadi kelompok pendamping pengantin perempuan, sementara groomsmen mendampingi pengantin laki-laki.
Seiring waktu, perannya pun semakin berkembang dan menjadi bagian yang cukup dikenal dalam pesta pernikahan.
Namun, ada satu hal yang membuat keberadaan mereka sering menimbulkan pertanyaan, terutama dalam pernikahan masa kini.
Kalau mereka sama-sama datang ke pesta, lalu apa yang membuat bridesmaid dan groomsmen berbeda dari tamu lainnya?
Baca Juga: Dugaan Mark Up Harga Telur SPPG Sukoharjo! Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Bakal Pecat Oknum Nakal
Secara tradisional, mereka memang bukan sekadar tamu yang datang untuk menikmati pesta.
Bridesmaid dan groomsmen dapat membantu pengantin sebelum maupun selama acara berlangsung.
Mereka bisa ikut mempersiapkan berbagai kebutuhan pernikahan, memastikan pengantin tidak kerepotan, membantu hal-hal teknis kecil, hingga menjadi orang yang bisa dimintai bantuan ketika acara berlangsung.
Di antara mereka biasanya ada satu atau dua orang dengan tanggung jawab lebih besar.
Dalam tradisi barat misalnya, ada maid of honor yang menjadi pendamping utama pengantin perempuan dan best man sebagai pendamping utama pengantin laki-laki.
Namun, praktiknya bisa berbeda ketika tradisi tersebut diterapkan dalam pesta pernikahan di Indonesia.
Di sini, bridesmaid dan groomsmen tidak selalu memiliki tugas khusus yang rumit.
Tidak jarang mereka lebih banyak berperan sebagai pendamping pengantin, mengenakan busana yang telah ditentukan, mengikuti rangkaian foto, dan menemani pasangan selama acara.
Karena itu, tidak mengherankan jika jumlahnya kemudian bisa menjadi cukup banyak.
Pasangan pengantin tidak selalu memilih bridesmaid dan groomsmen berdasarkan kemampuan mereka mengurus acara. Pemilihannya lebih sering bersifat personal.
Mereka bisa berupa sahabat sejak sekolah, teman kuliah, saudara, rekan kerja, atau orang-orang yang dianggap memiliki tempat penting dalam kehidupan pengantin.
Baca Juga: Muncul Fun Tubing Banyubiru, Susuri Sungai Sambil Nikmati Pemandangan Alam
Dengan kata lain, menjadi bridesmaid atau groomsmen sebenarnya adalah bentuk penghormatan sekaligus tanda kedekatan.
Itulah yang membuat posisi mereka berbeda dari tamu undangan biasa.
Seorang tamu datang untuk menghadiri pernikahan, sementara bridesmaid dan groomsmen sengaja diminta untuk menjadi bagian yang lebih dekat dari perayaan tersebut.
Meski begitu, semakin banyaknya bridesmaid dan groomsmen juga membuat fungsi awalnya terkadang menjadi semakin samar.
Ketika satu rombongan terdiri dari banyak orang, tidak semuanya tentu memiliki tugas tertentu.
Sebagian mungkin memang membantu, sementara sebagian lainnya hanya menjadi bagian dari kelompok pendamping pengantin.
Namun, hal tersBaca Juga: Akun IG Lylia Kasir Indomaret Apa? Terseret Isu Link Video Viral hingga Akun Medsos Diburu Netizenebut tidak otomatis membuat keberadaan mereka menjadi tidak penting.
Pernikahan pada dasarnya bukan hanya acara formal, tetapi juga perayaan yang ingin dibagikan pasangan bersama orang-orang terdekatnya.
Jadi, jika sekarang bridesmaid dan groomsmen terlihat semakin sering muncul dalam pesta pernikahan, sebenarnya tradisinya bukan sesuatu yang baru.
Yang berubah adalah bagaimana pasangan modern menggunakannya dan siapa saja yang mereka pilih untuk berada di sisi mereka.
Sebab pada akhirnya, bridesmaid dan groomsmen bukan sekadar orang dengan pakaian yang dibuat seragam untuk kebutuhan foto.
Mereka adalah orang-orang yang dipilih secara khusus untuk berdiri lebih dekat dengan pengantin pada salah satu hari yang dianggap penting dalam hidup mereka.
Dan mungkin itu sebabnya jumlahnya bisa berbeda-beda. Ada pasangan yang cukup dengan dua orang, ada yang memilih enam, bahkan ada yang membawa satu rombongan.
Karena ketika soal siapa yang ingin berdiri di samping pengantin, tidak ada angka yang benar-benar wajib. (rastri rafiarum)
Editor : Ferry Ardi Susanto