
SOLOBALAPAN.COM - Saat ini banyak calon pengantin yang mengidamkan busana pernikahan sederhana, dekorasi ruangan nan hangat, serta hanya dihadiri tamu undangan terbatas dari keluarga dan sahabat dekat.
Konsep intimate wedding ini yang disukai kalangan Gen Z. Beda dengan pesta pernikahan yang identik dengan kemewahan dan kemegahan, konsep ini menghadirkan suasana yang lebih personal dan akrab.
Jika dulu, kesuksesan sebuah acara pernikahan diukur dari banyaknya tamu undangan yang hadir, kini sebagian pasangan muda banyak yang mengubah cara pandang mereka.
Bagi mereka, hari pernikahan bukan lagi soal kemegahan, akan tetapi bagaimana momen pernikahan tersebut tetap dikenang dan dinikmati orang-orang yang benar-benar memiliki arti dalam hidup mereka.
Pergantian cara pandang inilah yang membuat konsep intimate wedding semakin diminati.
Alasan finansial juga menjadi salah satu hal yang mendasari pemilihan konsep pernikahan secara sederhana. Dengan jumlah tamu yang semakin sedikit, anggaran pernikahan dapat dipangkas dan dialokasikan untuk kebutuhan pranikah. Seperti membeli rumah, tabungan, hingga kebutuhan anak.
Di sisi lain, dengan memilih konsep intimate wedding, pasangan calon pengantin dapat merancang konsep sesuai dengan keinginan mereka. Sebab tidak ada pakem khusus dalam konsep ini.
Ada yang tetap melaksanakan pernikahan dengan mematuhi aturan prosesi adat secara penuh, dari ritual hingga keberjalanan acara.
Ada pula yang hanya melaksanakan rangkaian inti. Bukan bermaksud meninggalkan tradisi, melainkan menyesuaikan kebutuhan, nilai, dan kondisi masing-masing pasangan.
Meski begitu, prosesi pernikahan yang secara penuh menganut sistem adat tidak sepenuhnya ditinggalkan.



